VW Gelontorkan Rp 3,2 Triliun Demi Kembangkan Chip Mobil Pintar Sendiri

2 weeks ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah persaingan ketat dalam industri kendaraan listrik dan mobil pintar, Volkswagen (VW) telah mengambil langkah besar dengan menanamkan investasi senilai lebih dari US$200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun di Tiongkok.

Investasi ini ditujukan hanya untuk mengembangkan chip internal milik mereka sendiri, atau System on Chip (SoC), yang akan menjadi “otak” bagi kendaraan generasi terbaru.

Dilansir Carnewschina, langkah ini diumumkan dalam ajang China International Import Expo (CIIE) dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang “In China, For China”. Acara ini berfokus pada inovasi berbasis teknologi di pasar otomotif terbesar VW di dunia.

Proyek ini dijalankan melalui patungan dari para perusahaan Carizon, kolaborasi antara divisi perangkat lunak Volkswagen, Cariad China, dan perusahaan teknologi lokal Horizon Robotics.

Dengan kerja samanya, mereka akan mengembangkan sistem terpadu yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, hingga chip itu sendiri.

Chip buatan VW ini nantinya akan digunakan untuk mendukung teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan fitur mengemudi otonom.

Chip generasi pertama dijadwalkan siap diproduksi massal dalam tiga hingga lima tahun yang akan mendatang dengan kemampuan komputasi hingga 500–700 TOPS (triliun operasi per detik).

Dengan performa sebesar itu, VW berharap mampu untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok luar dan memperkuat posisinya di pasar kendaraan pintar Tiongkok yang berkembang pesat.

Strategi Pengembangan SoC untuk Mobil Cerdas

Volkswagen menetapkan bahwa SoC internal akan menjadi komponen inti dalam itu semua, khususnya untuk mendukung fungsi-fungsi pengendalian lanjutan, keselamatan dan stabilitas sistem mengemudi otomatis.

Proyek ini tidak hanya soal “mobil listrik” saja, tetapi mobil yang bisa berpikir dan bereaksi secara real-time.

Dengan performa chip hingga 500-700 TOPS, sistem dapat menangani beban komputasi tinggi dari sensor, kamera dan radar dalam sekali jalan.

Melalui joint venture Carizon, Volkswagen menekan ketergantungan pada pemasok luar dan meningkatkan fleksibilitas pengembangan lokal di Tiongkok.

Rancangan ini memungkinkan pada peluncuran fitur terbaru yang lebih cepat, Carizon sudah menargetkan produk Asisten Pengemudian Lanjutan (ADAS) mulai massal pada 2025 sebagai tahap pertama penelitian dan pengembangan mandiri.

Tahap berikutnya akan memasuki fase produksi massal SoC dan perluasan sistem elektronik, yang disebut “Phase Two”.

Langkah ini juga merupakan bagian dari integrasi mendalam Volkswagen di Tiongkok melalui unit R&D dan pabrik lokal.

Dengan mempererat rantai suplai dalam negeri, rilis produk pun bisa lebih cepat, biaya dapat ditekan, dan solusi teknologi bisa disesuaikan dengan kondisi pasar Tiongkok yang unik.

Implikasi Pasar dan Tantangan yang Dihadapi

Langkah Volkswagen mengembangkan SoC sendiri menunjukkan betapa seriusnya persaingan di pasar otomotif masa depan, di mana bukan hanya baterai dan motor yang relevan, tetapi juga “otak” atau sistem elektronik mobil.

Di Tiongkok, sebagai pasar terbesar kendaraan listrik global, pemahaman soal lokalitas dan kecepatan peluncuran produk menjadi sangat penting.

Volkswagen China berharap dengan inisiatif ini, mereka bisa menghadirkan model mobil pintar dengan daya saing yang ketat.

Namun, tantangan ini juga cukup besar, pengembangan chip sendiri pastinya memerlukan investasi yang besar, talenta tinggi dan siklus pengembangan yang panjang.

Jika tidak dikelola dengan baik, risiko tertinggal dari pembuat chip spesialis bisa muncul. Selain itu, pada pasar otomotif Tiongkok sangat dinamis dan kompetitif,  merek lokal punya keunggulan kecepatan dan biaya rendah.

Bagi pasar global, termasuk Indonesia, langkah ini juga bisa membawa efek pada model mobil Volkswagen yang dilengkapi SoC lokal mungkin akan lebih cepat naik kelas dalam hal konektivitas dan otonomi mengemudi. Ini bisa mempersiapkan kita pada era mobilitas yang benar-benar disebut cerdas.

Pengumuman investasi lebih dari US$ 200 juta atau sekitar Rp3,2 triliun Volkswagen di Tiongkok untuk mengembangkan SoC internal adalah sinyal jelas bahwa era mobil listrik saja tak cukup, mobil masa depan adalah sistem terintegrasi antara perangkat keras, lunak dan kecerdasan buatan.

Dengan strategi “In China, For China”, Volkswagen menegaskan bahwa mereka tak ingin hanya menjadi pemain global, tetapi juga pemain lokal yang relevan.

Jika proyek ini berhasil, kita akan menyaksikan mobil Volkswagen generasi selanjutnya yang tidak hanya listrik, tetapi benar-benar pintar dan terpadu.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |