Dirut KPEI Iding Pardi Maju sebagai Calon Direktur Utama BEI 2026-2029

15 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (Dirut KPEI), Iding Pardi, mengonfirmasi dirinya yang mencalonkan diri sebagai calon Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penetapan susunan direksi baru BEI akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

"Benar mas, pencalonannya masih dalam proses karena ada persyaratan yang harus dilengkapi dan diajukan ke OJK,” ujar Iding kepada Liputan6.com, Kamis (2/4/2026).

Sebagai tambahan informasi, proses pemilihan direksi BEI menggunakan sistem paket. Dalam mekanisme ini, Anggota Bursa (AB) mengajukan satu tim lengkap yang mencakup posisi direktur utama beserta sejumlah direktur fungsional.

Iding juga mengonfirmasi nama-nama di dalam sistem paketnya yang sudah beredar di media adalah benar. Adapun untuk alasan Iding mencalonkan diri sebagai Dirut BEI adalah ingin lebih berkontribusi untuk pasar modal Indonesia.

"Kalau alasan saya mencalonkan diri, karena ingin lebih berkontribusi lagi untuk pasar modal Indonesia dan pengalaman saya bekerja di back office (KPEI) sangat relevan dengan permasalahan utama di Bursa Efek saat in,” jelasnya.

Adapun berikut ini merupakan susunan paket calon direksi BEI yang telah dikonfirmasi oleh Iding Pardi selaku Direktur Utama KPEI:

  • Direktur Utama KPEI: Iding Pardi
  • Direktur PT Elit Sukses Sekuritas: Zaki Mubarak
  • Kadiv Pengawasan Transaksi BEI: Yulianto Aji Sadono
  • Direktur KPEI: Umi Kulsum
  • Mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas: Ahmad Subagja
  • Direktur Pefindo Biro Kredit: Yohannes Liauw
  • Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia: Andre Tjahjamuljo

Direksi BEI akan Berganti, OJK Tekankan Penguatan Pasar Modal Nasional

Sebelumnya, pada 2026, BEI dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan salah satu agenda utama berupa pergantian jajaran direksi yang rencananya berlangsung pada Juni 2026.

Menanggapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai proses pencalonan dan pemilihan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan harapannya agar proses tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“OJK melihat bahwasannya ini merupakan momentum penting ya dalam memperkuat kualitas dan juga daya saing pasar modal Indonesia,” kata Inarno dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Ia menekankan, proses pencalonan dan pemilihan Direksi BEI diharapkan dapat berlangsung dengan baik, sesuai prosedur, serta akuntabel.

Ke depan, terdapat sejumlah agenda strategis yang perlu terus diperkuat, antara lain peningkatan integritas dan perlindungan investor melalui pengawasan perdagangan yang lebih efektif guna memitigasi praktik perdagangan tidak wajar serta menjaga pasar tetap adil dan transparan.

Pendalaman Pasar

Selain itu, OJK juga mendorong pendalaman pasar melalui pengembangan sisi penawaran dan permintaan, termasuk pengembangan produk Lighthouse IPO, peningkatan likuiditas melalui free float, serta peningkatan jumlah investor, khususnya investor institusi domestik dan global.

Penguatan ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber juga menjadi perhatian seiring semakin digitalnya aktivitas perdagangan di pasar modal.

“OJK akan terus berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas, dan juga tangguh,” pungkas Inarno.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |