PTBA Gelontorkan Rp 25,8 Miliar untuk Eksplorasi Tambang

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Asam (Persero) Tbk melaporkan kegiatan eksplorasi pada Januari-Maret 2026 atau kuartal pertama 2026 dilakukan di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) oleh Internal PTBA dan pihak ketiga (kontraktor jasa pengeboran) dengan jumlah biaya yang telah dikeluarkan sebesar Rp 25,80 miliar (unaudited).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Selasa (7/4/2026), kegiatan eksplorasi meliputi pemetaan geologi, pengeboran (coring dan open hole), logging geofisika, pengambilan dan pengujian sampel batubara dan batuan, serta monitoring TOC (Top of Coal) dan BOC (Bottom of Coal). Kegiatan eksplorasi yang dilakukan di PTBA di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) pada kuartal pertama 2026 meliputi kegiatan pengeboran, logging geofisika, pengambilan sampel batu bara dan batuan serta monitoring ToC-BoC Front Tambang.

Kegiatan pengeboran dilaksanakan di empat IUP yaitu IUP Air Laya, IUP MTB, IUP Banko Barat dan Banko Tengah B sebanyak 94 titik dengan total kedalaman 14.652 meter.

Kegiatan pengeboran pada kuartal pertama utamanya bertujuan untuk perluasan coverage area eksplorasi di TEMS. PTBA mengungkapkan kegiatan eksplorasi lain dilakukan di lima IUP PTBA di TEMS seperti pengambilan sampel batu bara dan batuan pada titik bor eksplorasi maupun sampel batu bara pada pit aktif untuk kontrol kualitas batu bara (QC), dengan realisasi sebanyak 1.202 contoan batu bara (intibor dan front Tambang), 302 contoan batuan intibor untuk uji keasaman batuan dan 693 contoan batuan intibor untuk uji mekanika batuan. Kegiatan monitoring pengukuran TOC (Top of Coal) dan BOC (Bottom of Coal) terealisasi seluas 602 ha.

Rincian Kegiatan

Pada area Air Laya, Muara Tiga Besar, Banko Barat, dan Banko Tengah B, perusahaan mengalokasikan biaya sebesar Rp 18,08 miliar untuk kegiatan eksplorasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim internal bersama PT Resources ID dengan metode coring, open hole, serta logging geofisika. Hasilnya, perusahaan berhasil menyelesaikan 94 titik bor dengan total kedalaman mencapai 14.652 meter dalam kegiatan infill drilling.

Aktivitas Pengeboran

Selain itu, terdapat tambahan 90 titik bor dengan total panjang pengeboran 12.982 meter. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakupan area eksplorasi di tambang aktif, sekaligus meningkatkan akurasi data cadangan batubara.

Ke depan, perusahaan berencana melanjutkan aktivitas pengeboran tersebut pada tahun 2026 guna mendukung target produksi jangka panjang. Pengujian Kualitas Batubara dan Karakteristik Batuan Selain pengeboran, perusahaan juga melakukan pengambilan sampel batubara dan batuan di area Muara Tiga Besar, Air Laya, Banko Barat, serta Banko Tengah A dan B. Untuk kegiatan ini, dana yang digelontorkan mencapai Rp 6,12 miliar.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim internal dan PT Resources ID dengan fokus pada analisis kualitas batubara serta karakteristik batuan. Dari kegiatan ini, terkumpul sebanyak 1.202 sampel batubara yang digunakan untuk analisis kualitas.

Tak hanya itu, terdapat 302 sampel inti bor untuk uji keasaman batuan serta 693 sampel inti bor untuk pengujian mekanika batuan. Perusahaan memastikan bahwa kegiatan pengambilan sampel ini akan terus dilanjutkan sepanjang 2026. Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan kegiatan monitoring dengan total biaya sebesar Rp 0,92 miliar.

Kegiatan ini sepenuhnya dilakukan oleh tim internal perusahaan dengan metode pemantauan ToC–BoC front tambang. Monitoring tersebut mencakup area seluas 602 hektare, yang bertujuan untuk memastikan kondisi operasional tambang tetap sesuai dengan rencana kerja serta standar keselamatan dan lingkungan.

Bos PTBA Belum Lirik Opsi Buyback Saham

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) Arsal Ismail belum merencanakan buyback saham dalam waktu dekat. Kondisi yang stabil, hingga peluang naiknya harga batu bara menjadi sebagian pertimbangan.

Arsal mengaku masih melihat pergerakan saham serta kondisi keuangan perusahaan. Stabilnya kondisi tersebut dikatakan menjadi salah satu alasan belum ada rencana buyback saham dalam waktu dekat.

"Kita melihat situasi dan kondisinya, dikaitkan dengan kondisi keuangan kita juga. Terus sama-sama kita sementara ini kan relatif masih stabil lah, jadi buyback itu itu belum kami rencanakan lah gitu kan," kata Arsal usai konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).

Arsal mengakui opsi buyback saham masih tetap terbuka seiring dengan perkembangan situasi kedepannya. Misalnya, ada dampak lanjutan sentimen atas Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Kalau kita lihat secara umum, ya masih ada gejolak naik turun kan biasa. Tapi untuk di sektor energi, kebenaran kita lagi diuntungkan kan, harga batu baranya kan relatif naik sekarang ini ya. Meskipun nanti akan diimbangin dengan biaya BBM juga akan naik," ujar dia.

Arsal juga memastikan keuangan perusahaan tersedua jika langkah pembelian kembali saham itu diambil. "Ya ada, tapi tidak begitu banyak, ada lah dananya itu ya," ujar dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |