Liputan6.com, Yogyakarta - Suasana sepi di sekitar Alun-Alun Kidul Yogyakarta pada pukul 15.00 WIB menemani bincang ringan dengan owner Kallestory Eyewear. Ahmad Cliff (42) menceritakan tentang perjalanannya merintis usaha kacamata unik dari tanduk kerbau.
Bisnis kacamata tak biasa dirintis pada 2014. Berawal dari menggunakan kayu sebagai bahan dasarnya, Ahmad Cliff kemudian beralih menggunakan tanduk kerbau dua tahun setelahnya tepatnya pada 2016.
"Kalau Kallestory itu kita mulai dari tahun 2014, itu sudah hampir hampir 12 tahun. Kita mulai dari Jogja, kemudian dulu kita awalnya dari kayu, terus belakangan ini kita pakai tanduk kerbau," cerita Ahmad Cliff.
Memilih tanduk kerbau sebagai bahan dasar pembuatan kacamata tentu menjadi daya tarik tersendiri. Kacamata Kallestory tidak hanya menjual fungsi, namun juga keunikan dan kreatifitas.
Tanduk Kerbau Lebih Fleksibel Diolah Menjadi Karya Kreatif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8424637/original/026797800_1782312217-kallestory.jpg)
Perbesar
Alasan utama yang melatarbelakangi Ahmad Cliff beralih dari kayu ke tanduk kerbau adalah karena material tanduk kerbau dinilai lebih fleksibel dan memiliki daya tahan yang lebih baik. Meski begitu, kayu masih tetap digunakan, namun kini ia lebih memilih menggunakan kayu ulin.
"Pertama ya karena dirasa tanduk kerbau lebih fleksibel daripada kayu, jadi lebih awet. Kemudian bahannya juga eksotis seperti kayu juga, jadi kita pindah ke tanduk. Kayu juga sudah banyak sekali yang menggunakan, jadi kita, kayu masih cuma kita pakai kayu ulin aja," cerita Cliff.
Tak hanya bagian gagang kacamata, frame kacamata yang dibuat Cliff juga menggunakan material tanduk kerbau. Untuk bahan tanduk kerbau, Cliff mendapatkannya dari Sumatera, sementara tanduk domba diperoleh dari Garut dan wilayah Jawa Barat.
Sejak awal membangun bisnis, Kallestory menerapkan sistem pesanan made by order atau barang dibuat ketika ada pesanan, sehingga hampir tidak ada modal yang dikeluarkan untuk memproduksi kacamata di awal merintis.
"Kita nggak ada model karena semuanya made by order sampai sekarang," kata Ahmad Cliff.
12 tahun merintis usaha kacamata, Ahmad Cliff mencoba ragam inovasi, pria berusia 42 tahun ini mengungkapkan jika ia pernah mencoba inovasi dengan menggunakan bamboo hingga batok kelapa.
"Dari kecil-kecil, dari satu, dua, kemudian berkembang-berkembang, terus kita ganti inovasi lagi. Dulu pernah pakai bambu, pernah pakai batok kelapa, terus macam-macam ada beberapa yang sampai sekarang kita menggunakan tandu kerbau dan domba, dan kayunya kayu ulin," kata Cliff.
Kallestory Pernah Terpilih Jadi Official Merchandise KTT G20 2022
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8424639/original/007032600_1782312218-kallestory__7_.jpg)
Perbesar
Berawal dari hanya menerima satu pesanan saat pertama kali merintis, Kallestory terus berkembang hingga berhasil meraih berbagai pencapaian. Salah satunya, Kallestory terpilih sebagai official merchandise KTT G20 tahun 2022 di Bali, setelah melewati proses seleksi yang ketat.
Ahmad Cliff mengungkapkan bahwa proses kurasi untuk menjadi official merchandise KTT G20 2022 bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, produk-produk yang menjadi pesaing memiliki nilai seni tinggi dengan harga yang cukup kompetitif.
"Awalnya kita kurasi untuk GP Mandalika dulu. Kemudian kita ikut kurasi lagi dan lebih berat ketika G20 karena saingannya juga produk-produk yang bernilai seni tinggi dengan harga juga yang bersaing," cerita Ahmad Cliff.
Setelah kurasi panjang dan ketat tersebut, kemudian SMESCO (Small and Medium Enterprises and Cooperatives) memilih produk yang akan dijadikan sebagai official merchandise KTT G20 di Nusa Dua, Bali.
SMESCO merupakan brand dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM RI yang berperan dalam mengembangkan, mempromosikan, serta memasarkan produk unggulan UMKM dan koperasi Indonesia ke pasar dalam dan luar negeri.
Proses kurasi berlangsung hingga 3-4 bulan hingga akhirnya terpilih UMKM yang menjadi official merchandise KTT G20. Ahmad Cliff ungkap jika hanya Kallestory UMKM dari Jogja yang terpilih.
"Mungkin 3-4 bulan (masa kurasi). Kalau dari Jogja saya lupa tapi mungkin Kallestory sendiri, mungkin ya," kata Ahmad Cliff mengingat.
Menjadi bagian dari official merchandise dalam forum kerja sama ekonomi internasional membuat para pelaku UMKM berkesempatan menampilkan produk terbaiknya. Ahmad Cliff mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 5.000 UMKM yang mengajukan produk, namun hanya 20 UMKM yang berhasil terpilih.
"20 kalau nggak salah (UMKM yang terpilih jadi official merchandise). Waktu itu hampir mungkin 5 ribuan yang submit," kata Ahmad Cliff.
Mengikuti Berbagai Kompetisi, Kallestory Semakin Dikenal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8424640/original/093634800_1782312218-kallestory__4_.jpg)
Perbesar
Tak hanya melalui event nasional seperti MotoGP dan KTT G20 2022, nama Kallestory juga semakin dikenal berkat berbagai kompetisi yang diikuti. Beragam ajang tersebut memberikan eksposur yang tinggi sehingga membuat Kallestory semakin dilirik.
"Kalau kompetisi kami dulu mulai ikut Diplomat Sukses Challenge. Iya DSC yang setiap tahun ada pasti itu. Kami itu mendapatkan eksposur dari itu karena masuk 20 besar," kata Achmad Cliff.
Kompetisi lainnya yang pernah diikuti oleh Kallestory adalah pengusaha muda BRILian yang kemudian berhasil masuk 12 besar. Program Pengusaha Muda BRILiaN merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan secara konsisten oleh Bank BRI
"Kemudian dari BRI itu pertama ada pengusaha muda BRILian. Pengusaha muda BRILian itu kami juga 12 besar waktu itu. Jadi mendapatkan eksposur juga dari itu," tambah Cliff.
Kallestory juga pernah mengikuti kompetisi Juragan Jaman Now. Juragan Jaman Now merupakan acara kompetisi realitas bisnis di salah satu stasiun televisi yang bertujuan untuk mengasah serta mengakselerasi perkembangan usaha UMKM agar dapat naik kelas hingga mampu menembus pasar global.
Omzet Tembus Rp30-50 Juta per Bulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8424641/original/090712400_1782312219-kallestory__5_.jpg)
Perbesar
Pembuatan kacamata Kallestory cukup mudah dan sederhana, hanya saja proses panjangnya ada pada tahap pengeringan. Selain itu, ketika ada crack atau kerusakan di tengah-tengah proses pembuatan, maka prosesnya harus diulang dari awal.
"Kalau proses pembuatan, ya pertama dari pemilihan bahan baik kayu maupun tanduk, kemudian kita keringkan, terus dipotong sesuai model. Habis itu dihaluskan, kemudian dipasang engsel, finishing terakhir, selesai. Sebenarnya simple. Cuma nantinya yang panjang ada pengeringan," kata Ahmad Cliff.
"Terus nanti kayu sih ketika ini bahan natural kan kita kadang-kadang tidak tahu ada crack di dalam. Ya memang bawaan alamnya kan, bawaan dari naturalnya. Nah itu kita ya nggak tahu. Makanya ketika nanti ada apa, di tengah jalan bisa kita ulangi lagi prosesnya dari awal," tambahnya.
Menerima pesanan secara kolektif maupun satuan, omzet Kallestory mampu mencapai Rp 30-50 juta per bulan. Keunikan produk dengan ciri khas tanduk kerbau turut membawa Kallestory menjangkau pasar lebih luas hingga dikirimkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Pinjam KUR BRI untuk Official Merchandise MotoGP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8424642/original/084309500_1782312220-kallestory__2_.jpg)
Perbesar
Ahmad Cliff pernah memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mendukung kelancaran usahanya. KUR BRI tersebut berperan penting sebagai modal tambahan bagi Cliff untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam skala lebih besar, terutama saat permintaan meningkat. Bahkan, Cliff menggunakan KUR BRI sebagai tambahan modal ketika Kallestory dipercaya menjadi official merchandise dalam ajang MotoGP di Mandalika.
"Pertama sih 25, terus 50, terus 100. Terus karena untuk Official Merchandise-nya MotoGP. Itu MotoGP dulu yang pertama, di tahun berikutnya baru G20," cerita Cliff.
Sukses dengan kacamata berbahan dasar tanduk kerbau, Ahmad Cliff kini sedang mengembangkan kacamata luxury. Produk baru yang ingin dikembangkan ini menyasar pelanggan menengah ke atas.
"Kami sedang mengembangkan untuk kacamata yang luxury, yang memang dikombinasi dengan bahan lain, yang kita sasar di menengah ke atas, di toko-toko yang memang memenuhi pasar menengah ke atas," cerita Ahmad Cliff.
Untuk kacamata luxury tersebut, Ahmad Cliff berencana menggunakan bahan titanium pada bagian tangkainya. Produk ini akan mengombinasikan material titanium dengan tanduk kerbau atau domba dalam satu desain kacamata.
"Bahan titanium untuk tangkainya. Frame-nya dari tanduk kerbau atau domba dan tangkainya dari titanium," kata Ahmad Cliff.
Lebih dari 27 Ribu Mantri BRI Mendampingi Nasabah
Melansir unggahan Instagram Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 24 Juni 2026 yang dipublikasikan di hari yang sama, saat ini terdapat lebih dari 27 ribu Mantri BRI yang berperan dalam mendampingi dan memperkuat jutaan pelaku usaha di Indonesia. Para Mantri tersebut tersebar di 5.082 BRI Unit yang menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terluar Indonesia.
Melalui jaringan tersebut, BRI terus memberikan layanan kepada lebih dari 12 juta nasabah mikro agar dapat mengembangkan usaha dan mewujudkan berbagai peluang pertumbuhan ekonomi. Kehadiran Mantri BRI menjadi bagian dari upaya pendampingan bagi masyarakat dalam menjalankan dan meningkatkan bisnisnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8423383/original/015593200_1782310486-damela_asto__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8415357/original/042388100_1782300115-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_5.57.27_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8414309/original/051185500_1782298918-1001389809.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8405801/original/029479400_1782288581-IMG_8290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8393239/original/076368000_1782273722-Tangan_Nona_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8399458/original/009705200_1782280948-SnapInsta.to_533495029_18065736794245416_3062495529169944646_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8381205/original/074557100_1782260018-batik4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8389686/original/021582800_1782269835-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_9.43.27_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8325871/original/052697300_1782195472-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_13.16.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8345153/original/008674300_1782217953-IMG-20260623-WA0167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8340500/original/093006900_1782212503-1001386194.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8318681/original/055563300_1782186747-Pleno_munas_NU_sempat_memanas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8316583/original/044709700_1782184203-Owner_Siomay_Gemoy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8314511/original/081821300_1782181920-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_09.21.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8312336/original/046419100_1782179483-1001384466.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8275045/original/029881500_1782128564-ChatGPT_Image_Jun_22__2026__06_42_16_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8271472/original/002326400_1782122790-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_16.51.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4095585/original/050746000_1658365610-klara-kulikova-DUcVepObkXk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387645/original/081425400_1761087072-Mobil_ambulans.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3407097/original/096147600_1616320052-040722000_1454749828-20160206-Ilustrasi-Pembunuhan-iStockphoto4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4974922/original/030934700_1729512194-IMG-20241021-WA0020.jpg)