Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 7 April 2026

20 hours ago 7
  • Kapan IHSG berpeluang menguat?
  • Berapa kisaran pergerakan IHSG yang diprediksi untuk Selasa (7/4/2026)?
  • Apa penyebab pelemahan IHSG pada Senin, 6 April 2026?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham, Selasa, (7/4/2026). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 6.917-7.302.

IHSG melanjutkan koreksi 0,53% ke 6.989 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat pada perdagangan saham Senin, 6 April 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada  label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.849.

"Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.323-7.450,” ujar dia dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.917,6.846 dan level resistance 7.207,7.302.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.920-7.240.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Spec Buy

Saham BKSL bergerak flat ke 108 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun belum mampu menembus MA20. “Kami perkirakan, posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.

Spec Buy: 104-107

Target Price: 113, 119

Stoploss: below 103

2.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT menguat 5,08% ke 1.345 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi BRPT saat ini berada di akhir wave 5 dari wave (C) dari wave [B],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 1.160-1.255

Target Price: 1.610, 1.890

Stoploss: below 1.080

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Buy on Weakness

Saham ITMG terkoreksi 2,47% ke 26.650 dan masih didominasi oleh tekanan jual, penutupannya pun berada di bawah MA20. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi ITMG sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4.

Buy on Weakness: 26.250-26.650

Target Price: 28.550, 29.750

Stoploss: below 26.000

4.PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) - Buy on Weakness

Saham TKIM menguat 2,38% ke 8.600 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, kami memperkirakan posisi TKIM berada pada bagian dari wave [c] dari wave B,” kata dia.

Buy on Weakness: 8.450-8.600

Target Price: 9.175, 9.800

Stoploss: below 8.350

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 6 April 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin sore, seiring sikap hati-hati pelaku pasar dalam mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG tercatat turun 37,35 poin atau 0,53 persen ke level 6.989,43. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga melemah 6,82 poin atau 0,95 persen ke posisi 707,76.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pergerakan bursa saham di kawasan Asia cenderung bervariasi (mixed) karena meningkatnya kewaspadaan investor terhadap kondisi geopolitik.

“Bursa Asia bergerak mixed seiring investor mulai bersikap hati-hati terhadap perkembangan di Timur Tengah,” ujar Nico dikutip dari Antara, Senin (6/4/2026).

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu baru kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Bahkan, ancaman terhadap infrastruktur sipil disebut menjadi salah satu opsi jika jalur tersebut tetap tertutup.

Di sisi lain, muncul harapan dari upaya diplomasi, di mana AS, Iran, dan sejumlah mediator regional tengah merundingkan potensi gencatan senjata selama 45 hari.

Tekanan dari Dalam Negeri, Defisit APBN Jadi Sorotan

Selain faktor global, pelemahan IHSG juga dipengaruhi sentimen domestik, terutama terkait kondisi anggaran negara.

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Belanja pemerintah melonjak signifikan sebesar 31,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp815 triliun. Sementara itu, pendapatan negara tumbuh 10,5 persen menjadi Rp574,9 triliun.

Penerimaan pajak tercatat sebesar Rp394,8 triliun atau naik 20,7 persen. Namun, penerimaan dari kepabeanan dan cukai justru turun 12,6 persen menjadi Rp67,9 triliun. Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga mengalami penurunan sebesar 3 persen menjadi Rp112,1 triliun.

Di tengah kondisi tersebut, pasar juga mencermati rencana aksi korporasi sovereign wealth fund Danantara yang berencana mengakuisisi unit manajemen investasi milik bank-bank BUMN dengan nilai Rp2,7 triliun.

Sektor Bervariasi, Transaksi Tembus Rp 15 Triliun

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka melemah dan terus bertahan di zona merah hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat empat sektor yang mencatatkan penguatan. Sektor barang konsumen non primer memimpin dengan kenaikan 2,25 persen, diikuti sektor barang baku dan energi.

Namun, tujuh sektor lainnya mengalami pelemahan, dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 0,98 persen. Disusul sektor transportasi & logistik serta teknologi.

Untuk pergerakan saham, beberapa emiten yang mencatatkan penguatan tertinggi antara lain VOKS, ESIP, FORE, IFSH, dan POLA. Sementara saham yang melemah signifikan di antaranya DEFI, ALKA, DATA, RLCO, dan SOTS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 1,66 juta kali transaksi, dengan total 29,21 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp15,24 triliun. Sebanyak 255 saham menguat, 412 saham melemah, dan 151 saham stagnan.

Kondisi ini mencerminkan pasar yang masih dibayangi ketidakpastian, baik dari faktor global maupun domestik

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Agustina MelaniTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |