OJK: Transaksi Harian Pasar Modal Sentuh Rp 20,66 Triliun per Maret 2026

10 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan di tengah tekanan global dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan, aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia justru tetap menunjukkan kinerja yang solid. 

OJK mencatat rata-rata nilai transaksi harian saham selama Maret 2026 mencapai Rp 20,66 triliun, mencerminkan minat investor yang masih tinggi. Kondisi ini terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam. 

"Aktivitas transaksi saham misalnya tercatat masih terus menunjukkan angka yang solid dan tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian itu sudah ada di angka Rp 20,66 triliun selama bulan Maret 2026,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi,  dalam Konferensi Pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Adapun OJK mencatat per 1 April 2026, IHSG berada di level 7.184,44 atau turun 16,91% secara year to date (YtD), seiring dengan tekanan eksternal yang berasal dari dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi global.

“Kalau kita lihat per 1 April 2026 kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan ada di level 7.184,44 atau telah mengalami koreksi sebanyak 16,91% secara year to date,” ujarnya.

Hasan mengatakan, meskipun pasar mengalami tekanan, aktivitas transaksi tetap berjalan dengan baik. Menurut dia, tingginya nilai transaksi harian mencerminkan bahwa likuiditas di pasar masih terjaga dan investor tetap aktif melakukan perdagangan. Hal ini menjadi indikator penting kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal domestik belum luntur.

Selain itu, kondisi likuiditas juga tercermin dari spread bid-ask yang relatif stabil di kisaran 1,55 kali. Angka ini menunjukkan bahwa mekanisme pasar masih berjalan dengan efisien di tengah fluktuasi yang terjadi.

Hasan menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan pasar secara harian untuk mengukur respons investor terhadap berbagai sentimen yang berkembang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Resiliensi Pasar di Tengah Tekanan Global

Di sisi lain, pasar modal juga masih mampu menjalankan fungsinya sebagai sumber pembiayaan bagi korporasi. Hingga akhir Maret 2026, total penghimpunan dana di pasar modal tercatat mencapai Rp 51,96 triliun.

"Selain itu pasar modal juga tetap dapat menjalankan fungsi sebagai sarana untuk mendapatkan sumber pembiayaan dengan total penghimpunan dana korporasi itu sudah ada di angka Rp 51,96 triliun tercatat hingga akhir bulan Maret 2026 ini,” ujarnya.

Menurut dia, dengan kondisi tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan global ke depan, didukung oleh partisipasi investor yang tetap aktif dan kondisi likuiditas yang terjaga.

Bos OJK Yakinkan Investor Pasar Modal Indonesia Bakal Membaik

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih, Friderica Widyasari Dewi memastikan pasar modal Indonesia akan semakin membaik. Dia menilai, keyakinan investasi bisa dilihat dari fundamentalnya.

Friderica meminta investor pasar modal untuk melihat aspek fundamental untuk berinvestasi. "Kemudian untuk investor selalu kita sampaikan, untuk investor Indonesia selalu kalau berinvestasi lihat fundamentalnya," kata Friderica di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Dia mengatakan, krisis pernah dilalui pasar modal pada 2008 lalu. Namun, ada keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan prospek pertumbuhannya ke depan.

"Dinamika global apalagi geopolitik dan lain-lain itu adalah hal yang harus kita perhatikan juga, tetapi kalau kita sebagai long term investor mestinya melihat potensi Indonesia ke depan seperti apa, dan kami yakin sangat baik untuk investor retail terutama untuk berinvestasi di Indonesia," tuturnya.

Senada, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK terpilih, Hasan Fawzi masih terus akan mengawal proposal mengenai perbaikan pasar modal. "Tentu kita akan terus fokus untuk mengawal proposal yang kita ajukan kepada para index provider global yang pada intinya adalah mengedepankan transparansi dan menghadirkan integritas," ujarnya.

"Sehingga pada akhirnya kita harapkan pasar modal kita menjadi pasar yang betul-betul kredibel di mata seluruh investor termasuk investor global dan menjadi tempat investasi yang nyaman bagi para investor," tambah Hasan.

Reformasi Pasar Modal Jadi Prioritas

Sebelumnya, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan fokus pertamanya usai disahkan menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Reformasi pasar modal Indonesia menjadi langkah pertama yang akan diambil.

Reformasi Pasar Modal

Dia mengatakan, hal tersebut sebetulnya telah menjadi perhatian sebelum dia menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR. 

"Reformasi integritas di pasar modal merupakan salah satu prioritas utama kita pada saat ini ketika nanti kita menjabat dan sebetulnya sudah kita lakukan dalam kemarin kami menjadi pejabat sementara," kata Friderica usai Rapat Paripurna, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis,12 Maret 2026.

"Reformasi integritas pasar modal menjadi salah satu fokus utama kita terutama saat ini ya, bahkan bisa kita katakan itu prioritas kita yang utamalah saat ini," tegas dia.

Ada 8 Prioritas

Dia menerangkan, ada 8 prioritas. Ini terkait dengan likuiditas pasar, integritas data, hingga investor. Friderica juga menyampaikan OJK akan melakukan penindakan tegas.

"Kita melakukan enforcement terhadap kasus-kasus yang terjadi di pasar modal dan akan ada lagi ya, akan kita lakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan dan kita terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," ujar dia.

OJK juga membentuk satuan tugas untuk transformasi pasar modal. Bergandengan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan pihak terkait lainnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |