Malaysia Perdana Kalahkan Indonesia Soal Penjual Mobil

2 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan mobil di Malaysia untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan Indonesia pada kuartal kedua 2025.

Berdasarkan data yang dilansir nationthailand, sepanjang periode tersebut penjualan mobil di Negeri Jiran mencapai 183.366 unit, sementara Indonesia hanya 169.578 unit.

Keberhasilan penjualan mobil di Malaysia menandai perubahan penting di pasar otomotif Asia Tenggara.

Indonesia, meski berpenduduk jauh lebih besar, tengah menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat, termasuk penurunan daya beli kelas menengah, serta ketatnya akses kredit konsumen, yang berkontribusi terhadap penurunan penjualan mobil hingga 12 persen pada kuartal kedua 2025.

Sementara itu, beberapa faktor mendukung pertumbuhan pasar Malaysia, termasuk inflasi stabil di kisaran 2 persen, kurs ringgit sedikit menguat, dan keputusan Bank Negara Malaysia menurunkan suku bunga OPR menjadi 2,75 persen, sehingga membuat pembiayaan mobil lebih terjangkau.

Ditambah lagi, dari segi ekonomi yang lebih makro, adalah Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia yang tumbuh sebesar 5,9 persen pada paruh pertama 2025

Tidak kalah penting, produsen nasional Malaysia, yaitu Perodua dan Proton tetap mendominasi pasar, menyumbang 63 persen total penjualan sepanjang semester pertama tahun ini.

Model-model seperti Perodua Alza dan Proton Saga menjadi andalan, didukung kemitraan strategis seperti Daihatsu atau Toyota di Perodua dan Geely di Proton.

Terakhir, tren kendaraan hybrid dan listrik (EV) di Malaysia juga tengah meningkat, dengan lonjakan penjualan untuk mobil listrik murni (BEV) hingga 91 persen, menjadi 12.733 unit, dann mobil hybrid naik 12 persen menjadi 17.480 unit pada paruh pertama 2025.

Gaikindo Bakal Revisi Target Penjualan Mobil, Efek Pasar Lesu

Penjualan mobil di Indonesia belum menunjukan geliat yang positif hingga semester satu tahun ini. Berdasarkan data, pada enam bulan pertama 2025, penjualan secara wholesales atau pabrik ke dealer hanya mencapai 374.740 unit.

Jumlah tersebut, tentu saja lebih rendah 8,6 persen, dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 410.020 unit.

Selain itu, tidak hanya penjualan secara nasional yang masih mengalami penurunan, jumlah transaksi di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, diprediksi menurun dibanding gelaran yang sama tahun lalu.

Dijelaskan Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo mengatakan, meskipun jumlah pengunjung di GIIAS 2025 mengalami peningkatan, tapi nilai transaksinya diprediksi menurun.

Dengan begitu, pihak asosiasi menyampaikan kemungkinan besar, bakal melakukan revisi target penjualan kendaraan roda empat untuk 2025.

"Saya akan lihat sampai tutup, di akhir ini. Bulan Juli, Agustus kita akan lakukan revisi. Tapi, rasanya mungkin akan ada revisi," ujar Nangoi, saat ditemui di GIIAS 2025, ICE, BSD, Tangerang, pekan lalu.

Lanjut Nangoi, dengan kondisi ekonomi saat ini, memang terus menekan daya beli masyarakat kelas menengah. Hal tersebut, yang menjadi salah satu penyebab utama terkait turunnya penjualan mobil secara nasional.

"Memang situasi ekonomi agak berat, dan sampai pertengahan tahun ini, penjualan kendaraan secara umum juga menurun," tukasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |