Liputan6.com, Yogyakarta - Leker menjadi salah satu jajanan yang mudah ditemukan di kawasan Malioboro Yogyakarta. Tidak hanya satu pedagang, pengunjung dapat menemukan beberapa penjual leker yang lokasinya berdekatan, bahkan terkadang terdapat sekitar lima penjual leker dalam satu kawasan.
Salah satu penjual leker di kawasan Malioboro adalah Maryono. Pria berusia 58 tahun ini mengaku sebagai penjual leker pertama di Malioboro, dengan pengalaman berjualan selama 12 tahun. Sejak 2014 hingga saat ini, Maryono tidak pernah berpindah tempat jualan.
"Dua belas tahun yang lalu. Dari dulu disini," kata Maryono saat ditemui di lapak jualannya pada Minggu (21/6/2026).
Lapak jualan Maryono terletak di sisi kiri jalan dari arah timur atau dari arah Taman Budaya Yogyakarta. Menyediakan berbagai rasa, lapak leker Maryono selalu didatangi pembeli yang ingin mengemil setelah berjalan-jalan.
Rasa Enak, Harga Ramah di Kantong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690048/original/015686000_1782750118-leker__7_.jpg)
Perbesar
Leker Maryono menyediakan berbagai varian rasa, mulai dari cokelat hingga blueberry. Satu buah leker dijual dengan harga Rp 3.500, sedangkan pembelian tiga buah dihargai Rp 10.000. Kebanyakan pembeli memilih membeli tiga buah leker sekaligus dengan harga tersebut.
Rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah membuat leker ini bisa bikin ketagihan, apalagi disantap sambil menikmati suasana kawasan Malioboro yang tak pernah sepi.
Sebelum berjualan di Malioboro, Maryono pernah berjualan di Sunday Morning (Sunmor) UGM. Namun karena Sunmor hanya buka setiap hari Minggu, Maryono akhirnya memutuskan membuka lapak di Malioboro.
"Awalnya itu di Sunmor UGM, tapi pagi tok, hari Minggu aja," kata Maryono.
Setiap harinya, Maryono menempuh perjalanan dari Parangtritis kilometer 16 menuju Malioboro untuk berjualan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Leker buatannya pun selalu habis terjual setiap hari.
Soal resep, Maryono mempelajarinya secara mandiri hingga menemukan racikan yang sesuai. Ia mengaku langsung terpikir untuk berjualan leker karena saat itu belum banyak, bahkan belum ada, penjual leker di sekitar lokasinya.
"Untuk resepnya sendiri mencoba," kata Maryono sambil membuat leker.
Modal Sederhana, Omzet yang Terus Berkembang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690049/original/016798400_1782750119-leker__2_.jpg)
Perbesar
Sebelum berjualan leker, Maryono pernah bekerja di sebuah restoran Korea di Semarang sekitar tahun 1989 setelah menyelesaikan pendidikannya. Meski tidak memiliki latar belakang di bidang tersebut, Maryono mengikuti pelatihan dan mulai belajar dari dasar hingga dipercaya menjadi asisten, kemudian berkembang menjadi chef cook.
"Dulu asisten cook sampao jadi chef cook saya. Dari asisten dulu," kata Maryono.
Maryono merupakan kelahiran Muntilan yang pernah tinggal di Semarang karena mengikuti orang tuanya. Setelah itu, ia merantau ke Yogyakarta dan telah menetap di Kota Gudeg tersebut sejak 14 tahun lalu.
"Saya kelahiran Muntilan. Cuma bapak ibu kan ikut ke Semarang," jelas Maryono.
Telah berjualan leker selama lebih dari satu dekade, Maryono tidak lagi mengingat secara pasti berapa modal awal yang dikeluarkan saat memulai usaha. Namun ia mempekirakan modal awalnya dulu sekitar Rp 3 jutaan.
"Lebih ya (lebih dari 1 juta), ya Rp 3 juta," kata Maryono sambil mengingat.
Kebutuhan tambahan seperti mengganti wajan kwalik khusus untuk membuat leker tetap menjadi bagian dari biaya yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usahanya. Maryono mengungkapkan jika ia mengganti wajan kwalik khusus leker biasanya enam bulan sekali karena sudah lengket.
Kebutuhan tambahan seperti mengganti wajan kwalik khusus untuk membuat leker tetap menjadi bagian dari biaya yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usahanya. Maryono mengungkapkan, ia biasanya mengganti wajan kwalik khusus leker setiap enam bulan sekali karena permukaannya sudah lengket.
