Emiten YUPI Raup Pendapatan Rp 2,93 Triliun pada 2025

10 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) mencatat pendapatan dan laba kompak turun tipis pada 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp 2,93 triliun pada 2025. Pendapatan perseroan turun 3,5% dari 2024 sebesar Rp 3,04 triliun.

Beban pokok penjualan perseroan merosot 4,3% menjadi Rp 1,92 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,01 triliun. Seiring hal itu, laba bruto perseroan turun tipis 1,8% dari Rp 1,02 triliun pada 2024 menjadi Rp 1 triliun pada 2025.

Perseroan mencatat beban penjualan turun menjadi Rp 128,45 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 186,24 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 121,86 miliar dari 2024 sebesar Rp 111,06 miliar. Pendapatan usaha lainnya turun menjadi Rp 12,93 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 45,60 miliar. Beban usaha lainnya merosot menjadi Rp 1,79 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,32 miliar.

Perseroan mencatat laba usaha turun 0,38% menjadi Rp 768,5 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 771,52 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan susut 1,6% menjadi Rp 783,84 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 797,23 miliar.

Dengan demikian, perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 2,53% menjadi Rp 613,13 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 629,10 miliar.

Ekuitas perseroan merosot 30,5% menjadi Rp 1,55 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,24 triliun. Liabilitas naik 212,1% menjadi Rp 1,3 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 428,42 miliar.  Aset perseroan naik 8,3% menjadi Rp 2,89 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,67 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 867,77 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 579,32 miliar.

Dividen Interim 2025

Sebelumnya, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 300 miliar. Pembagian dividen interim tersebut sesuai keputusan direksi dan telah disetujui dewan komisaris pada 24 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (26/11/2025), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk akan membagikan dividen interim 2025 setara Rp 35,11 per saham. Perseroan membagikan dividen interim 2025 dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 September 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 472,90 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 583,55 miliar, dan total ekuitas sebesar Rp 1,71 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim perseroan untuk tahun buku 2025:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 3 Desember 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 4 Desember 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 5 Desember 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 8 Desember 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 5 Desember 2025 waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 18 Desember 2025

Emiten YUPI Kantongi Pendapatan Rp 2,25 Triliun hingga September 2025

Sebelumnya, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), emiten produsen permen Yupi mencatat pendapatan dan laba turun sepanjang Januari-September 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/11/2025), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 2,25 triliun hingga September 2025. Pendapatan tersebut turun 6,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,41 triliun.

Beban pokok pendapatan merosot 4,3% menjadi Rp 1,50 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 1,57 triliun.

Namun, laba bruto susut 10,3% menjadi Rp 748,76 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 835,13 miliar.

Beban penjualan susut dari Rp 175,20 miliar hingga September 2024 menjadi Rp 88,94 miliar. Beban umum dan administrasi merosot menjadi Rp 76,07 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 79,92 miliar. Pendapatan usaha lainnya terpangkas menjadi Rp 19,38 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 21,39 miliar. Beban usaha lainnya turun menjadi Rp 6,04 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 14,41 miliar.

Aset Perseroan

Seiring kinerja tersebut, laba usaha naik tipis 1,7% menjadi Rp 597,08 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 586,98 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan turun 2,5% menjadi Rp 592,78 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 586,98 miliar.

Dengan demikian, laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 2,34% menjadi Rp 472,91 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 484,24 miliar. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 55 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58.

Total ekuitas turun menjadi Rp 1,71 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 2,24 triliun. Liabilitas bertambah menjadi Rp 1,27 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 428,42 miliar.

Aset perseroan naik menjadi Rp 2,99 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 2,67 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 915,59 miliar hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 579,32 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |