Mayora Meraup Penjualan Rp 38,6 Triliun pada 2025

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat kinerja keuangan beragam sepanjang 2025. Perseroan meraih pertumbuhan penjualan tetapi laba turun pada 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (18/3/2026), PT Mayora Indah Tbk meraup penjualan Rp 38,68 triliun pada 2025. Penjualan perseroan naik 7,23% dari 2024 sebesar Rp 36,07 triliun.

Beban pokok penjualan naik 8,7% menjadi Rp 30,18 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 27,77 triliun. Seiring hal itu, laba kotor naik 2,28% menjadi Rp 8,49 triliun dari 2024 sebesar Rp 8,30 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp 3,88 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,52 triliun. Beban umum dan administrasi bertambah 8,69 persen menjadi Rp 885,62 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 857,91 miliar. Dengan demikian, beban usaha naik 8,69% menjadi Rp 4,76 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,3 triliun.

Dengan demikian, laba usaha susut 4,89% menjadi Rp 3,72 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,91 triliun. Laba sebelum pajak merosot 6,8% dari Rp 3,88 triliun pada 2024 menjadi Rp 3,61 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 4,5% menjadi Rp 2,86 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,01 triliun. Dengan demikian, laba per saham turun menjadi Rp 128,42 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 134,19.

Ekuitas perseroan naik 7,3% menjadi Rp 18,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 17,10 triliun. Liabilitas bertambah 3,09% menjadi Rp 13,01 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 12,62 triliun.  Aset perseroan tumbuh 5,5% menjadi Rp 31,37 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 29,72 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara Rp 5,8 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,6 triliun.

Mayora Kantongi Laba Rp 1,84 Triliun hingga September 2025

Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat penurunan penjualan dan laba dari Januari-September 2025.

Mengutip laporan keuangan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (9/11/2025), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) meraup penjualan Rp 27,15 triliun hingga September 2025. Penjualan tersebut turun 5,92% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 25,6 triliun.

Beban pokok penjualan naik 5,9% menjadi Rp 21,39 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,52 triliun. Laba kotor perseroan turun 5,7% menjadi Rp 5,78 triliun hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,11 triliun.

Beban usaha perseroan tercatat Rp 3,37 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,38 triliun. Laba usaha susut 12,72% menjadi Rp 2,38 triliun dari September 2024 sebesar Rp 2,73 triliun. Perseroan mencatat laba sebelum pajak merosot 9,1% menjadi Rp 2,35 triliun hingga periode sama tahun sebelumnya Rp 2,59 triliun.

Seiring hal itu, perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 8,2% menjadi Rp 1,84 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,01 triliun. Perseroan mencatat laba per saham sebesar Rp 83 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 90.

Perseroan mencatat ekuitas naik menjadi Rp 17,59 triliun hingga September dari Desember 2024 sebesar Rp 17,10 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 13,12 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 12,6 triliun. Aset perseroan mencatat kenaikan menjadi Rp 30,7 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 29,7 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas menjadi Rp 4,49 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,6 triliun.

Tawarkan Obligasi

Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan III Tahap III Tahun 2025 senilai Rp 827,54 miliar. Penawaran obligasi itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan III Mayora Indah dengan target dana Rp 2 triliun.

Obligasi yang akan diterbitkan dan ditawarkan terbaru ini dengan dua seri, antara lain:

Seri A: obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% per tahun dengan jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi. Obligasi seri A yang ditawarkan sebesar Rp 363,52 miliar.

Seri B: obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,15% per tahun, berjangka waktu tujuh tahun sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi seri B yang ditawarkan sebesar Rp 464,02 miliar.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (4/12/2025).

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 18 Maret 2026.

"Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal 18 Desember 203 untuk seri A dan 18 Desember 2032 untuk seri B,” demikian seperti dikutip.

Perseroan akan memakai dana hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya emisi untuk memberikan pinjaman kepada anak perusahaan yakni TES. Pinjaman kepada anak usaha itu akan dipakai untuk pembiayaan modal kerja meliputi pembelian bahan baku, bahan pembungkus, dan pembayaran biaya operasional lainnya yang dapat timbul.

PT Mayora Indah Tbk telah menunjuk penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi antara lain PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas.

Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat yakni PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |