Metrodata Electronics Kantongi Pendapatan Rp 27,17 Triliun, Tumbuh 8,06% pada 2025

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (27/3/2026), PT Metrodata Electronics Tbk meraup pendapatan bersih Rp 27,17 triliun pada 2025. Pendapatan naik 8,06% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 25,14 triliun.

Seiring pertumbuhan pendapatan, laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk naik 10,02% menjadi Rp 813,99 miliar hingga 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 739,80 miliar.

“Kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas penjualan PC dan notebook menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung kinerja di tengah melemahnya daya beli dan pengetatan belanja pemerintah, seiring dengan strategi diversifikasi produk serta penguatan layanan pada segmen solusi dan konsultasi yang turut mendorong pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Dari berbagai jenis usaha yang digeluti Perseroan, unit bisnis Distribusi tetap menjadi kontributor utama pendapatan. Penerapan strategi diversifikasi produk telah mengantarkan unit bisnis Distribusi meraih pertumbuhan penjualan hingga 9,0% dari tahun sebelumnya. Dimana penjualan segmen Smartphone tumbuh signifikan sebesar 24,6% dan segmen komersial meningkat 7,2%.

 Sementara itu, unit Solusi dan Konsultasi Digital terus menunjukkan peningkatan kualitas pertumbuhan. Penjualan unit ini meningkat 4,5% dengan perolehan laba bersih naik hingga 12,0%. Meningkatnya permintaan pada layanan berbasis teknologi, khususnya Cloud, Hybrid infrastructure, Cybersecurity merupakan faktor utama pendukung pertumbuhan bisnis solusi milik Perseroan.

 Di sisi lain, model bisnis berbasis subscription (berlangganan) pada unit solusi dan konsultasi menjadi kunci kemampuan Perseroan menjaga stabilitas perolehan dari recurring income alias pendapatan berulang. Sementara seiring berlanjutnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor, perolehan order pada unit solusi dan konsultasi telah mulai menunjukkan tren pemulihan.

Sementara itu, beban pokok pendapatan naik 8,46% menjadi Rp 24,94 triliun dari 2024 sebesar Rp 22,99 triliun.

Aset MTDL

Laba kotor naik 3,8% menjadi Rp 2,23 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,14 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan tumbuh 5,37% menjadi Rp 1,44 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,37 triliun. Seiring hal itu, perseroan mencatat laba bersih per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 66 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 60.

Ekuitas naik 11,5% menjadi Rp 6,31 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 5,66 trliun. Liabilitas bertambah 13,6% menjadi Rp 6,80 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 5,99 triliun. Aset perseroan bertambah 12,6% menjadi Rp 13,12 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 11,65 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 1,29 triliun pada 2025.

“Keberhasilan melalui tantangan kondisi makro tahun 2025 ini membuat kami semakin optimis dalam upaya memperkuat posisi Perseroan sebagai digital solution provider dan dalam upaya meraih target menjadi perusahaan TIK terbesar di Indonesia,” kata Susanto.

Metrodata Gandeng AWS Genjot Adopsi AI Melalui Megarock

Sebelumnya, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) terus memperkuat perannya dalam mendorong adopsi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di berbagai sektor industri nasional. Salah satu komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Megarock, solusi AI terintegrasi yang dikembangkan oleh anak usaha Perseroan, PT Mitra Integrasi Informatika (MII) bekerjasama dengan AWS.

Megarock dirancang sebagai platform AI end-to-end yang mengintegrasikan kapabilitas data, analitik, dan kecerdasan buatan ke dalam proses bisnis perusahaan.

Solusi ini memungkinkan pelaku industri untuk mengimplementasikan AI secara lebih terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan operasional, sekaligus mempercepat perjalanan transformasi digital mereka.

Solusi ini dirancang fleksibel untuk digunakan lintas industri, termasuk jasa keuangan, manufaktur, energi, hingga sektor berbasis layanan, dengan fokus pada peningkatan efisiensi, produktivitas, dan kualitas pengambilan keputusan.

Direktur Metrodata, Alexander Kuntoro menuturkan, hadirnya Megarock yang bekerjasama dengan AWS melalui Amazon Bedrock dan Amazon SageMaker menjadi rangkaian solusi AI, Machine Learning (ML) dan Generatif AI siap pakai untuk membantu perusahaan dari berbagai sektor mempercepat perjalanan inovasi dan adopsi AI secara praktis dan berkelanjutan.

"Penguatan solusi AI ini sejalan dengan kinerja Perseroan yang solid sepanjang kuartal III 2025. Hingga periode tersebut, MTDL berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 18,8 triliun, tumbuh 9,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari hasil tersebut, kinerja Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi juga mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 20,5% secara tahunan,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (23/12/2025).

AI jadi Pilar Strategis

Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi MTDL sendiri terus mencatatkan kinerja yang solid, didorong oleh tingginya permintaan terhadap solusi cloud, digital business platform, cybersecurity, dan AI.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja menambahkan, AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung, tetapi telah menjadi pilar strategis dalam pengambilan keputusan dan peningkatan daya saing bisnis.

"Metrodata berkomitmen tidak akan berhenti di sini tetapi akan terus memperkenalkan adopsi-adopsi berbasis AI lainnya untuk membantu pelanggan mengadopsi AI secara komprehensif, mulai dari strategi, implementasi, hingga operasional,” kata dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |