Tips Praktis Merawat Mobil Usai Terendam Banjir

20 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Mobil yang terendam banjir sering kali menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pemiliknya, terutama karena air kotor yang membawa lumpur dan sampah bisa masuk ke dalam kabin, merusak sistem kelistrikan, hingga mengganggu performa mesin.

Ketika banjir datang secara tiba-tiba, banyak pemilik tidak punya kesempatan untuk memindahkan kendaraannya ke lokasi yang lebih aman.

Karena itu, langkah cepat setelah air surut menjadi sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan menjaga mobil tetap dalam kondisi layak pakai.

Tindakan darurat setelah banjir bukan hanya soal membersihkan bagian luar, tetapi juga memastikan seluruh bagian penting, baik interior maupun mekanis, aman sebelum kendaraan kembali digunakan.

Bila penanganan ini terlambat, berbagai masalah bisa muncul. Mulai dari bau tak sedap, jamur yang tumbuh di karpet, karat di bagian bawah mobil, hingga kerusakan elektronik yang menimbulkan risiko korsleting.

Perbaikan semacam ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga berpotensi menyebabkan biaya yang cukup besar.

Dilansir dari laman Auto2000, langkah awal setelah banjir harus dilakukan secara bertahap dan teliti agar kerusakan bisa diminimalkan sejak awal.

Membersihkan interior, mengeringkan kabin, memeriksa kondisi mesin, rem, hingga sistem kelistrikan menjadi langkah wajib sebelum mobil kembali dinyalakan.

Beberapa tindakan ringan sebenarnya bisa dilakukan pemilik langsung di rumah, asalkan dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti prosedur yang benar.

Namun, jika mobil terendam cukup tinggi atau terdapat indikasi masalah di ruang mesin, membawa kendaraan ke bengkel resmi adalah pilihan yang jauh lebih aman.

Teknisi akan membantu memeriksa setiap komponen penting dengan alat lengkap. Dengan penanganan tepat dan tidak terburu-buru, mobil yang terendam banjir masih memiliki peluang besar untuk kembali pulih tanpa menimbulkan masalah jangka panjang.

Bersihkan Interior dan Kabin Secara Menyeluruh

Langkah pertama setelah banjir adalah mengeluarkan karpet, barang bawaan, dan seluruh perangkat yang basah dari dalam mobil.

Bersihkan kabin menggunakan vacuum cleaner untuk menyedot sisa air dan kotoran, kemudian lap dengan kain kering hingga benar-benar bersih.

Pastikan sudut dan celah kecil tidak terlewat karena area ini rentan menahan air dan lumpur yang dapat menyebabkan bau dan jamur.

Setelah itu, buka seluruh pintu dan jendela agar sirkulasi udara membantu mempercepat proses pengeringan. Sinar matahari sangat membantu untuk menghilangkan lembap pada jok dan dasar kabin.

Jika bau tak sedap tidak hilang atau karpet mulai memicu jamur, pertimbangkan untuk mencuci secara total atau menggantinya. Interior yang bersih menjadi langkah awal agar mobil tetap nyaman dan higienis setelah terendam.

Periksa Mesin, Kelistrikan, dan Bagian Bawah Mobil

Setelah interior ditangani, bagian mekanis menjadi prioritas utama. Air banjir sering membawa lumpur yang bisa masuk ke ruang mesin, sistem rem, dan area bawah mobil.

Pemilik perlu memeriksa oli mesin, oli transmisi, serta cairan penting lainnya. Jika terlihat berwarna keruh atau bercampur air, cairan tersebut wajib diganti agar tidak merusak komponen internal.

Sistem kelistrikan juga tak kalah penting untuk dicek. Kabel, sekering, soket, serta lampu harus dipastikan kering dan bebas korosi. Air yang tersisa pada soket dapat menyebabkan korsleting ketika mesin dinyalakan.

Jangan menyalakan mesin sebelum semua komponen benar-benar dipastikan kering. Jika tidak yakin, serahkan pengecekan ini ke bengkel resmi yang memiliki peralatan lebih lengkap.

Kenali Risiko Jangka Panjang dan Waktu yang Tepat ke Bengkel

Mobil yang pernah terendam banjir tetap memiliki risiko jangka panjang seperti karat, bau tak sedap, atau malfungsi pada kelistrikan. Dampak ini biasanya muncul jika penanganan awalnya tidak dilakukan dengan tepat.

Oleh karena itu, dokumentasikan kondisi mobil sebelum dan setelah pembersihan untuk keperluan klaim asuransi bila diperlukan.

Jika air banjir sempat mencapai dashboard atau masuk ke ruang mesin, membawa mobil ke bengkel resmi adalah langkah paling aman. Teknisi dapat memeriksa sistem rem, suspensi, serta komponen elektronik secara mendalam.

Pemeriksaan profesional membantu memastikan mobil benar-benar aman kembali digunakan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Menangani mobil setelah terendam banjir membutuhkan ketelitian dan langkah yang tepat.

Dengan membersihkan interior, mengecek mesin, memastikan kelistrikan aman, dan melakukan pemeriksaan profesional bila diperlukan, Anda dapat meminimalkan risiko kerusakan jangka panjang.

Penanganan cepat, tepat, dan tidak terburu-buru adalah kunci agar mobil kembali aman dan nyaman digunakan pasca-banjir.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |