Paraga Artamida Beli Saham BSDE Rp 9,36 Miliar

15 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham pengendali PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), yakni PT Paraga Artamida, kembali meningkatkan kepemilikan saham di emiten properti tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/3/2026), aksi ini dilakukan melalui transaksi pembelian saham di pasar.

Dalam laporan tersebut disebutkan, PT Paraga Artamida membeli sebanyak 12.497.000 saham BSDE dengan harga Rp 749 per saham pada 11 Maret 2026 atau Rp 9,36 miliar. Sebelum transaksi, jumlah saham yang dimiliki tercatat sebanyak 8.522.862.464 saham dengan porsi hak suara sebesar 40,26%.

Setelah pembelian, kepemilikan meningkat menjadi 8.535.359.464 saham atau setara dengan 40,32% hak suara. Aksi ini menegaskan komitmen pemegang saham pengendali dalam memperkuat posisi di perusahaan properti tersebut, sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap prospek bisnis BSDE ke depan.

Bumi Serpong Damai (BSDE) Kantongi Prapenjualan Rp 10,04 Triliun

Sebelumnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengantongi prapenjualan Rp 10,04 triliun pada 2025. Prapenjualan Bumi Serpong Damai itu melampaui target 2025 yang telah dipatok sebelumnya Rp 10 triliun.

Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya menuturkan, pencapaian itu mencerminkan pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan prapenjualan 2024 yang tercatat sebesar Rp 9,72 triliun.

"Capaian ini sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam,” ujar dia dikutip dari keterbukaan informasi BEI, ditulis Selasa, 3 Februari 2026.

BSDE Tawarkan Obligasi Rp 1,2 Triliun, Segini Kisaran Bunganya

Sebelumnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menawarkan obligasi berkelanjutan IV tahap II tahun 2025 senilai Rp 1,25 triliun. Obligasi berkelanjutan yang ditawarkan Bumi Serpong Damai itu bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan IV dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 2 triliun.

Obligasi yang ditawarkan terdiri dari empat seri antara lain dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/12/2025):

  • Seri A: Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 73,40 miliar dengan tingkat bunga obligasi 5,5% per tahun. Jangka waktu obligasi seri A adalah tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi.
  • Seri B: Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 458,20 miliar dengan tingkat bunga obligasi sebesar 6% per tahun. Jangka waktu obligasi seri B lima tahun sejak tanggal emisi.
  • Seri C: Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 509,25 miliar dengan tingkat bunga obligasi 6,25% per tahun. Jangka waktu obligasi seri C adalah tujuh tahun yang juga terhitung sejak tanggal emisi.
  • Seri D: Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 210 miliar dengan tingkat bunga obligasi 6,5% per tahun. Jangka waktu obligasi seri D 10 tahun yang terhitung sejak tanggal emisi.

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 17 Maret 2026 sedangkan pembayaran bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada 17 Desember 2028 untuk Obligasi Seri A, 17 Desember 2030 untuk Obligasi Seri B, 17 Desember 2032 untuk Obligasi Seri C, dan 17 Desember 2035 untuk Obligasi Seri D.

"Pembayaran obligasi masing-masing seri dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo,” demikian seperti dikutip.

Selain itu, perseroan juga menawarkan sukuk ijarah berkelanjutan II Bumi Serpong Damai Tahap II Tahun 2025 dengan sisa imbalan ijarah sebesar Rp 500 miliar. Sukuk ijarah itu bagian dari sukuk ijarah berkelanjutan II Bumi Serpong Damai dengan target dana Rp 1 triliun.

Penawaran Sukuk

Sukuk ijarah itu ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah sisa imbalan ijarah dan terdiri dari dua seri yakni:

Seri A: Jumlah sisa imbalan sukuk ijarah seri A yang ditawarkan sebesar Rp 340 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 21,25 miliar per tahun. Itu ekuivalen sebesar 6,25% per tahun, berjangka waktu tujuh tahun.

Seri B: jumlah sisa imbalan sukuk ijarah seri B yang ditawarkan sebesar Rp 160 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 10,40 miliar per tahun atau ekuivalen sebesar 6,50% per tahun. Sukuk ijarah itu berjangka waktu tujuh tahun.

Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap tiga bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah.

Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dilakukan pada 17 Maret 2026, sedangkan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pembayaran Sisa Imbalan Ijarah adalah pada 17 Desember 2032 untuk Sukuk Ijarah Seri A dan 17 Desember 2035 untuk Sukuk Ijarah Seri B.

"Pembayaran Sisa Imbalan Ijarah masing-masing seri Sukuk Ijarah dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo,” demikian seperti dikutip.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |