Liputan6.com, Jakarta - Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Nio, memutuskan mencabut fasilitas tukar baterai gratis seumur hidup bagi sebagian pengguna awal. Keputusan ini memicu kontroversi di kalangan pemilik mobil listrik Nio, terutama karena dilakukan secara sepihak dan tanpa penjelasan rinci.
Langkah tegas ini disebut sebagai bentuk penertiban atas penyalahgunaan fasilitas tukar baterai yang awalnya diberikan secara cuma-cuma kepada pembeli pertama model ES8 dan ES6 sejak 2019.
Salah satu pengguna, yang dikenal dengan nama samaran Mr. Gao, mengaku membeli Nio ES8 Signature Edition seharga lebih dari 600 ribu yuan (sekitar Rp1,8 miliar) pada 2020. Ia merupakan bagian dari gelombang awal yang menerima fasilitas garansi dan penukaran baterai gratis seumur hidup. Namun, pada 9 Juli 2025, ia menerima SMS dari Nio yang menyatakan bahwa hak istimewanya itu telah dicabut tanpa alasan spesifik.
Fasilitas Dibatasi untuk Pemakaian Pribadi
Nio sebelumnya telah mengumumkan di aplikasinya pada 10 Juni bahwa mereka tengah menyelidiki "kendaraan operasional yang menyalahgunakan hak pemilik pertama". Dalam keterangannya, perusahaan menyebutkan bahwa fasilitas seperti garansi seumur hidup dan penukaran baterai hanya berlaku untuk penggunaan pribadi, bukan untuk kepentingan komersial seperti taksi atau ride-hailing.
Laporan dari media lokal Dutenews bahkan mengungkapkan bahwa beberapa pengguna menggunakan baterai hasil tukar untuk kebutuhan yang tak lazim, seperti menyalakan lampu pabrik, AC, kulkas di supermarket, bahkan mengaliri listrik ke kantor sementara di proyek konstruksi. Salah satu pengguna bahkan dilaporkan menghemat tagihan listrik hingga 2.000 yuan (sekitar Rp4,5 juta) per bulan dengan memanfaatkan penukaran baterai tersebut.
Perubahan Kebijakan Bertahap
Awalnya, kebijakan tukar baterai gratis seumur hidup menjadi nilai jual utama Nio, terutama ketika infrastruktur pengisian daya masih minim. Namun, seiring pertumbuhan jumlah pengguna dan kebutuhan efisiensi biaya, Nio mulai memperketat aturan:
Oktober 2020: Batas tukar baterai diturunkan dari tanpa batas menjadi 6 kali per bulan. April 2023: Dikurangi lagi menjadi 4 kali per bulan. November 2023: Daya listrik gratis dibatasi hingga 15 kWh per bulan, sisanya berbayar. Pencabutan hak tukar baterai ini diduga menjadi bagian dari strategi Nio untuk memangkas biaya operasional dan mengejar target profit pada kuartal keempat 2025.
Sulit Buktikan Penyalahgunaan
Meski kebijakan melarang penggunaan komersial sudah jelas, dalam praktiknya tidak mudah bagi Nio untuk membuktikan pelanggaran. Banyak pengguna yang mendaftarkan kendaraannya untuk layanan ride-hailing yang sulit dilacak. Oleh karena itu, analis menduga Nio kini mengandalkan model analisis data internal untuk mendeteksi pola penyalahgunaan.
Saat ini, Nio mengoperasikan lebih dari 3.000 stasiun penukaran baterai di seluruh Tiongkok lebih banyak dibandingkan stasiun supercharging milik Li Auto dan XPeng jika digabung. Namun, beban biaya operasional membuat perusahaan harus mengambil langkah tidak populer ini.