Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang baru memikirkan masa pensiun ketika usia kerja hampir berakhir. Namun Hesty Wulandari (50) memilih langkah berbeda. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta itu mulai merintis usaha sampingan sejak masih aktif bekerja, dengan tujuan sederhana, yakni menyiapkan sumber penghasilan ketika pensiun nanti.
Yang menarik, usaha yang dibangunnya tidak bergerak di bidang kesehatan. Hesty justru mengembangkan Mojah Indonesia, dengan produk utamanya kaus kaki yang dibentuk unik menyerupai cupcake, bolu, jamur, es krim hingga permen lollipop dan cocok untuk hadiah serta suvenir. Ide tersebut lahir dari momen sederhana saat ulang tahun anaknya pada 2020. Dari sebuah kreasi yang awalnya hanya dibuat untuk hadiah keluarga, kini Mojah Indonesia berkembang menjadi usaha yang melayani pesanan dari berbagai kalangan dengan konsep yang tidak biasa.
"Saya memang ingin mempersiapkan masa pensiun dari sekarang. Karena kalau nanti pensiun tanpa punya keterampilan atau usaha sendiri, tentu akan lebih sulit. Mumpung masih produktif, saya ingin mulai merintis," ujar Hesty, saat ditemui Liputan6 di kediamannya, Dusun Pete, Kelurahan Sidomoyo, Godean, Sleman, Rabu (24/6).
Berawal dari Rasa Penasaran Saat Bertugas di Rumah Sakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8596024/original/090170300_1782566673-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.19.jpeg)
Perbesar
Sebelum mengenal usaha kreasi kaus kaki, Hesty sempat tertarik dengan seni decoupage atau seni menempel tisu bermotif pada berbagai media. Ketertarikan itu muncul ketika ia sedang bertugas sebagai perawat di RS Bethesda. Saat itu, Hesty melihat salah satu keluarga pasien yang sedang menunggu anggota keluarganya dirawat. Perempuan tersebut tampak tekun menggunting dan menempelkan tisu bermotif ke berbagai benda. Karena penasaran, Hesty kemudian bertanya dan mengetahui bahwa aktivitas tersebut merupakan seni decoupage yang cukup populer.
Sejak saat itu ia mulai belajar dan mencari berbagai bahan pendukung. Namun setelah beberapa waktu, Hesty merasa jenis kerajinan tersebut memiliki pasar yang cukup terbatas dan belum tentu menarik bagi semua kalangan. Ia pun terus mencari ide usaha yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Di tengah kesibukan yang berkurang saat pandemi Covid-19, Hesty justru memanfaatkan waktu luang untuk mencari peluang baru. Ia bahkan mengaku sempat berdoa agar diberikan kesibukan yang membuatnya tetap produktif.
"Waktu itu pekerjaan saya tidak begitu padat karena banyak penyesuaian saat pandemi. Saya justru berdoa supaya diberi kesibukan dan tetap produktif," katanya.
Hadiah Ulang Tahun Anak Jadi Titik Awal Usaha
Titik awal Mojah Indonesia lahir pada 2020 ketika anak ketiganya berulang tahun yang kelima. Saat itu Hesty ingin memberikan hadiah yang unik, bermanfaat, dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pilihannya jatuh pada kaus kaki. Menurutnya, kaus kaki merupakan barang yang dibutuhkan hampir semua orang dan digunakan setiap hari. Namun ia ingin menghadirkannya dalam bentuk yang berbeda agar lebih berkesan.
Dari situlah ia mulai menggulung dan membentuk kaus kaki hingga menyerupai cupcake. Hasilnya ternyata menarik perhatian anak-anak yang hadir dalam pesta ulang tahun tersebut. Banyak yang mengira kreasi tersebut adalah kue sungguhan. Respons positif itu membuat Hesty semakin yakin bahwa ide sederhana tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha.
"Waktu itu teman-teman anak saya sampai bilang, 'Ada bolunya, cantik, aku mau makan bolunya dulu.' Mereka mengira itu benar-benar kue, padahal kaus kaki," ujar Hesty sambil tertawa.
Menjual Kaus Kaki dengan Bentuk yang Tidak Biasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8596009/original/065854300_1782566654-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.18__1_.jpeg)
Perbesar
Dari ide awal berbentuk cupcake, Mojah Indonesia kini menghadirkan berbagai kreasi kaus kaki yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Produk-produknya dibuat menyerupai bolu, cupcake, jamur, permen lollipop, es krim, hingga berbagai bentuk lain sesuai permintaan pelanggan.
Keunikan lain dari Mojah Indonesia adalah fleksibilitas desainnya. Konsumen dapat menentukan warna, motif, ukuran, hingga ornamen tambahan yang diinginkan. Bahkan pelanggan bisa meminta bentuk khusus sesuai tema acara yang sedang diselenggarakan.
Karena itulah produk Mojah Indonesia banyak digunakan sebagai hadiah ulang tahun, suvenir acara keluarga, bingkisan komunitas, hadiah pernikahan hingga buah tangan untuk berbagai kegiatan. Menariknya, setiap pesanan juga dapat dilengkapi kartu ucapan tanpa biaya tambahan sehingga membuat hadiah terasa lebih personal.
"Saya biasanya membuatkan contoh terlebih dahulu. Kalau konsumen cocok, baru saya kerjakan sesuai jumlah yang dipesan. Jadi benar-benar bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka," kata Hesty.
Dari Cupcake hingga Lollipop dengan Harga Terjangkau Sebagai Souvenir dan Hadiah
Mojah Indonesia melayani berbagai ukuran kaus kaki mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bentuk dan motifnya juga dapat menyesuaikan usia maupun tema acara yang diinginkan pelanggan. Untuk produk standar, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah.
Sementara produk yang menggunakan kemasan mika transparan dibanderol mulai Rp12.000 hingga Rp15.000 per buah untuk pembelian eceran. Harga dapat menyesuaikan apabila konsumen melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Kemasan mika menjadi salah satu favorit pelanggan karena membuat produk terlihat lebih elegan saat dijadikan hadiah atau suvenir. Selain itu, konsumen juga bisa memilih kemasan plastik biasa sesuai kebutuhan dan anggaran.
Tidak sedikit pelanggan yang awalnya mengira produk tersebut adalah kue atau suvenir dekoratif. Baru setelah diperhatikan lebih dekat mereka menyadari bahwa produk tersebut sebenarnya adalah kaus kaki yang bisa digunakan sehari-hari.
"Banyak yang tidak percaya kalau ini kaus kaki. Mereka sering mengira ini kue atau hiasan karena bentuknya memang dibuat semirip mungkin," ujar Hesty.
Pesanan Berdatangan Setelah Orang Mulai Penasaran
Keputusan Hesty mengembangkan Mojah Indonesia semakin mantap setelah produk yang dibuat untuk ulang tahun anaknya menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Tak lama setelah acara tersebut, seorang teman bertanya mengenai suvenir yang digunakan. Setelah melihat bentuk kaus kaki yang unik, temannya langsung memesan sekitar 30 pasang untuk dijadikan hadiah ulang tahun anak.
Pesanan itulah yang membuat Hesty mulai melihat peluang bisnis yang lebih serius. Seiring waktu, pesanan datang dari berbagai kalangan dengan kebutuhan yang beragam. Ada yang memesan untuk ulang tahun anak, hadiah komunitas, hingga rombongan haji yang menginginkan desain dan warna tertentu sesuai kebutuhan mereka.
Menurut Hesty, bentuk cupcake dan bolu hingga kini masih menjadi produk yang paling banyak diminati karena tampilannya yang menarik dan mudah digunakan sebagai hadiah.
"Yang paling banyak terjual memang model kue atau cupcake. Sebenarnya membuatnya tidak terlalu sulit, tetapi orang-orang penasaran karena bentuknya unik," katanya.
BRI Membantu Hesty Menata Mimpi di Masa Pensiun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595982/original/097180900_1782566626-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.02.19__1_.jpeg)
Perbesar
Perjalanan Mojah Indonesia semakin berkembang setelah Hesty bergabung dengan Rumah BUMN Yogyakarta binaan Bank BRI. Awalnya ia mengetahui program tersebut dari media sosial dan rekomendasi adiknya yang lebih dulu berkecimpung di dunia kerajinan.
Melalui Rumah BUMN Yogyakarta binaan Bank BRI, Hesty mendapatkan berbagai pelatihan yang membantu pengembangan usahanya. Ia belajar membuat materi promosi menggunakan Canva, mendapatkan pelatihan bisnis, hingga memperoleh foto produk profesional yang membantu meningkatkan kualitas pemasaran Mojah Indonesia.
Tidak hanya itu, Hesty juga memperoleh akses pembiayaan KUR sebesar Rp20 juta yang digunakan untuk membantu pengurusan legalitas usaha sekaligus mendukung pengembangan Mojah Indonesia ke depan. Baginya, dukungan BRI bisa membantu memperkuat usaha yang sedang dirintis, termasuk menjadi pembuka jalan dalam mempersiapkan masa pensiun beberapa tahun mendatang.
"Saya merasa terbantu sekali. Dari pelatihan, foto produk, sampai bantuan modal. Harapannya ketika nanti pensiun, Mojah Indonesia sudah siap berjalan dan bisa menjadi sumber penghasilan yang saya bangun dari sekarang," ujar Hesty.
Kini, di sela kesibukannya sebagai perawat, Hesty terus mengembangkan Mojah Indonesia dengan berbagai kreasi baru. Dari sebuah ide sederhana saat ulang tahun anak, ia membuktikan bahwa masa pensiun tidak harus ditunggu, tetapi bisa dipersiapkan sejak hari ini dengan keberanian mencoba sesuatu yang berbeda.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8642352/original/072868900_1782649108-71277.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8605479/original/031298500_1782583231-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.56.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8596754/original/000578600_1782568091-prol_tape5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8591353/original/019866100_1782558892-1000391435.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8582163/original/087147300_1782542874-1000038709.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8539369/original/002649100_1782475547-IMG-20250205-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8530156/original/001422200_1782462250-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_3.19.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8446024/original/018118400_1782340487-Wanita_meninggal_dalam_mobil_di_parkiran_Bandara_Juanda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8475914/original/072997800_1782386472-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_21.55.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8493902/original/004316000_1782410033-IMG_20260625_231156.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472878/original/021323700_1782378604-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_4.01.24_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8424636/original/048344700_1782312216-kallestory__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8423383/original/015593200_1782310486-damela_asto__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8415357/original/042388100_1782300115-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_5.57.27_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8414309/original/051185500_1782298918-1001389809.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8405801/original/029479400_1782288581-IMG_8290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8393239/original/076368000_1782273722-Tangan_Nona_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8399458/original/009705200_1782280948-SnapInsta.to_533495029_18065736794245416_3062495529169944646_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8381205/original/074557100_1782260018-batik4.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4974922/original/030934700_1729512194-IMG-20241021-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)