Emiten UANG Akuisisi 2 Perusahaan Properti, Rogoh Kocek Segini

11 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Pakuan Tbk (UANG) melakukan aksi korporasi berupa pembelian saham dua perusahaan properti dengan total nilai transaksi mencapai Rp 201 miliar. Transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha dan penguatan portofolio aset perseroan.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026), perseroan mengakuisisi saham PT Daria Mulia Properti (DMP) dan PT Vasanta Daria Development (VDD) dari PT Sirius Surya Sentosa selaku pemegang saham pengendali.

Nilai transaksi terdiri dari Rp 156 miliar untuk pembelian saham DMP dan Rp 45 miliar untuk saham VDD. Secara keseluruhan, nilai tersebut setara dengan 33,87% dari total ekuitas perseroan per 30 September 2025.

Dalam transaksi ini, PT Pakuan mengakuisisi 63,03% saham DMP dan 99,99% saham VDD. Dengan demikian, perseroan memperoleh pengendalian atas kedua entitas tersebut, termasuk aset dan proyek yang dijalankan.

Manajemen menyebut, akuisisi dilakukan untuk memperluas basis aset serta meningkatkan potensi pertumbuhan jangka panjang. DMP diketahui memiliki aset lahan sekitar 2,3 hektare di Jakarta Barat, sementara VDD mengembangkan proyek perumahan di kawasan Telaga Golf Sawangan, Depok.

Transaksi ini juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena melibatkan pemegang saham pengendali, namun tidak mengandung benturan kepentingan. Selain itu, meski tergolong transaksi material, aksi korporasi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dari sisi pendanaan, pembayaran dilakukan melalui kombinasi kas dan mekanisme perjumpaan utang (set-off) terkait kewajiban pengembalian deposit antara kedua pihak.

Berdasarkan hasil penilaian independen, nilai pasar saham VDD diperkirakan sebesar Rp48,07 miliar dan DMP sebesar Rp 165,08 miliar. Penilai juga menyatakan transaksi tersebut berada pada tingkat kewajaran dari sisi finansial.

Penutupan IHSG pada 30 Maret 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah terbatas pada perdagangan saham Senin, (30/3/2026). Koreksi IHSG hari ini turun di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun tipis 0,08% ke posisi 7.091,67. Indeks saham LQ45 merosot 9,21% ke posisi 717,48. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Tim riset Philip Sekuritas Indonesia menyebutkan, indeks saham di Asia pada Senin sore ditutup melemah seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kelima meskipun ada upaya menemukan solusi diplomatik.

Mengutip Antara, Dari mancanegara, kelompok Houthi di Yaman mengatakan mereka telah menembakkan rudal ke Israel, yang menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang AS dan Israel melawan Iran.

Dalam sebuah unggahan di X, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompok Houthi meluncurkan rentetan rudal balistik ke tempat-tempat yang mereka sebut sebagai situs militer Israel yang sensitif, sebagai dukungan kepada Iran dan pasukan Hizbullah di Lebanon.

Sentimen IHSG Lainnya

Serangan tersebut menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari 2026.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah merancang skema efisiensi anggaran hingga WFH sebagai langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN dan ekonomi domestik.

Pemerintah mengidentifikasi ada tiga sektor yang rentan terdampak, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Beberapa langkah untuk menekan impor migas adalah dengan penghematan energi dan penguatan mandat Biodiesel 50 persen (B50),”

Rencana kebijakan pemerintah ini adalah sebagai upaya untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi yang akan berdampak luas terhadap inflasi serta opsi agar tidak terjadi pelebaran defisit APBN.

Namun demikian, untuk BBM non subsidi diperkirakan berpotensi akan mengalami kenaikan pada saat penyesuaian harga bahan bakar bulanan di umumkan pada 1 April 2026.

Sektor Saham

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.104,64 dan level terendah 6.945,50. Sebanyak 403 saham melemah sehingga bebani IHSG.272 saham menguat dan 149 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.669.544 kali dengan volume perdagangan 25,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.987.

Sebagian besar mayoritas sektor saham menghijau di tengah IHSG yang melemah tipis. Sektor saham energi bertambah 2,18%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham teknologi menanjak 1,42%, sektor saham transportasi menguat 1,41%. Selain itu, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,29%, sektor saham industri melompat 0,83% dan sektor saham kesehatan naik 0,14%.

Sementara itu, sektor saham keuangan terpangkas 1,17%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic turun 0,80%, sektor saham properti terpangkas 0,46% dan sektor saham infrastruktur turun 0,34%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |