Toyota Gazoo Racing Resmi Kembali ke Formula 1 Jadi Title Sponsor Haas F1 di Musim 2026

1 month ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Formula 1 kembali dikejutkan oleh manuver strategis pabrikan otomotif raksasa. Setelah absen selama lebih dari satu dekade, Toyota Motor Corporation, melalui divisi balap mereka, Toyota Gazoo Racing (TGR), secara resmi untuk ikut memperdalam keterlibatannya di F1 dengan mengambil alih status title sponsor tim Haas. 

Keputusan ini telah diumumkan pada awal Desember 2025. Toyota Gazoo Racing dan tim Haas F1 yang dimiliki Gene Haas. Aliansi ini akan mengubah nama tim Amerika tersebut menjadi TGR Haas F1 Team mulai musim 2026, menggantikan sponsor utama sebelumnya.

Langkah ini merupakan sebuah evolusi besar dari kemitraan teknis multi-tahun yang sudah terjalin antara TGR dan Haas sejak akhir 2024. Toyota kembali ke F1 karena Chairman Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda sebelumnya telah menyatakan penyesalan karena terlalu terburu-buru untuk menarik tim Toyota dari F1 pada akhir musim 2009, meninggalkan para insinyur dan pembalap muda tanpa panggung global.

Kini, kemitraan yang lebih dalam dengan Haas menjadi platform Toyota untuk kembali menumbuhkan bakat-bakat muda TGR dan mempercepat filosofi mereka tentang "People, Product, Pipeline." Kemitraan ini sudah mencakup pengembangan driver dan engineer, berbagi keahlian teknis, dan instalasi simulator baru di markas Haas di Banbury, Inggris. 

Dilansir autoindustriya.com, Haas mendapatkan powertrain tim ini dipastikan akan tetap menggunakan mesin Ferrari hingga setidaknya musim 2028. Pengumuman ini menunjukkan tekad serius dari Toyota untuk tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi berjuang keras di puncak balap motorsport global.

Evolusi Kemitraan Menjadi Title Sponsor

Kemitraan antara TGR dan Haas dimulai sebagai perjanjian teknis multi-tahun, di mana TGR membantu Haas dengan desain, teknik, dan layanan manufaktur. Selama musim 2025, kolaborasi ini sudah terlihat nyata, terutama melalui program TPC (Testing of Previous Car) yang memungkinkan pembalap muda Jepang yang didukung TGR untuk menguji mobil Haas VF-23.

Peningkatan status menjadi title sponsor pada 2026 adalah langkah besar bagi kedua belah pihak. Bagi Haas, dukungan finansial dan teknis dari Toyota memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan untuk bersaing lebih kompetitif, terutama menjelang perubahan regulasi besar pada 2026.

Bagi Toyota, hal ini menandai kembalinya nama besar mereka ke grid F1 setelah vakum lama, sekaligus memenuhi komitmen Akio Toyoda untuk memberi kesempatan kepada generasi muda TGR di panggung dunia.

Fokus pada Program Pengemudi dan SDM

Inti dari kemitraan TGR Haas F1 Team ini ialah tidak hanya pada branding semata, tetapi pada pengembangan sumber daya manusia. Program TPC yang sebelumnya akan diubah namanya menjadi 'TGR Haas Driver Development Program' mulai 2026.

Program ini berfungsi sebagai pipeline (jalur pipa) untuk membina para engineer dan pembalap muda dari Jepang, memberikan pengalaman untuk mereka langsung dalam lingkungan F1 yang sangat kompetitif. 

Toyota, sudah dikenal sukses besar dalam ajang World Rally Championship (WRC) dan World Endurance Championship (WEC), kini membawa filosofi kemenangan Gazoo Racing ke F1.

Tim Principal Haas, Ayao Komatsu, menyatakan sebuah kehormatan untuk memperdalam hubungan ini, yang disebutnya telah memberikan manfaat yang besar bagi tim Amerika tersebut.

Siap Bersaing di Era Regulasi Baru 2026

Pengumuman title sponsor ini datang pada waktu yang sangat strategis, yaitu menjelang musim 2026, Formula 1 akan memberlakukan regulasi teknis mesin yang sepenuhnya baru, dengan fokus lebih besar pada elektrifikasi dan bahan bakar berkelanjutan.

TGR Haas F1 Team akan mengungkap livery (corak) mobil VF-26 mereka secara online pada 23 Januari, sebelum menuju Barcelona untuk pengujian privat. Meskipun kemitraan teknis dengan TGR semakin kuat, Haas akan tetap berpegang pada kesepakatan mesin Ferrari yang akan berlanjut hingga 2028. 

Kemitraan ini menunjukkan bahwa Toyota sedang membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan di F1, kemungkinan besar dengan tujuan kembali sebagai pabrikan mesin penuh di tahun-tahun mendatang, seiring perubahan regulasi F1 yang mengarah ke arsitektur hybrid yang merupakan keahlian Toyota.

Kerjasama antara Toyota Gazoo Racing dan Haas di Formula 1 2026 adalah salah satu berita terbesar di motorsport. Aliansi ini menjanjikan babak baru bagi tim Haas yang berambisi naik kelas, sekaligus menandai kembalinya kekuatan finansial dan teknik Toyota ke lintasan balap terpopuler di dunia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |