Baterai VW ID.3 Tahan Banting Setelah Lalui 160.000 Km, Terbukti Awet dan Efisien

1 month ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Ketahanan baterai mobil listrik kerap jadi momok bagi calon pembeli. Namun, hasil uji ketahanan terbaru dari ADAC, klub otomotif terbesar di Jerman, memberi angin segar, terutama bagi pemilik atau calon pembeli Volkswagen ID.3.

Selama empat tahun, tim ADAC menguji VW ID.3 Pro S secara intensif dengan menempuh jarak 160.000 km.

Mobil ini dilengkapi baterai 77 kWh yang terus "disiksa" lewat pengisian daya cepat (DC fast charging) lebih dari 40 persen dari seluruh siklus pengisian, serta kebiasaan buruk seperti membiarkan baterai penuh 100 persen selama berhari-hari.

Hasilnya? Sangat mengejutkan. Setelah uji panjang tersebut, kapasitas baterai VW ID.3 hanya turun 9 persen alias masih menyimpan 91 persen dari kapasitas awalnya.

Ini jauh lebih baik dari standar minimum 70 persen yang dijamin Volkswagen untuk masa pakai 8 tahun atau 160.000 km.

Menurut Martin Sander, anggota dewan manajemen Volkswagen, hasil ini membuktikan bahwa ID.3 sangat layak jadi pilihan kendaraan bekas, sekaligus menepis kekhawatiran soal baterai mobil listrik yang cepat rusak.

Selain baterai, bagian lain dari mobil seperti bodi, suspensi, kemudi, dan sasis juga terbukti kuat. Tidak ada kerusakan serius yang ditemukan, meskipun mobil dibebani bobot besar selama ribuan kilometer.

Tak cuma soal komponen fisik, VW ID.3 juga terbukti berkembang berkat pembaruan perangkat lunak (software).

Selama pengujian, mobil ini menerima beberapa pembaruan over-the-air (OTA) yang berdampak langsung pada performa dan efisiensi.

Salah satu update meningkatkan daya pengisian cepat hingga 170 kW, mempercepat waktu pengisian di stasiun. Update lain menyempurnakan perencana rute kendaraan listrik agar lebih pintar membaca kondisi lalu lintas dan ketersediaan charger.

Konsumsi Energi Makin Efisien

Yang paling menarik, update perangkat lunak juga menurunkan konsumsi energi, terutama saat cuaca dingin (0°C hingga 5°C) dan dalam perjalanan pendek.

Ini artinya, tidak seperti mobil bensin, mobil listrik seperti VW ID.3 justru bisa makin hemat seiring waktu, asalkan rajin memperbarui software.

Meski VW ID.3 belum dipasarkan resmi di Indonesia, hasil pengujian ini patut jadi perhatian bagi calon pembeli mobil listrik.

Ketahanan baterai yang tinggi dan potensi efisiensi jangka panjang menjadi nilai tambah besar, terutama bagi mereka yang mempertimbangkan investasi kendaraan listrik dalam jangka waktu lama.

Jika tren ini diikuti merek lain, masa depan mobil listrik di Indonesia bisa jadi lebih cerah dan lebih terpercaya.

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |