Liputan6.com, Jakarta - Suzuki resmi memulai produksi massal mobil listrik pertamanya, eVitara, di pabrik Hansalpur, Gujarat, India. Model ini menjadi tonggak penting bagi Maruti Suzuki dan Suzuki global karena untuk pertama kalinya mereka meluncurkan kendaraan listrik murni (EV) yang ditujukan untuk pasar internasional. Unit eVitara akan diekspor ke lebih dari 100 negara, termasuk Malaysia dan Jepang.
Disitat dari Paultan.org, Kamis (28/8/2025), perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menghadiri acara pelepasan unit pertama eVitara dari jalur produksi. Dalam kesempatan tersebut, Modi menekankan bahwa perkembangan industri kendaraan listrik di India akan semakin kuat berkat lokalisasi baterai.
Ia juga meresmikan fasilitas produksi baterai lithium-ion hasil kolaborasi Suzuki, Toshiba, dan Denso. Pabrik tersebut dirancang untuk memasok kebutuhan baterai mobil hibrida maupun listrik.
“Beberapa tahun lalu, baterai kendaraan listrik sepenuhnya diimpor ke India. Dengan adanya produksi lokal sel dan elektroda baterai, infrastruktur EV di India akan mendapat dorongan besar,” ujar Modi dalam sambutannya.
Suzuki menargetkan eVitara sebagai produk global. Malaysia dipastikan menjadi salah satu negara tujuan ekspor pada 2026. Model ini memiliki kembaran dari Toyota, yakni Urban Cruiser EV, yang sama-sama hadir di segmen SUV kompak nol emisi.
Varian Baterai dan Performa
Secara dimensi, eVitara hadir dengan panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.635 mm, dan jarak sumbu roda 2.700 mm. Dengan ukuran tersebut, SUV listrik ini diposisikan sebagai kendaraan keluarga ringkas namun tetap lapang untuk pasar internasional.
Suzuki eVitara akan ditawarkan dalam tiga konfigurasi tenaga listrik. Pilihan pertama menggunakan motor tunggal berpenggerak roda depan (FWD) dengan output 144 PS dan torsi 189 Nm, dipadukan dengan baterai 49 kWh.
Pilihan kedua juga motor tunggal FWD namun lebih bertenaga, yakni 174 PS dengan torsi 189 Nm, memakai baterai 61 kWh. Sementara varian tertinggi mengusung dua motor listrik berpenggerak semua roda (AWD), menghasilkan tenaga 184 PS dengan torsi 300 Nm, juga dengan baterai 61 kWh.
Untuk varian baterai berkapasitas 61 kWh, jarak tempuh yang ditawarkan mencapai 500 kilometer dalam sekali pengisian, sehingga menempatkan eVitara sebagai salah satu SUV listrik dengan daya jelajah kompetitif di kelasnya.
Fitur dan Teknologi
Meski spesifikasi detail untuk pasar India belum diumumkan, versi Toyota Urban Cruiser EV yang menjadi basis eVitara disebut sudah mengadopsi beragam fitur modern.
Beberapa di antaranya adalah pencahayaan ambient 12 warna, kamera 360 derajat, sistem audio JBL, kursi pengemudi elektrik, hingga berbagai teknologi keselamatan canggih.
Fitur keselamatan aktif tersebut meliputi pengereman darurat otomatis (AEB), adaptive cruise control (ACC), peringatan keluar jalur (lane departure alert), serta bantuan menjaga lajur (lane keep assist).
Selain eVitara, Suzuki juga menyiapkan model lain, yakni Fronx, yang dijadwalkan meluncur di Malaysia pada kuartal IV 2025. Dengan strategi ini, Suzuki berupaya memperluas jangkauan produknya ke pasar mainstream.
Selama ini, Suzuki dikenal kuat di segmen kendaraan kecil, namun melalui kehadiran eVitara, pabrikan asal Jepang ini ingin memperkuat posisinya di persaingan global.