Cek Lagi Komponen-Komponen Ini Usai Mobil Diajak Jalan-Jalan

1 month ago 40

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pengguna mobil pribadi yang memanfaatkan periode libur panjang 1 Muharram 1447 Hijriah pada akhir pekan lalu untuk berlibur bersama sahabat ataupun keluarga terkasih.

Nah, ketika sudah selesai jalan-jalan, memeriksa kembali kondisi kendaraan menjadi hal yang penting. Hal itu untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Terdapat beberapa bagian pada kendaraan yang mesti dicek pasca mobil diajak melakoni perjalanan jauh. Berikut daftar komponen yang harus dicek, seperti dilansir Auto2000:

Pertama, cek ban mobil. Selain menopang bobot mobil beserta penumpang dan barang, ban juga bertugas menyalurkan akselerasi dan memberikan pengereman yang optimal. Ban harus dapat pula dibelokkan dengan mudah untuk membantu manuver di jalan.

Cek kondisi ban dengan memperhatikan tekanan pada ban sesuai arahan pabrikan, dan cek tanda keausan pada tapak ban. Bersihkan alur ban dari kerikil dan pastikan tidak ada yang sobek atau benjol.

Perhatikan pula kondisi dinding ban dari risiko kerusakan serupa. Segera ganti jika kondisi ban sudah tidak layak.

Kedua, periksa bagian kaki-kaki. Shock absorber tidak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Pastikan pula kemudi tetap dapat bekerja dengan baik tanpa kendala.

Jangan sampai kerusakan pada parts kaki-kaki malah mengganggu saat berkendara harian mauapun saat menemani wisata libur panjang.

Ketiga cek sistem pengereman. Waspada kebocoran pada selang rem, jangan lupa periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil. Segera ganti kampas rem jika sudah sampai titik aus supaya tidak gagal bekerja di jalan.

Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, serta tidak ada perubahan warna dan endapan lumpur. Cairan rem yang kurang merupakan salah satu tanda kampas rem mulai menipis. Tambahkan Brake Fluid jika takaran cairan rem berkurang.

Cek Komponen Lainnya

Berikutnya cek kondisi oli mesin. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tidak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air.

Selanjutnya radiator coolant. Pastikan warna radiator coolant tidak berubah apalagi sampai keruh karena ada risiko masalah, seperti tercampur kotoran yang dapat membuatnya mampat.

Periksa selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil yang dapat membuat cairan radiator habis.

Kemudian, cek cairan lainnya. Jangan lupakan cairan mobil penting lainnya seperti minyak kopling mobil manual, air pembersih kaca, oli transmisi, serta cairan power steering hidrolis untuk mobil non EPS. Pastikan volumenya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna sebagai indikator masalah.

Lalu cek kabin. Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin. Bersihkan pula bagasi dari potensi kotor supaya perjalanan terasa nyaman dan tidak ada bau aneh.

Mobil Hybrid Mesti Cek Komponen Ini

Jangan lupa periksa juga AC alias sistem pendingin ruangan. AC bekerja mendinginkan kabin mobil di tengah kemacetan dan cuaca panas sehingga ada risiko kemampuannya menurun.

Filter kabin juga bekerja keras memastikan udara di kabin tetap bersih, sedangkan ada kemungkinan kotoran ikut bersirkulasi. Kotoran yang terbawa ke dalam kabin akan membuat penumpang tidak nyaman dan berpotensi membawa bibit penyakit.

Untuk mobil hybrid, komponen di area kolong lain yang wajib dicek adalah motor listrik. Karena meneruskan tenaga terus-menerus, kerjanya terbilang berat, apalagi kalau mobil melewati jalan banjir atau rusak.

Cek juga kodisi baterainya. Meskipun memiliki pelindung yang kuat, lokasi baterai di bawah dek penumpang cukup rawan masalah seperti terkena benturan, panas, dan air.

Cek baterai dan rumahnya, termasuk kisi-kisi pendingin seperti milik All New Kijang Innova Zenix HEV yang berada di bawah jok penumpang depan. Jangan sampai lubang udara tersebut tertutup karena akan membuat baterai overheat.

Kemudian jangan lupa juga bagi mobil hybrid Toyota yang jarang digunakan, jangan hanya rutin memanaskan mobil tapi juga menjalankan mobil, supaya perfroma baterai tetap terjaga.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |