Lama Terabaikan, Jembatan Belanda di Atas Sungai Cimandiri Sukabumi Akhirnya Diperbaiki

21 hours ago 13

Liputan6.com, Sukabumi - Jembatan Jantake yang melintasi Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) kini mulai mendapat harapan baru. Infrastruktur besi peninggalan zaman Belanda ini akhirnya direvitalisasi oleh Polres Sukabumi Kota setelah sekian lama kondisinya terbengkalai dan mengancam keselamatan warga.

Kondisi jembatan penghubung Desa Sasagaran (Kebonpedes) dan Desa Buniwangi (Gegerbitung) ini memang sangat memprihatinkan. Sebagai warisan masa kolonial, banyak bagian jembatan yang mulai rontok dimakan usia, termasuk kawat seling yang lepas di beberapa titik.

Pihak Pemerintah Desa Sasagaran sebenarnya telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun, meski jembatan ini merupakan akses vital, hingga saat ini belum ada realisasi maupun tanggapan konkret dari pihak pemerintah daerah setempat.

Ahmad (45), salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut, menceritakan betapa mencekamnya kondisi jembatan sebelum disentuh perbaikan.

"Jembatannya memang dari besi, tapi untuk alasnya sudah banyak yang rusak, bahkan ada yang bolong. Jadi kalau lewat harus ekstra hati-hati," ujar Ahmad, Selasa (5/5/2026).

Risiko Kecelakaan Meningkat Ketika Cuaca Buruk

Ahmad juga menambahkan bahwa risiko kecelakaan meningkat berkali-kali lipat saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut.

"Kalau malam hari atau saat hujan, lebih berisiko lagi karena licin dan gelap. Kami selalu was-was, apalagi dua bulan lalu ada motor jatuh ke sungai saat bawa hasil tani," terang dia.

Melihat urgensi keselamatan jiwa, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo berinisiatif turun melakukan perbaikan. Ia menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan di tengah masyarakat, tapi juga mengisi kekosongan pelayanan yang sangat dibutuhkan warga.

"Pembangunan Jembatan Gantung Jantake ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat," kata AKBP Sentot pada Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, jembatan sepanjang 35 meter ini adalah kunci bagi keberlangsungan hidup warga di dua kecamatan.

"Jembatan ini adalah urat nadi kehidupan warga, yang menghubungkan aktivitas pendidikan, pekerjaan, dan perekonomian masyarakat sehari-hari," ucap AKBP Sentot.

Komitmen Nyata Polres Sukabumi Kota

Lebih lanjut, AKBP Sentot menekankan bahwa aksi ini merupakan komitmen nyata Polres Sukabumi Kota dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80 untuk memberikan manfaat yang langsung terasa.

"Melalui revitalisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir, terutama anak-anak yang pergi ke sekolah dan warga yang bekerja," tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas bersejarah tersebut.

"Mari kita awasi dan jaga bersama pembangunan ini, agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," tutup AKBP Sentot.

Menanggapi aksi tersebut, Ahmad mewakili warga sekitar menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas inisiatif kepolisian.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran yang sudah peduli membantu perbaikan jembatan ini. Semoga kedepan akses warga semakin aman dan lancar," tutup Ahmad.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |