Saham AI Palantir Melejit, Layak Dibeli atau Sudah Terlalu Mahal?

8 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kecerdasan buatan (AI) menjadi tren terbesar di Wall Street dalam beberapa tahun terakhir, mendorong lonjakan harga saham sejumlah perusahaan teknologi. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Palantir Technologies.

Dalam tiga tahun terakhir, saham Palantir menjadi perdebatan di kalangan investor. Pada awal era AI, valuasi perusahaan ini hanya sekitar USD 12 miliar. Kini, kapitalisasi pasarnya mendekati USD 400 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan software terbesar di dunia.

Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (19/3/2026), Palantir dikenal sebagai perusahaan spesialis analitik data. Namun, yang membedakannya dari perusahaan lain adalah pendekatan teknologi yang lebih maju.

Melalui platform Foundry, Palantir mampu membangun model data yang sangat detail atau disebut ontologi. Sistem ini memungkinkan perusahaan memahami data secara lebih mendalam dan real-time.

Tidak hanya itu, pengguna juga dapat melakukan simulasi berbagai skenario bisnis untuk melihat dampaknya terhadap operasional dan pelanggan.

Teknologi ini membuat Palantir menjadi infrastruktur penting bagi berbagai industri, mulai dari kesehatan, ritel, manufaktur, logistik, jasa keuangan, energi, hingga sektor pertahanan.

Pertumbuhan Pesat Berkat AI

Pertumbuhan Palantir semakin pesat sejak dimulainya era AI modern, yang ditandai dengan peluncuran ChatGPT pada akhir 2022.

Pada tahun tersebut, pendapatan perusahaan tumbuh 24% menjadi USD 1,9 miliar, dengan jumlah pelanggan mencapai 367.

Namun, dalam beberapa tahun berikutnya, kinerjanya melonjak tajam. Pada 2025, pendapatan Palantir meningkat 56% menjadi USD 4,5 miliar, dengan jumlah pelanggan mencapai 954.

Salah satu kontrak terbesar perusahaan adalah kerja sama dengan Angkatan Darat Amerika Serikat yang bernilai hingga USD 10 miliar dalam satu dekade.

Selain itu, total kontrak yang belum direalisasikan (remaining performance obligations) mencapai USD 11,2 miliar pada akhir 2025, naik 105% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan AI Palantir menjadi pendorong utama transformasi bisnis perusahaan.

Valuasi Tinggi, Peluang dan Risiko bagi Investor

Meski mencatat pertumbuhan pesat, valuasi saham Palantir menjadi sorotan.

Perusahaan ini memiliki rasio price-to-sales (P/S) sebesar 87 dan price-to-earnings (P/E) mencapai 241, yang dinilai sangat tinggi bahkan untuk perusahaan teknologi.

Namun, Palantir memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi. Pendekatan ontologi yang digunakan membuat perusahaan ini berbeda dari pesaing seperti Snowflake, Databricks, maupun Microsoft Fabric.

Palantir mampu membangun sistem data terintegrasi dari hulu ke hilir, sekaligus menawarkan peluang cross-selling kepada kliennya melalui berbagai produk seperti Foundry, Gotham, dan Apollo.

Hal ini menciptakan keunggulan struktural yang kuat di pasar.

Dengan pertumbuhan yang diperkirakan mencapai 61% pada 2026, Palantir dinilai masih memiliki potensi untuk terus mengungguli pasar.

Bagi investor jangka panjang, saham ini dinilai menarik, terutama bagi yang ingin membangun portofolio berbasis tema AI. Namun, risiko valuasi tinggi tetap perlu menjadi pertimbangan utama.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |