Klinik Lapas Kelas I Palembang Raih Penghargaan Terbaik Pertama di Tingkat Nasional

8 hours ago 7

Liputan6.com, Palembang - Di balik tembok kawat berduri, standar baru pelayanan publik sedang dicoba raih oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Tak sekadar menjadi tempat pembinaan narapidana, Lapas yang akrab disapa Lapas Merah Mata ini baru saja mengukuhkan posisinya sebagai pionir kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Lapas tersebut meraih penghargaan Peringkat Pertama Kategori Klinik Lapas Terbaik tingkat nasional. Penghargaan ini bukan sekadar seremoni pemanis di atas kertas, melainkan pengakuan atas konsistensinya dalam memanusiakan warga binaan melalui akses kesehatan yang setara dengan masyarakat luar.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto kepada Kepala Lapas Kelas I Palembang M Pithra Jaya Saragih sebagai UPT dengan Klinik Terbaik Pertama tingkat nasional pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026.

"Keberhasilan tersebut merupakan buah dari transformasi panjang. Prestasi ini adalah hasil dari kerja bersama," ujar Pithra, Senin (27/4/2026).

"Yang terpenting adalah bagaimana kami menjaga konsistensi, memperkuat integritas, dan memastikan setiap tugas yang dijalankan dengan Profesional dilandasi dengan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur serta dapat dipertanggung jawabkan," sambung dia.

Berhasil Tekan Angka Kesakitan Warga Binaan

Pithra menjelaskan, isu kesehatan di Lapas sering kali menjadi titik lemah yang memicu kerawanan keamanan. Namun, kata dia, dengan perbaikan manajemen klinik, angka kesakitan warga binaan berhasil ditekan secara signifikan.

Pihaknya rutin melakukan skrining kesehatan berkala, mulai dari pemeriksaan penyakit menular hingga kesehatan mental. Langkah preventif ini menjadi kunci mengapa klinik mereka dianggap yang terbaik: mereka tidak hanya mengobati, tapi juga menjaga.

"Dengan kapasitas Lapas yang terus dinamis, beban kerja tenaga medis di Klinik Lapas Kelas I Palembang dipastikan akan tetap tinggi," ucap Pithra.

Namun, lanjut dia, dengan raihan penghargaan ini, pihaknya telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa integritas pelayanan publik bisa tumbuh subur bahkan di tempat paling terbatas sekali pun.

"Ini menjadi kebanggaan dan motivasi bagi jajaran pemasyarakatan di Sumatera Selatan untuk terus memberikan kinerja terbaik dalam mewujudkan layanan pemasyarakatan yang semakin humanis, profesional, dan berintegritas," tambah Pithra.

Satuan Kerja Raih Penghargaan

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Sumatera Selatan Erwedi Supriyatno mengatakan selain Lapas Kelas I Palembang, ada satuan kerja di wilahnya yang juga mendapatkan penghargaan.

"Satuan kerja itu meliputi Lapas Perempuan Palembang dengan meraih penghargaan sebagai Lapas Terbaik Kedua, dan Lapas Kelas IIB Muara Enim memperoleh penghargaan pada kategori UPT dengan Dapur Sehat Terbaik Ketiga," ucap Erwedi.

Dia menilai, capaian ini menegaskan, pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalankan sistem, tetapi membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata.

Pihaknya akan terus memperkuat perannya sebagai barometer pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan, disiplin, tanggung jawab, dan integritas yang sejalan dengan semangat kerja nyata dan pelayanan PRIMA.

"Ini bukan hanya penghargaan, tetapi amanah untuk terus menjaga integritas, profesional dalam memberikan layanan. Ini untuk memperkuat pengawasan, dan solid dalam bersinergi dengan mitra kerja, stakeholder serta memastikan lingkungan lapas tetap aman dan kondusif," pungkas Erwedi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |