Dirut Beli 58.500 Saham PKPK, Ini Tujuannya

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK), Haryanto Sofian, tercatat melakukan aksi pembelian saham perseroan dalam tiga transaksi terpisah pada 30 Maret 2026. Aksi ini dilakukan dengan tujuan investasi dan turut meningkatkan jumlah kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (31/3/2026) Haryanto membeli saham sebanyak total 58.500 lembar. Rinciannya, pembelian pertama sebanyak 8.900 saham di harga Rp 2.060 per saham.

Kemudian, disusul pembelian kedua sebanyak 1.100 saham di harga Rp 2.070, serta pembelian ketiga sebanyak 48.500 saham di harga Rp 2.030 per saham.

Dengan adanya transaksi tersebut, jumlah saham yang dimiliki Haryanto meningkat dari sebelumnya 2.240.400 saham menjadi 2.298.900 saham. Meski terjadi penambahan jumlah saham, porsi kepemilikan atau hak suara tetap berada di level 0,19%.

Mengutip laman PKPK, pada 1983 PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) didirikan terutama adalah untuk menunjang pengoperasian blok-blok migas tersebut oleh PT Vico Indonesia, Total E&P Indonesie, dan pelanggan baru PKPK sejak 2011 adalah Salamander Energy Ltd.

Beberapa kurun waktu sesudahnya, PKPK juga mengembangkan operasi usahanya di wilayah lain, seperti di blok Kangean dan Pagerungan untuk PT EMP Kangean, serta yang terbaru di wilayah Sampang (Madura) untuk Santos Energy Ltd, namun pada dasarnya wilayah usaha utama PKPK adalah Kalimantan Timur sedemikian rupa pengembangan usaha PKPK di sektor lainnya di kemudian hari dilakukan di wilayah Kalimantan Timur.

Pengembangan usaha penting PKPK di sektor lain adalah angkutan batubara untuk PT Pamapersada Nusantara di Bontang pada akhir 1990an, selanjutnya pertambangan batubara dan sektor penunjang perkebunan pada 2005.

Pengembangan usaha di sektor batubara tersebut sekaligus menandai pengembangan manajemen, karena bersamaan dengan PKPK melaksanakan Penawaran Umum 20,83% kepada masyarakat, dan mencatatkan saham-sahamnya pada Bursa Efek Indonesia pada Juli 2007.

Penutupan IHSG pada 30 Maret 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah terbatas pada perdagangan saham Senin, (30/3/2026). Koreksi IHSG hari ini turun di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun tipis 0,08% ke posisi 7.091,67. Indeks saham LQ45 merosot 9,21% ke posisi 717,48. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Tim riset Philip Sekuritas Indonesia menyebutkan, indeks saham di Asia pada Senin sore ditutup melemah seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kelima meskipun ada upaya menemukan solusi diplomatik.

Mengutip Antara, Dari mancanegara, kelompok Houthi di Yaman mengatakan mereka telah menembakkan rudal ke Israel, yang menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang AS dan Israel melawan Iran.

Dalam sebuah unggahan di X, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompok Houthi meluncurkan rentetan rudal balistik ke tempat-tempat yang mereka sebut sebagai situs militer Israel yang sensitif, sebagai dukungan kepada Iran dan pasukan Hizbullah di Lebanon.

Sentimen IHSG Lainnya

Serangan tersebut menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari 2026.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah merancang skema efisiensi anggaran hingga WFH sebagai langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN dan ekonomi domestik.

Pemerintah mengidentifikasi ada tiga sektor yang rentan terdampak, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Beberapa langkah untuk menekan impor migas adalah dengan penghematan energi dan penguatan mandat Biodiesel 50 persen (B50),”

Rencana kebijakan pemerintah ini adalah sebagai upaya untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi yang akan berdampak luas terhadap inflasi serta opsi agar tidak terjadi pelebaran defisit APBN.

Namun demikian, untuk BBM non subsidi diperkirakan berpotensi akan mengalami kenaikan pada saat penyesuaian harga bahan bakar bulanan di umumkan pada 1 April 2026.

Sektor Saham

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.104,64 dan level terendah 6.945,50. Sebanyak 403 saham melemah sehingga bebani IHSG.272 saham menguat dan 149 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.669.544 kali dengan volume perdagangan 25,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.987.

Sebagian besar mayoritas sektor saham menghijau di tengah IHSG yang melemah tipis. Sektor saham energi bertambah 2,18%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham teknologi menanjak 1,42%, sektor saham transportasi menguat 1,41%. Selain itu, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,29%, sektor saham industri melompat 0,83% dan sektor saham kesehatan naik 0,14%.

Sementara itu, sektor saham keuangan terpangkas 1,17%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic turun 0,80%, sektor saham properti terpangkas 0,46% dan sektor saham infrastruktur turun 0,34%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |