Liputan6.com, Jakarta - Fenomena kejahatan jalanan atau yang kerap disebut klitih masih menjadi perhatian serius di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aksi ini tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga melibatkan pelaku usia remaja yang seharusnya masih berada dalam pengawasan keluarga dan lingkungan pendidikan. Kondisi ini mendorong aparat kepolisian untuk mengambil langkah-langkah komprehensif, mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum.
Polda DIY melalui Kabid Humas Kombes Pol Ihsan menegaskan bahwa penanganan klitih tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan menyeluruh yang menyentuh akar permasalahan, termasuk peran orang tua, sekolah, serta instansi terkait lainnya. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan dengan harapan mampu menekan angka kejahatan jalanan sekaligus membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan kriminal.
“Upaya penanggulangan kejahatan jalanan ya di Jogja yang selama ini dilakukan oleh Polda DIY ya kita melakukan yang pertama upaya preemtif ya. Upaya preemtif itu upaya penangkalan, artinya kita menemukan bagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegah supaya tidak terjadi. Jadi kita tidak hanya melihat tindak pidananya, tapi juga akar masalahnya dari mana sih awalnya, itu yang kita cari dan kita tangani bersama-sama,” terang Kombes Pol Ihsan saat ditemui Liputan6.com pada Minggu (3/5).
1. Pendekatan Preemtif: Edukasi dan Pencegahan Sejak Dini
Langkah awal yang dilakukan Polda DIY dalam menangani klitih adalah melalui pendekatan preemtif atau pencegahan dini. Strategi ini menitikberatkan pada edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, agar tidak terlibat dalam aksi kejahatan jalanan. Polisi secara aktif memberdayakan Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat dan sekolah guna memberikan pemahaman tentang bahaya klitih.
Selain itu, kegiatan edukatif seperti menjadi pembina upacara di sekolah serta penyuluhan kepada siswa terus digencarkan. Hal ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Pendekatan ini dinilai penting karena sebagian besar pelaku klitih berasal dari kalangan remaja yang masih mudah dipengaruhi lingkungan.
“Jadi yang pertama kita akan memberdayakan bhabinkamtibmas, kemudian bagaimana deteksi dari intel untuk memetakan lokasi-lokasi yang rawan tentunya. Kemudian dari bhabinkamtibmas melakukan kegiatan-kegiatan ke sekolah, baik dalam bentuk kegiatan menjadi pembina upacara, kemudian kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya memberikan edukasi kepada para siswa yang di sekolah,” jelas Ihsan.
2. Peran Orang Tua dan Sekolah Jadi Kunci Utama
Polda DIY menekankan bahwa keluarga dan sekolah memiliki peran krusial dalam mencegah aksi klitih. Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari. Program seperti “ibu memanggil” kembali digaungkan sebagai bentuk kontrol sosial agar anak-anak tidak berkeliaran hingga larut malam tanpa tujuan jelas.
Di sisi lain, pihak sekolah juga diminta untuk tegas dalam memberikan sanksi kepada siswa yang terlibat dalam geng atau aktivitas mencurigakan. Razia tas dan pengawasan internal sekolah menjadi langkah preventif yang penting. Lingkungan sekolah yang disiplin diharapkan mampu memutus rantai terbentuknya kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan kekerasan.
“Di sini kita lihat bagaimana peran orang tua yang pertama. Ini kan anak-anak yang berkeliaran di malam hari, bagaimana peran orang tua ini untuk menjaga anaknya. Kalau dulu ada program ibu memanggil, bagaimana ibu memanggil anaknya yang berkeliaran, mungkin jam 2 jam 3 masih berkeliaran ibu panggil. Kemudian bagaimana pihak sekolah juga bisa memberikan sanksi tegas, bahkan sewaktu-waktu melakukan razia terhadap tas atau barang bawaan siswa.”
3. Patroli Rutin dan Penjagaan di Titik Rawan
Selain pendekatan edukatif, Polda DIY juga meningkatkan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan. Kegiatan patroli ini dilakukan setiap malam, terutama pada jam-jam yang dianggap rawan terjadinya aksi klitih. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mencegah niat pelaku sebelum melakukan tindakan kriminal.
Penjagaan juga difokuskan pada titik-titik tertentu yang telah dipetakan berdasarkan data intelijen. Wilayah dengan penerangan minim dan aktivitas geng yang tinggi menjadi prioritas pengawasan. Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan klitih dilakukan secara terukur dan berbasis data, bukan sekadar respons sesaat.
“Kita sudah aktif melaksanakan patroli setiap malamnya di jam-jam yang rawan, kemudian kita juga melakukan penjagaan di titik-titik yang menjadi titik rawan terjadinya kejahatan jalanan. Ini penting karena kita ingin mencegah sebelum kejadian itu terjadi, jadi polisi hadir di tengah masyarakat pada waktu-waktu yang krusial,” ujarnya.
4. Razia Selektif untuk Mencegah Aksi Kekerasan
Langkah tegas lainnya adalah pelaksanaan razia selektif terhadap kelompok yang dicurigai. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan barang bawaan untuk memastikan tidak ada senjata tajam atau alat berbahaya lainnya. Razia ini terbukti efektif dalam menggagalkan potensi aksi kejahatan sebelum terjadi.
Melalui razia tersebut, polisi kerap menemukan senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk aksi klitih. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan preventif melalui razia sangat penting dalam menjaga keamanan. Namun, razia dilakukan secara selektif agar tetap menghormati hak masyarakat yang tidak terlibat.
“Kemudian melakukan razia selektif ya, razia selektif di jalan untuk merazia barang-barang bawaan dari kelompok yang kita curigai bahwa ini adalah kelompok kejahatan jalanan. Kita berhentikan, kita periksa, dan ini juga sudah banyak hasilnya. Kita menemukan senjata tajam dan ini upaya-upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana kejahatan jalanan,” ungkapnya.
5. Penegakan Hukum dan Kolaborasi Lintas Sektor
Jika aksi klitih sudah terjadi, Polda DIY memastikan penegakan hukum dilakukan secara tegas, termasuk terhadap pelaku di bawah umur. Meski demikian, proses hukum tetap mempertimbangkan mekanisme khusus bagi anak, sesuai dengan aturan yang berlaku. Tujuannya adalah memberikan efek jera sekaligus pembinaan.
Lebih dari itu, Polda DIY menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua, sekolah, dan instansi seperti dinas sosial serta dinas pendidikan. Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama dalam menyelesaikan persoalan klitih secara menyeluruh.
“Kita secara tegas terhadap pelaku-pelaku baik itu pelaku di bawah umur, ini kan kebanyakan di bawah umur, kita akan kenakan tetap kita akan proses tapi tentunya mekanismenya berbeda dengan yang sudah dewasa. Kemudian upaya paling utama adalah kolaborasi bersama antara orang tua, sekolah, dinas sosial, dinas pendidikan. Polisi tidak akan mampu jika tidak ada kolaborasi dan partisipasi bersama dari semua pihak karena ini permasalahan bersama,” pungkas Ihsan.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa itu klitih dan mengapa berbahaya?
Klitih adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aksi kejahatan jalanan yang umumnya dilakukan oleh remaja, sering kali secara acak dan menggunakan kekerasan. Tindakan ini berbahaya karena dapat menyebabkan luka serius hingga kematian bagi korban, serta menciptakan rasa tidak aman di masyarakat.
2. Apa saja upaya Polda DIY dalam menangani klitih?
Polda DIY melakukan berbagai upaya seperti pendekatan preemtif (edukasi dan pencegahan), patroli rutin, penjagaan di titik rawan, razia selektif, hingga penegakan hukum. Selain itu, polisi juga menggandeng orang tua, sekolah, dan instansi terkait untuk menekan aksi kejahatan jalanan.
3. Mengapa peran orang tua penting dalam mencegah klitih?
Orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi aktivitas anak, terutama di malam hari. Kurangnya pengawasan dapat membuat anak rentan terlibat dalam pergaulan negatif, termasuk geng yang berpotensi melakukan aksi klitih.
4. Di mana saja lokasi rawan terjadinya klitih di Yogyakarta?
Berdasarkan pemetaan kepolisian, wilayah seperti Bantul dan Sleman menjadi daerah yang cukup rawan. Faktor seperti minimnya penerangan jalan dan adanya kelompok geng menjadi pemicu meningkatnya potensi kejahatan di wilayah tersebut.
5. Apa yang harus dilakukan jika merasa terancam klitih?
Jika merasa terancam atau menjadi korban klitih, masyarakat disarankan segera melapor ke kantor polisi terdekat. Selain itu, masyarakat juga dapat meminta pengawalan jika merasa tidak aman saat berada di jalan, serta selalu berhati-hati saat beraktivitas, terutama pada malam hari.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574680/original/045184900_1777970915-WhatsApp_Image_2026-05-05_at_3.35.44_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573956/original/003032800_1777957191-1001993767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573319/original/062235300_1777889347-1001223421.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573236/original/049678800_1777886744-IMG-20260504-WA0125.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572676/original/073835100_1777864781-IMG_20260503_165829.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571957/original/090759200_1777714835-314742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571847/original/079281300_1777706482-WhatsApp_Image_2026-05-02_at_13.47.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570913/original/065644300_1777550595-312985.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/712432/original/ugm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513266/original/057747700_1772008140-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_15.17.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569885/original/030495700_1777458943-Gub_Papua.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569737/original/067544500_1777451981-1001963352.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568997/original/097965800_1777425713-Shelter_Sehati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568885/original/015912400_1777386978-Lapas_Palembang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568846/original/027788000_1777380036-1001205614.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567705/original/088086900_1777309580-1000733447.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566308/original/056144600_1777173248-Daycare_Yogya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566676/original/052437900_1777213191-Kejuaraan_cheerleading_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566487/original/046837000_1777187682-IMG-20260426-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566307/original/067156600_1777173319-Daycare_Anak.webp)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4215634/original/079831800_1667629579-Antusias_Warga_Perpanjang_SIM_di_Pelayanan_SIM_Keliling_Polresta_Bogor_Kota-Aida-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016222/original/090950100_1732188163-20241121_113330.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477336/original/028314700_1768817019-P90627558_highRes_bmw-m-electrified-01__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485810/original/029404300_1769561690-Pabrik_sandal_Swallow_terbakar__2_.jpeg)