Liputan6.com, Jakarta - Ketika berbicara tentang oleh-oleh khas Yogyakarta, sebagian besar orang mungkin langsung teringat bakpia, geplak, atau yangko. Namun di tangan Ester Niken Haryanti Murwani, batik yang selama ini identik dengan kain dan busana justru hadir dalam bentuk brownies, cookies, hingga aneka produk camilan yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan.
Melalui usaha Jenk'Nik Brownies Batik Cake & Cookies di bawah nama Mamikoe, Ester mencoba menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta melalui identitas budaya di produk kue dan camilan manis.
Diceritakan Niken saat ditemui Liputan6, Rabu petang (24/6) lalu, perjalanan usaha rumahannya ini telah melalui banyak proses panjang. Akhirnya, setelah melalui berbagai jatuh bangun, dirinya lantas menemukan cara untuk menggabungkan produk kuenya dengan kearifan lokal tepat di pertengahan 2019 lalu.
"Saya ingin ketika orang datang ke Jogja, mereka punya pilihan oleh-oleh lain yang tetap identik sama Jogja. Batik itu sangat dekat dengan Jogja, dan saya mencoba tampilkan di atasnya brownies dan roll cake," ujar Niken.
Dari Farmasi ke Dunia Kuliner
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684147/original/035323500_1782736877-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.55__1_.jpeg)
Perbesar
Sebelum dikenal sebagai pelaku UMKM kuliner, Niken menghabiskan bertahun-tahun bekerja di perusahaan farmasi multinasional. Kariernya terbilang bagus, hingga akhirnya terjadi perampingan karyawan akibat efisiensi di perusahaan tempatnya bekerja.
Di saat yang hampir bersamaan, dirinya juga harus mendampingi sang ayah yang sedang sakit. Kondisi ini membuatnya memutuskan kembali ke Yogyakarta dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
Perubahan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Di tengah aktivitas merawat orang tua, Ester mulai mencari kegiatan yang produktif dan dapat dikerjakan dari rumah. Dari situlah ketertarikannya pada dunia kuliner ia kembangkan sampai sekarang.
" Waktu masih bekerja sebagai marketing di sana itu, kan kalau Sabtu piket saya tidak keluar lapangan ya, jadi di ruangan saja. Di samping itu, saya kan memang suka kuliner juga, saya ketika itu coba buat pastel sendiri terus saya bawa sebagai tester ke teman-teman itu. Nah, ternyata responsnya positif, sampai saya coba jual lah itu,” kata perempuan 53 tahun itu.
Kenalkan Batik Lewat Brownies dan Cookies
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684176/original/057023300_1782736921-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.53.jpeg)
Perbesar
Dalam perjalanannya mengembangkan usaha, Ester melihat bahwa Yogyakarta memiliki identitas budaya yang kuat, salah satunya melalui batik. Namun menurutnya, batik umumnya hanya hadir dalam bentuk pakaian, aksesori, atau kerajinan.
Ia kemudian berpikir bagaimana cara memperkenalkan batik kepada masyarakat dengan pendekatan yang berbeda. Dari ide tersebut lahirlah brownies batik, produk yang kemudian menjadi ciri khas dari produk Jenk'Nik.
Brownies dibuat dengan berbagai motif batik khas Yogyakarta melalui penggambaran motif secara manual di atas permukaan kue. Setiap model dipilih karena memiliki nilai budaya dan filosofi yang melekat pada masyarakat Jawa, seperti Parang, Kawung, Sidomukti, Jarik Gendong hingga Mega Mendung.
Tidak berhenti pada brownies, Ester juga mengembangkan cookies batik yang memiliki tampilan serupa sehingga dapat menjadi pilihan oleh-oleh yang unik bagi wisatawan. Cara ini terbukti efektif, lantaran para pelanggan mulai tertarik karena produknya yang variatif dan beragam.
"Kalau mau pesan cake, brownies atau cookies batiknya, konsumen itu bisa minta, maunya jenis batik apa. Kan kalau di Jogja itu ada motif Parang, Kawung, Sidomukti, Jarik Gendong, atau Mega Mendung. Terus, konsumen juga bisa minta warna selain standar cokelat, bisa warna ceria yang cerah, jadi tergantung permintaan," terangnya.
Brownies Batik hingga Cookies Batik Menjadi Produk Andalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684144/original/055976800_1782736864-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.57__1_.jpeg)
Perbesar
Selain brownies batik, Ester juga menghadirkan cookies batik yang banyak dipilih sebagai buah tangan karena lebih praktis dibawa bepergian. Produk tersebut sering menjadi pilihan wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh khas Yogyakarta dengan tampilan yang berbeda.
Tidak sedikit pelanggan yang awalnya membeli karena penasaran dengan bentuknya. Namun setelah mencicipi, mereka kembali melakukan pemesanan karena menyukai cita rasa produknya. Dari rasa, produk yang dibuat Niken juga tidak main-main. Browniesnya super lembut, dengan rasa cokelat yang kuat namun tetap manis.
Lalu, ada juga varian Cake Ketan Tiramisu Batik, yang di dalamnya ada cream cheesenya. Saat digigit, krim keju seketika meleh dengan rasa yang nikmat di lidah. Kemasannya juga beragam, termasuk tersedia juga box khusus edisi pernikahan jika konsumen ingin memesan untuk acara seserahan.
Mengembangkan Aneka Produk Kuliner untuk Menjangkau Lebih Banyak Konsumen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684136/original/079068500_1782736852-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.55__2_.jpeg)
Perbesar
Seiring berkembangnya usaha, Jenk'Nik tidak hanya mengandalkan brownies dan cookies batik. Ester mulai menghadirkan berbagai produk lain untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Untuk kategori bakery, Jenk'Nik memproduksi sponge cake dan cake pisang yang menjadi favorit pelanggan. Sementara pada kategori kue kering tersedia kastengel dan cheddar cheese cookies yang banyak dicari saat momen tertentu seperti hari raya.
Ester juga mengembangkan lini frozen food yang terdiri dari sempol ayam, chicken drumstick, chicken wing, pastel sayur ayam, serta pastel sayur udang. Produk-produk tersebut dibuat untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan makanan praktis namun tetap berkualitas.
Selain itu, Jenk'Nik masih mempertahankan produk yogurt yang menjadi salah satu usaha awal Ester. Yogurt tersebut tersedia dalam berbagai varian rasa seperti leci, stroberi, anggur, mangga, serta plain yang tetap memiliki peminat hingga sekarang.
“Kalau harga di produk brownies dan roll cake Rp 65.000, cookies 100 gram Rp 27.000 dan toples itu Rp 65.000. Kalau sambal Rp 30.000 sampai Rp 38.000, dengan varian baby cumi, teri Medan, bawang sampai sambal pete. Ada juga paket seserahan untuk cakenya, di harganya Rp 280.000 dengan kemasan khusus dan isi dua sampai tiga pcs. Kalau yoghurtnya sekarang Rp 18.000 per botolnya dengan aneka rasa," ujar Ester.
Pandemi Menjadi Ujian Berat bagi Jenk'Nik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684161/original/037143900_1782736898-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.54__1_.jpeg)
Perbesar
Seperti banyak pelaku UMKM lainnya, Jenk'Nik juga menghadapi masa sulit ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Penurunan jumlah wisatawan membuat penjualan oleh-oleh ikut terdampak. Produk-produk yang sebelumnya banyak dibeli konsumen, justru mengalami penurunan permintaan. Di sisi lain, biaya operasional dan kebutuhan produksi tetap harus dipenuhi agar usaha dapat terus berjalan.
Ester harus mencari berbagai cara agar usahanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memperkuat pemasaran digital dan memperluas jenis produk yang ditawarkan kepada konsumen. Meski tidak mudah, masa tersebut justru menjadi titik penting yang membuat Jenk'Nik semakin berkembang dan lebih siap menghadapi perubahan pasar.
"Pandemi memang menjadi masa yang berat. Tetapi dari situ saya belajar untuk lebih kreatif dan mencari cara baru agar usaha tetap berjalan," katanya.
