MEDC Siapkan Dana Rp 150 Miliar untuk Lunasi Obligasi

7 hours ago 3
  • Kapan obligasi Medco Energi senilai Rp 150 miliar jatuh tempo?
  • Dari mana dana pelunasan obligasi Medco Energi berasal?
  • Ekspansi bisnis apa yang dilakukan MedcoEnergi di Malaysia?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyiapkan dana untuk melunasi obligasi jatuh tempo pada 7 Juli 2026. Obligasi tersebut merupakan obligasi berkelanjutan V Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2023 seri A sebesar Rp 150 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (20/3/2026), Perseroan telah menyediakan dana untuk melunasi pembayaran obligasi pada 7 Juli 2026. Rinciannya antara lain:

-Dana yang telah disediakan oleh perusahaan adalah sejumlah nilai pokok daripada obligasi tersebut beserta kupon yang belum terbayar. Adapun jumlah pokok obligasi sebesar Rp 150 miliar dengan jatuh tempo 7 Juli 2026.

"Dana untuk pembayaran pokok obligasi telah ditempatkan di rekening escrow perusahaan, sementara dana untuk pembayaran kupon ditempatkan di rekening giro perusahaan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan dana untuk pembayaran pokok obligasi berasal dari hasil penerbitan obligasi berkelanjutan VI Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2025 pada Juni 2025.

Obligasi berkelanjutan VI Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2025 itu diterbitkan senilai Rp 1 triliun. “Tujuan penggunaan dana untuk melunasi obligasi rupiah perusahaan yang jatuh tempo pada 2026 yakni termasuk untuk pembayaran obligasi,” demikian seperti dikutip.

Perseroan menyatakan berkomitmen melunasi obligasi pada 7 Juli 2026 dan tidak berencana mengubah keputusan dan hal penting lainnya terkait pelunasan tersebut.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, harga saham MEDC naik 2,86% ke posisi Rp 1.800 per saham. Harga saham MEDC dibuka bertambah lima poin ke posisi Rp 1.755 per saham. Harga saham MEDC berada di level tertinggi Rp 1.820 dan terendah Rp 1.750 per saham. Total frekuensi perdagangan 17.342 kali dengan volume perdagangan 5.637.472 saham. Nilai transaksi Rp 992,3 miliar.

Medco Ditunjuk Kelola PSC Cendramas Lepas Pantai Malaysia

Sebelumnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) kembali memperluas portofolio bisnis hulu migas di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan dengan kode saham MEDC ini mengumumkan bahwa anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, Medco Asia Pacific Limited, memperoleh Surat Penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) untuk mengelola Kontrak Bagi Hasil Cendramas (PSC Cendramas) di lepas pantai Malaysia.

MedcoEnergi menjelaskan bahwa Medco Asia Pacific Limited akan bertindak sebagai operator PSC Cendramas. Adapun mitra yang diusulkan dalam kontrak tersebut meliputi DIALOG Resources Sdn. Bhd. dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd.

Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh PETRONAS kepada Perseroan. Menurutnya, penunjukan ini menjadi peluang strategis bagi MedcoEnergi untuk memperkuat eksistensi di sektor hulu migas regional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PETRONAS atas penunjukan ini dan kepercayaan yang diberikan untuk menetapkan Medco Asia Pacific Limited sebagai Operator PSC Cendramas. Kami terus menantikan kerja sama yang erat dengan PETRONAS, DIALOG, dan EnQuest untuk menjalankan kegiatan operasi yang aman dan andal serta memaksimalkan nilai dari aset ini,” ujar Hilmi dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

MedcoEnergi menegaskan bahwa penunjukan tersebut masih bersifat bersyarat. Proses selanjutnya akan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak bagi hasil, perjanjian operasi bersama, serta pemenuhan berbagai persyaratan pendahuluan lain yang ditetapkan oleh PETRONAS.

Keberhasilan ini dinilai mempertegas posisi MedcoEnergi sebagai salah satu perusahaan energi nasional yang aktif mengembangkan portofolio internasional, sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan di sektor energi.

Turunkan Emisi, MedcoEnergi Pakai Nitrogen Gas Blanketing di Blok Corridor

Sebelumnya, upaya menurunkan emisi, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya Medco E&P Grissik Ltd menerapkan nitrogen gas blanketing pada tangki penyimpanan fasilitas migas di Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjalankan operasi yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan selaras dengan agenda iklim global.

“Komitmen kami tidak berhenti pada penurunan emisi, tetapi juga pada bagaimana emisi tersebut diukur, dikelola, dan dilaporkan secara kredibel,” ujar Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Sistem ini berpotensi menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sekitar 1.100 tCO₂e/tahun, yang sebagian besar berasal dari metana. Hasil ini menunjukkan bahwa pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi operasional dapat berjalan beriringan.

Langkah ini juga sejalan dengan keikutsertaan MedcoEnergi dalam Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, standar global yang mendorong transparansi dan akurasi dalam pengukuran serta pelaporan emisi metana.

Sejajar Perusahaan Energi Global

Melalui partisipasi ini, MedcoEnergi menempatkan diri sejajar dengan perusahaan energi global lainnya, yang mengedepankan akuntabilitas data dan tata kelola emisi yang kuat.

“Pengurangan emisi metana bukan sekadar soal kepatuhan atau teknologi, tetapi tentang bagaimana kami menjalankan operasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tambah Ronald.

Hal ini dikatakan menunjukkan bahwa inisiatif di lapangan dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi. 

MedcoEnergi berhasil melampaui target penurunan emisi 2025 untuk dan tetap berada pada jalur yang sesuai untuk mencapai target interim 2030.

MedcoEnergi akan terus memperluas penerapan teknologi efisiensi energi dan rendah emisi sebagai bagian dari aspirasi mencapai Net Zero Emission Cakupan 1 dan 2 pada 2050 serta Cakupan 3 pada 2060.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |