Liputan6.com, Jakarta - Nama Yangwang U9 kian santer dibicarakan di dunia otomotif. Supercar listrik besutan BYD ini tidak hanya menghadirkan performa ekstrem, tetapi juga sukses mencatat pencapaian penting sebagai mobil listrik asal Tiongkok pertama yang menembus angka distribusi lebih dari 100 unit.
Berdasarkan laporan CarNewsChina, Rabu (27/8/2025), pengiriman perdana Yangwang U9 dilakukan pada 21 Agustus tahun lalu. Dalam kurun waktu satu tahun, total 149 unit telah diterima konsumen.
Catatan ini menjadi bukti bahwa pasar domestik Tiongkok mulai terbuka terhadap supercar listrik premium buatan lokal, sesuatu yang sebelumnya selalu didominasi merek Eropa maupun Amerika.
Salah satu faktor yang membuat U9 begitu mencuri perhatian adalah perbedaan harga dibanding rivalnya. Umumnya, hypercar papan atas dibanderol lebih dari 10 juta yuan (sekitar Rp22 miliar), bahkan ada yang menembus hampir 30 juta yuan (Rp65 miliar). Di sisi lain, Yangwang U9 ditawarkan dengan harga 1,68 juta yuan atau sekitar Rp3,8 miliar.
Meski tetap tergolong mahal, selisih harga yang sangat jauh menjadikan U9 lebih mudah dijangkau bagi kalangan kolektor supercar di Tiongkok.
Dengan positioning harga ini, BYD tampaknya ingin menunjukkan bahwa performa tinggi tidak selalu harus ditebus dengan banderol selangit.
Performa Ekstrem, Klaim Masih Diperdebatkan
Dari sisi performa, U9 diklaim sebagai mobil listrik tercepat di Tiongkok. Pengujian langsung memperlihatkan mobil ini sanggup melesat dengan kecepatan puncak yang sangat impresif.
Kendati demikian, menyebutnya sebagai mobil listrik tercepat di dunia masih menjadi perdebatan.
Rekor dunia kecepatan kendaraan listrik masih dipegang oleh Venturi Buckeye Bullet 3, prototipe riset buatan mahasiswa Universitas Negeri Ohio.
Pada September 2016, mobil tersebut mencatat rekor kecepatan rata-rata dua arah 341,4 mph atau sekitar 549,4 km/jam. Angka ini masih belum bisa ditandingi oleh supercar listrik komersial mana pun hingga saat ini.
Tonggak Baru untuk Industri Otomotif Tiongkok
Kehadiran Yangwang U9 sekaligus menandai transformasi industri otomotif Tiongkok. Dari yang awalnya dikenal sebagai produsen mobil massal dengan harga terjangkau, kini mulai berani bersaing di segmen supercar premium.
Dengan pengiriman hampir 150 unit hanya dalam waktu setahun, U9 membuktikan bahwa konsumen Tiongkok tidak ragu melirik produk lokal meski berada di kelas mewah. BYD melalui brand Yangwang pun semakin mantap menempatkan diri sebagai pemain global di kancah otomotif masa depan.
Keberhasilan ini dipandang sebagai langkah penting Tiongkok untuk mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai raksasa otomotif di pasar massal, tetapi juga sebagai inovator di lini kendaraan listrik berperforma tinggi.