Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 30 Maret 2026

20 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan koreksi pada perdagangan saham Senin, (30/3/2026). IHSG hari ini berpeluang melemah 6.745-6.887. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG  melanjutkan koreksi 0,94% ke 7.097 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Jumat, 27 Maret 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887.

“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.770,” kata dia.

Herditya prediksi, IHSG berada di level support 7.057,6.917 dan level resistance 7.374,7.527.

Herditya mengatakan, pada pekan ini, sentimen IHSG masih seputar Timur Tengah dan kondisi pasar secara global yang cenderung koreksi. IHSG sepekan bergerak di level support 7.059 dan level resistance 7.136.

Dalam riset itu PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 7.000-7.240.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Buy on Weakness

Saham CUAN menguat 2,22% ke 1.150 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Saat ini, kami memperkirakan posisi pergerakan CUAN sedang berada di akhir wave 5 dari wave (C) dari wave [A],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 1.040-1.125

Target Price: 1.475, 1.745

Stoploss: below 995

2.PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) - Buy on Weakness

DSNG menguat 4,58% ke 1,600 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi DSNG sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.560-1.590

Target Price: 1.670, 1.745

Stoploss: below 1.530

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3. PT United Tractors Tbk (UNTR) - Buy on Weakness

Saham UNTR terkoreksi 0,65% ke 30.600 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi UNTR sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [v].

Buy on Weakness: 29.475-30.350

Target Price: 31.300, 32.000

Stoploss: below 29.075

4.PT Sumber Alfaria Tbk (AMRT) - Sell on Strength

Saham AMRT terkoreksi 0,34% ke 1.455 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi AMRT sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5 dari wave (C), sehingga AMRT masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 1.160-1.345.

Sell on Strength: 1.470-1.520

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 27 Maret 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Jumat, (27/3/2026). IHSG hari ini merosot di tengah mayoritas sektor saham memerah dan transaksi harian saham yang lesu.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,94% ke posisi 7.097,05. Indeks saham LQ45 turun 1,74% ke posisi 718,9. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Tim riset Philip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya dikutip dari Antara, indeks saham di Asia pada Jumat, 27 Maret 2026 ditutup beragam dengan kecenderungan melemah. Hal ini seiring dengan semakin besarnya keraguan mengenai de-eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Dari mancanegara, ekspektasi terhadap adanya negosiasi antara AS dan Iran selama pekan ini, telah meningkatkan volatilitas pasar saham global. Pelaku pasar tampak ragu atau skeptis terhadap penegasan Presiden AS Donald Trump bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Sentimen IHSG Lainnya

Keraguan terhadap peluang berakhirnya konflik meningkat tajam setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan mengeluarkan proposal balasan, sementara AS akan mengirimkan lebih banyak pasukan ke kawasan Timur Tengah.

Konflik yang saat ini memasuki pekan keempat, kemungkinan akan memicu inflasi global dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi banyak negara di tengah meningkatnya harga bahan energi dan gangguan perdagangan dunia.

Trump mengatakan, telah memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS dan membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari tambahan hingga tanggal 6 April 2026, untuk memberikan lebih banyak waktu bagi proses negosiasi.

Trump menuturkan, perpanjangan ini dilakukan atas permintaan Iran, dan dikabulkan oleh AS sebagai imbalan atas di izinkannya 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai hadiah dari Iran.

Sementara itu, sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak dimulainya perang AS dengan Iran, meskipun Iran mengatakan selat tersebut hanya ditutup untuk musuh-musuhnya.

Belakangan ini, Iran tampaknya telah mendirikan pintu tol untuk kapal-kapal yang melintasi selat tersebut, dengan Lloyd's List Intelligence melaporkan bahwa sejumlah kapal membayar biaya perjalanan dalam mata uang Yuan China.

Sektor Saham

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.154,55 dan level terendah 7.070,21. Sebanyak 379 saham melemah sehingga bebani IHSG. 274 saham menguat dan 167 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.393.686 kali dengan volume perdagangan saham 19,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.961.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham menguat. Sektor saham energi naik 0,35%, sektor saham kesehatan bertambah 0,12% dan sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,01%.

Sementara itu, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,29% dan catat penurunan terbesar. Sektor saham industri merosot 1,27%, sektor saham basic terpangkas 0,42% dan sektor saham consumer siklikal melemah 0,33%.

Sedangkan sektor saham keuangan terperosok 0,56%, sektor saham properti melemah 0,28%, sektor saham teknologi susut 0,97%, sektor saham transportasi melemah 0,54%

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |