Liputan6.com, Jakarta - Nissan resmi mengakhiri produksi mobil legendaris GT-R R35 setelah 18 tahun mengaspal. Unit terakhir yang keluar dari pabrik Tochigi, Jepang, adalah GT-R Premium Edition T-Spec berwarna ikonik Midnight Purple yang ditujukan untuk konsumen di negeri asalnya.
Disitat dari Carscoops, Rabu (27/8/2025), selama hampir dua dekade Nissan berhasil memproduksi sekitar 48.000 unit GT-R R35 sejak pertama kali diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2007. Mobil yang dijuluki “supercar killer” ini dikenal karena performa buasnya, namun tetap menawarkan kenyamanan sebagai grand tourer.
GT-R R35 dirakit dengan sentuhan eksklusif. Seluruh mesinnya diproduksi secara manual oleh sembilan ahli mesin Nissan, atau yang dikenal dengan sebutan Takumi, di pabrik Yokohama. Setiap unit mesin bahkan diberi plakat khusus dengan nama sang perakit.
Selama perjalanannya, Nissan GT-R R35 mengalami beberapa penyegaran, termasuk facelift pada 2010, 2016, dan 2023. Varian paling bertenaga, GT-R Nismo, mampu menghasilkan tenaga hingga 600 hp dari mesin V6 3.8 liter twin-turbo VR38DETT.
Catatan waktu di Nürburgring pun berhasil dipangkas dari 7 menit 38 detik (2007) menjadi 7 menit 08,679 detik (2013).
Selain di jalan raya, GT-R R35 juga menorehkan prestasi di ajang motorsport. Mobil ini sukses meraih kemenangan di kelas GT500 dan GT300 Super GT Jepang, Blancpain GT Series Pro-Am, hingga balap ketahanan Super Taikyu. Reputasi inilah yang membuat GT-R dijuluki “Godzilla” oleh para penggemarnya di seluruh dunia.
Nissan Isyaratkan R36 Akan Hadir
Meski harus mengucapkan selamat tinggal pada R35, Nissan menegaskan bahwa GT-R belum berakhir. CEO Nissan, Ivan Espinosa, mengatakan GT-R akan kembali suatu saat nanti.
“Setelah 18 tahun perjalanan luar biasa, R35 meninggalkan jejak penting dalam sejarah otomotif. Namun ini bukanlah perpisahan untuk selamanya. Nama GT-R akan kembali di masa depan. Kami memahami ekspektasi tinggi dari para penggemar, jadi yang kami minta hanyalah sedikit kesabaran,” ujar Espinosa.
Mengenai penerusnya, Nissan belum memastikan apakah GT-R R36 akan sepenuhnya mengusung tenaga listrik atau justru memakai teknologi hibrida.
Konsep Nissan Hyper Force 2023 memberi isyarat ke arah mobil listrik performa tinggi, namun menurut pernyataan perencana produk Hiroshi Tamura, opsi hibrida juga masih terbuka sesuai kebutuhan pasar.
Nissan menegaskan, pelajaran dari R35 akan menjadi fondasi penting bagi GT-R generasi berikutnya. Mobil baru ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan “Godzilla”, tetapi juga menetapkan standar baru dalam performa.
Walau belum ada jadwal pasti, banyak pihak memperkirakan GT-R R36 akan meluncur sebelum dekade ini berakhir.