Wajan kwalik merupakan jenis wajan yang umum digunakan pedagang leker. Wajan ini digunakan secara terbalik dari fungsi normalnya. Jika wajan biasa dipakai dengan bagian cekung menghadap ke atas untuk menampung bahan masakan, wajan kwalik justru diletakkan dengan posisi terbalik, sehingga dasar wajan yang menghadap ke atas. Permukaan datar inilah yang digunakan untuk menuang dan meratakan adonan leker, sehingga menghasilkan kulit leker yang tipis dan merata, mirip seperti cara kerja teflon datar atau cetakan crepe.
"Ini aja ini (wajan kwalik) 150, zaman dulu masih 85, sekarang udah 100 lebih. Ini 6 bulan sekali ganti. Lengket lama-lama," cerita Maryono sembari menunjuk wajah kwalik yang digunakan untuk membuat leker.
Jejak Bisnis yang Dilanjutkan Sang Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690052/original/029005600_1782750120-leker__8_.jpg)
Perbesar
Anak Maryono turut mengikuti jejak sang ayah dengan berjualan leker. Dalam merintis usaha tersebut, Maryono memberikan dukungan berupa resep dan modal dana agar sang anak dapat mengembangkan usahanya sendiri. Sang anak kini juga berjualan leker di kawasan Malioboro, tepatnya di sekitar Ramai Mall Malioboro.
"Saya kasih resepnya aja, sama modalnya," kata Maryono.
Berbeda dengan Maryono yang menjalankan usaha leker tanpa bantuan karyawan, sang anak kini sudah dibantu oleh karyawan. Dengan diteruskannya usaha tersebut, leker Maryono pun semakin dikenal oleh masyarakat dan menjadi salah satu kuliner yang mudah ditemui di kawasan Malioboro.
"Iya ikut bisnis sama seperti ini. Jadi anak saya satu cuma dia pakai pegawai," cerita Maryono tentang sang anak.
Menerapkan Sistem Pembayaran Digital dengan QRIS BRI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690055/original/088748600_1782750121-leker__3_.jpg)
Perbesar
Maryono mulai menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) di lapak jualannya sejak tahun 2024. Ia tidak mengurus pembuatan QRIS secara langsung ke bank, melainkan mendapat tawaran dari petugas bank BRI untuk membuat layanan pembayaran tersebut.
"Dua tahun yang lalu (mulai pakai QRIS). Dulu ditawarin, ada Mbak-mbaknya kesini," kata Maryono.
Maryono mengungkapkan jika masih lebih banyak pembeli yang membayar secara tunai daripada QRIS. Pemasukan yang masuk lewat QRIS hingga pukul 13.00 siang waktu itu masih sekitar Rp 60 ribu.
"Hari ini baru masuk Rp 60.000, yang QRIS," kata Maryono.
Barcode QRIS ditempel di gerobak jualan leker Maryono. Selama menggunakan QRIS, Maryono mengaku tidak mengalami kendala dan merasa sistem pembayaran digital tersebut membantu proses transaksi di lapaknya.
"Enggak ada," kata Maryono singkat sambil menunggu lekernya agar tidak gosong.
Transformasi Digital BRI Makin Kuat
Melansir unggahan Instagram BRI pada 3 Juni, BRImo kembali mendapatkan apresiasi atas inovasi digital yang terus dikembangkan oleh BRI. Dalam ajang Digital Innovation Awards 2026, BRImo berhasil meraih penghargaan Digital Innovation in Business Transformation sebagai bentuk pengakuan terhadap pengembangan layanan digital yang dilakukan.
Hingga April 2026, BRImo telah digunakan oleh lebih dari 48,43 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp2.749,17 triliun. Melalui berbagai layanan keuangan yang terintegrasi, mulai dari transaksi harian hingga kebutuhan finansial lainnya, BRImo terus memperkuat perannya sebagai platform digital yang menghadirkan kemudahan bagi masyarakat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/679612/original/ilustrasi-sidang-cerai2-140520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8733691/original/019102500_1782819008-PHOTO-2026-06-30-17-47-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8690619/original/084862300_1782751323-KT_Timoho__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8689679/original/038437300_1782749382-LUSEE_bag_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8678118/original/096542800_1782724060-74596.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8709488/original/006740400_1782788913-1000891732.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8689112/original/032643500_1782748110-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_10.18.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8678667/original/048127700_1782725134-IMG_20260629_145001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8648001/original/044130700_1782659027-kenandy__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8648620/original/035491800_1782660417-yanti_batok__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8649372/original/046754500_1782662063-dawet_utami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8639647/original/084785200_1782643944-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.04.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8664616/original/039247700_1782694434-sambal_itheng6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8642352/original/072868900_1782649108-71277.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8605479/original/031298500_1782583231-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.56.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8596754/original/000578600_1782568091-prol_tape5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4974922/original/030934700_1729512194-IMG-20241021-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566691/original/052633000_1631185687-20210909-PPKM-IHSG-6.jpg)