Dukungan BRI Membantu Jenk'Nik Bertahan dan Berkembang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684153/original/009026600_1782736887-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.55.jpeg)
Perbesar
Di tengah tantangan yang dihadapi selama pandemi, Ester lantas mendapatkan dukungan dari Bank BRI melalui berbagai program pemberdayaan UMKM. Salah satunya melalui pendampingan yang membantu Jenk'Nik memperluas akses pasar.
Melalui program-program yang diikuti, Ester memperoleh pelatihan pengembangan usaha, pemasaran, serta berbagai pengetahuan yang membantu meningkatkan kapasitas bisnisnya. Ia juga mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi yang memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Kesempatan untuk belajar bersama pelaku UMKM lain juga membuatnya mendapatkan banyak inspirasi dalam mengembangkan produk dan strategi usaha.
“Yang sangat membantu usaha saya lagi adalah saat masa pandemi Covid-19 lalu. Kan waktu itu kondisinya sangat down ya, nah tapi BRI itu justru membantu saya sebagai UMKM dengan mengajak produk saya dipasarkan melalui akun marketplace bernama Produk Indonesia. Jadi ini toko di digital, kemudian saya setor produknya ke BRI terus dikelola dengan baik sampai terjual,” katanya.
Dibantu Permodalan hingga Sertifikasi Halal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684129/original/017497200_1782736840-Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
Perbesar
Selain pendampingan usaha, Ester juga mendapatkan dukungan melalui pembiayaan dan berbagai program penguatan kapasitas UMKM yang difasilitasi BRI. Dukungan tersebut membantunya meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar.
BRI juga membantu pelaku UMKM seperti Jenk'Nik dalam berbagai aspek penting, mulai dari pengembangan pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga dukungan untuk proses legalitas dan sertifikasi Halal yang dibutuhkan agar usaha semakin dipercaya konsumen.
Kemudian, ia juga dibantu secara permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI dua kali, untuk pengembangan usaha. "Pertama itu saya ikut KUR Rp 10.000.000, dan yang kedua ini Rp 25.000.000. Dari kedua KUR ini saya ingin pengembangan produk-produk Jenk’Nik ya, dari memperbaharui alat, lalu belanja bahan-bahan juga, supaya usahanya bisa lebih maksimal," tambah Ester.
Dirinya lantas mengucapkan terima kasih kepada BRI karena telah dibantu di masa-masa sulit sejak masa pandemi Covid-19 lalu. Ia juga mendapat kemudahan dari proses KUR yang bisa satu hari jadi. Dari sana, usahanya terus bertumbuh melalui peningkatan omzet sebesar 15 persen secara kumulatif.
“BRI itu sangat membantu sekali ya, saya ngajukan itu siang, sorenya sudah cair. Terus omzetnya juga bertambah sekitar 15 persen, luar biasa sekali,” tambahnya lagi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8689112/original/032643500_1782748110-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_10.18.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8678667/original/048127700_1782725134-IMG_20260629_145001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8648001/original/044130700_1782659027-kenandy__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8648620/original/035491800_1782660417-yanti_batok__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8649372/original/046754500_1782662063-dawet_utami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8639647/original/084785200_1782643944-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.04.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8664616/original/039247700_1782694434-sambal_itheng6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8642352/original/072868900_1782649108-71277.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8605479/original/031298500_1782583231-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.56.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8596754/original/000578600_1782568091-prol_tape5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8591353/original/019866100_1782558892-1000391435.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8582163/original/087147300_1782542874-1000038709.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8539369/original/002649100_1782475547-IMG-20250205-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8530156/original/001422200_1782462250-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_3.19.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8446024/original/018118400_1782340487-Wanita_meninggal_dalam_mobil_di_parkiran_Bandara_Juanda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8475914/original/072997800_1782386472-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_21.55.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8493902/original/004316000_1782410033-IMG_20260625_231156.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4974922/original/030934700_1729512194-IMG-20241021-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566691/original/052633000_1631185687-20210909-PPKM-IHSG-6.jpg)