BI Tahan Suku Bunga Acuan, IHSG Tetap Melaju di Zona Hijau

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi kedua perdagangan saham Selasa, (17/3/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi usai Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) 4,75%.

Mengutip data RTI, pada pukul 15.09 WIB, IHSG naik 1,04% ke posisi 7.095,01. Indeks saham LQ45 bertambah 1,41% ke posisi 723,65. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 7.148,25 dan level terendah 7.062,82. Sebanyak 452 saham menguat sehingga angkat IHSG. 227 saham melemah dan 136 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.310.204 kali dengan volume perdagangan saham 23,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.982.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham consumer siklikal turun 0,20% dan sektor saham keuangan merosot 0,33%.

Sementara itu, sektor saham basic naik 3,46%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 1,26%, sektor saham industri melompat 0,45%, dan sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,72%.

Selain itu, sektor saham kesehatan naik tipis 0,29%, sektor saham properti meroket 1,54%, sektor saham teknologi melompat 1,29%, sektor saham infrastruktur menguat 2,46% dan sektor saham transportasi mendaki 3,12%.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham ZATA turun 14,46% ke posisi Rp 71 per saham. Harga saham ZATA dibuka turun ke posisi Rp 71 dari penutupan sebelumnya Rp 83 per saham. Saham ZATA berada di level tertinggi Rp 71 dan level terendah Rp 71. Total frekuens perdagangan 3.652 kali dengan volume perdagangan 404.832 saham. Nilai transaksi Rp 2,9 miliar.

Gerak Saham

Harga saham ADMR melonjak 4,53% ke posisi Rp 1.960 per saham. Saham ADMR dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 1.900 per saham. Harga saham ADMR berada di level tertinggi Rp 1.980 dan level terendah Rp 1.890 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.433 kali dengan volume perdagangan saham 575.580 saham. Nilai transaksi Rp 111,9 miliar.

Saham TRUE merosot 5,52% ke posisi Rp 137 per saham. Harga saham TRUE dibuka naik dua poin ke posisi Rp 147 per saham. Saham TRUE berada di level tertinggi Rp 162 dan terendah Rp 134 per saham. Total frekuensi perdagangan 20.772 kali dengan volume perdagangan 3.223.626 saham. Nilai transaksi Rp 47,9 miliar.

Saham CUAN melonjak 5,02% ke posisi Rp 1.150 per saham. Harga saham CUAN dibuka naik ke posisi Rp 1.130 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.095 per saham. Saham CUAN berada di level tertinggi Rp 1.210 dan level terendah Rp 1.105 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 13.434 kali dengan volume perdagangan saham 1.599.411 saham. Nilai transaksi Rp 182,9 miliar.

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75%

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen pada Maret 2026. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini diambil setelah melihat berbagai perkembangan dan prospek ekonomi di tingkat nasional maupun global, utamanya dampak perang Timur Tengah.

"Dengan mempertimbangkan assesment prospek dan juga berbagai tantangan global dan domestik, khususnya dampak perang Timur Tengah tersebut. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16 dan 17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga deposit facility sebesar 3,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 5,50 persen," ujar Perry dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil RDG Maret 2026, Selasa (17/3/2026).

Perry menyatakan, keputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuain yang diperlukan guna tetap konsisten menjaga stabilitas perekonomian nasional.

"Sementara itu, kebijakan makroprudensial tetap diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan," ujarnya.

Kebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

Dampak Perang Timur Tengah

Selain itu, Perry mengatakan, Perang Timur tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global.

"Melonjaknya harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antar negara prospek sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatkan tekanan inflasi global," kata Perry.

Selain itu, kata Perry pasar keuangan global juga memburuk dengan menguatnya mata uang dollar Amerika Serikat, meningkatnya Yield US treasury, serta terjadinya arus modal keluar dari emerging market.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |