Buka Hexia 2025, Menko AHY Pastikan Helikopter Bisa Jadi Transportasi Utama di Dalam Negeri

1 week ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Heli Expo Asia (Hexia) 2025 resmi digelar hingga 24 Agustus mendatang.Menteri Kordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan transportasi Udara dengan helikopter bukan hanya ditujukan bagi kemanusiaan dan logistik antar pulau saja, melainkan juga untuk sisi bisnis atau komersil.

Di atas lahan 3 hektar, sejumlah unit helikopter dipajang. Dari berbagai merk ternama, seperti Airbus, Bell 429, hingga bila pengunjung keluar area pameran, helikopter milik kepolisian dan Basarnas, juga dipamerkan dan boleh dijadikan latar belakang foto.

Melihat sejumlah unit helikopter dipamerkan itu, Agus Harimurti Yudhoyono mengaku, pasar helikopter di Indonesia sebenarnya masih sangat menjanjikan.

Bukan hanya sekadar digunakan untuk pertahanan dan keamanan negara, atau misi kemanusiaan, tetapi masih terbuka lebar untuk pariwisata hingga pengangkutan logistik.

"Pengembangan wilayah yang tidak bisa dijangkau dengan jalur darat pun membutuhkan transportasi udara, khususnya helikopter. Jadi, Indonesia itu khususnya untuk transportasi helikopter masih terbuka, bukan sekedar jadi pasar, tapi juga jadi tuan rumah pengembangan transportasi ini," tutur AHY.

Makanya, untuk pengembangan transportasi helikopter di tiap wilayah, AHY mendorong pihak swasta lain untuk juga mendirikan heliport yang bisa memarkirkan lebih dari 2 atau 3 unit.

"Seperti di heliport Cengkareng ini, bisa 14 helikopter, kami akan mendorong di wilayah lain pun sama, dibangun infrastruktur seperti ini, sehingga helikopter bukan lagi transportasi yang tabu untuk digunakan,"ujarnya.

Indonesia Baru Ada 100 Helikopter Sipil

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association atau INACA, Denon Prawiratmadja menuturkan, di Indonesia dengan negara kepulauan, baru ada sekitar 100 helikopter yang dioperasikan oleh sipil dan digunakan secara komersil.

Jumlah ini kalah jauh dengan negara tetangga, seperti Malaysia yang sudah mengoperasikan lebih dari 500 helikopter, Jepang seribu helikopter dan Australia sebanyak 2.000 lebih helikopter.

"Untuk itu, adanya Hexia ini, memperkenalkan lagi kepada masayrakat, helikopter itu bukan hanya alat transportasi mewah, tapi juga supporting system, penunjang multimoda transportasi dan juga ekonomi," kata Denon.

Dalam pameran kali inipun, ada 15 negara yang berpartisipasi, baik sebagai peserta pameran, pembicara ataupun mitra usaha. Seperti SkyDrive dari Jepang, Rotortrade Arab Saudi,Eve Air Mobility Brazil.

"Serta ada Bell Helicopter asal Amerika Serikat, Airbus Prancis Australia, Inggris, Singapura dan ada dari dalam negeri Vela eVTOL," tutur Denon.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |