Di Balik Sirine dan Air Mata, Sehari Bersama Polwan Satlantas Penjaga Kota Bandar Lampung

8 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah padatnya arus lalu lintas Kota Bandar Lampung, langkah cepat seorang Polisi Wanita (Polwan) memecah keramaian. Ia berlari menembus kendaraan yang tersendat, menghampiri seorang pengendara motor yang tergeletak usai kecelakaan di dekat Tugu Adipura.

Tanpa ragu, ia mengevakuasi korban, menenangkan situasi, dan memastikan jalan kembali aman.

Namun di hari yang sama, sisi lain yang lebih hangat juga terlihat. Di sela tugasnya, Polwan itu menyapa seorang kakek penjual opak berusia 86 tahun, lalu membeli dagangannya yang dijajakan menggunakan sepeda tua. Potret kontras ini menjadi gambaran, di balik seragam dan ketegasan, ada kepedulian yang menyentuh hati.

Momen tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Satlantas Polresta Bandar Lampung pada Selasa (28/4/2026). Sejak pagi, para personel melakukan patroli, mengatur lalu lintas di kawasan Pasar Tengah yang padat, hingga membantu pejalan kaki menyeberang di tengah ramainya aktivitas kota.

Insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.35 WIB di dekat lampu merah Tugu Adipura. Seorang pengendara motor perempuan terlibat tabrakan dengan kendaraan lain dan terjatuh di tengah jalan.

Meski kondisi lalu lintas padat, anggota Satlantas dengan sigap berlari menuju lokasi. Mereka memberikan pertolongan pertama, mengevakuasi korban ke tempat aman, serta mengamankan kendaraan yang terlibat agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Kasubnit Regident Satlantas Polresta Bandar Lampung, Ipda Putri Hellyana mengatakan kehadiran polisi di momen darurat menjadi bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat.

“Polisi humanis itu bagaimana kita membantu masyarakat dengan pendekatan yang tidak arogan, tapi dengan senyum, sapa, dan salam, sehingga mereka merasa aman dan terbantu,” ujarnya kepada Liputan6.com.

Dia mengaku, pengalaman membantu korban kecelakaan menjadi salah satu momen paling berkesan selama bertugas.

“Kami bisa hadir cepat saat masyarakat membutuhkan, itu menjadi kebanggaan tersendiri,” tambahnya.

Rutinitas Humanis di Jalanan Kota

Selain penanganan insiden, aksi humanis juga menjadi rutinitas harian. Mulai dari membantu anak-anak sekolah menyeberang jalan, mengatur lalu lintas di titik rawan macet, hingga memberikan imbauan kepada pengendara agar tertib berlalu lintas.

Menurut Putri, respons masyarakat terhadap kehadiran polisi di lapangan cenderung positif.

“Masyarakat sangat antusias karena merasa terbantu dengan kehadiran kami,” katanya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Ia mengakui tidak semua masyarakat bersikap kooperatif. Namun, pendekatan persuasif tetap menjadi pilihan utama.

“Kami berusaha memberikan penjelasan yang baik dan relevan agar bisa diterima masyarakat, termasuk saat menghadapi pengendara yang emosi,” jelasnya.

Di sisi lain, kepedulian sosial juga ditunjukkan para Polwan. Mereka menyapa Sanam (86), seorang penjual opak yang telah berjualan selama 10 tahun menggunakan sepeda tua di depan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Dalam interaksi singkat namun hangat itu, para petugas membeli dagangan Sanam. Senyum haru pun terpancar dari wajah lansia tersebut, mencerminkan kebahagiaan sederhana yang lahir dari perhatian kecil.

Polisi dan Ibu Sekaligus

Sementara itu, anggota Satlantas lainnya, Brigpol Ummu Hanny Fabela, mengungkapkan tantangan terbesar sebagai Polwan adalah membagi peran antara tugas negara dan keluarga.

Ia merupakan ibu dari dua anak berusia 7 dan 4 tahun. Menurutnya, menjadi Polwan bukan hanya soal hadir di lapangan, tetapi juga tetap menjalankan peran sebagai orang tua.

“Saya harus bisa membagi waktu antara tugas dan keluarga, agar tetap bisa mendidik anak dengan baik,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menegaskan, tujuan utama menjadi polisi adalah memberi manfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat “Polisi untuk Masyarakat”.

Ia juga mengenang momen haru saat bertemu anak-anak disabilitas yang berkunjung ke Polresta Bandar Lampung.

Meski memiliki keterbatasan, mereka tetap antusias dan bercita-cita menjadi polisi.

“Itu sangat menyentuh, mereka punya semangat luar biasa,” katanya.

Melalui berbagai pengalaman di lapangan, para Polwan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Polisi hadir bukan hanya untuk mengatur, tetapi juga merangkul. Mari kita utamakan keselamatan di jalan, karena itu tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |