Tesla dan GM Setop Pakai Suku Cadang China di Amerika

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Tesla dan General Motors (GM) kini sedang menjalani perubahan yang besar dalam sistem pasokan mereka. Kedua raksasa otomotif tersebut semakin tegas untuk mengurangi penggunaan suku cabang yang diproduksi di China untuk mobil-mobil yang dibuat di Amerika Serikat.

Dilansir arenaev.com, keputusan ini bukan hanya sekadar penyesuaian kecil, melainkan langkah yang strategis untuk menekan risiko geopolitik serta ketidakstabilan biaya yang beberapa tahun terakhir terus membebani industri.

Tesla bahkan telah meminta kepada para pemasoknya untuk berhenti memakai bagian-bagian yang berasal dari China dalam lini produksi AS. Sejumlah pemasok sudah mulai beralih ke komponen dari negara lain, dan Tesla menargetkan seluruh pasokan non China bisa terealisasi dalam satu hingga dua tahun mendatang.

GM pun mengambil kebijakan yang serupa, meski dengan tenggat yang lebih panjang. Perusahaan tersebut telah memberi waktu hingga 2027 bagi pemasoknya untuk mengakhiri ketergantungan pada komponen China dalam produksi AS.

Arahan awal dikeluarkan pada akhir 2024, kemudian diperkuat kembali di awal tahun ini ketika ketegangan perdagangan kembali meningkat dan memengaruhi harga serta kelancaran suplai komponen.

Namun dibalik upaya "de-China" tersebut, muncul situasi yang berlawanan. Tesla di Shanghai justru masih sangat bergantung pemasok lokal China. Lebih dari 95 persen komponen mobil Tesla yang diproduksi di China berasal dari produsen lokal, dengan lebih dari 400 perusahaan pemasok terlibat di dalamnya.

Hal ini telah menunjukan betapa rumitnya upaya restrukrisasi rantai pasokan global yang tengah berlangsung.

Perombakan Besar Rantai Pasokan Tesla dan GM

Tesla telah menjadi salah satu pemimpin dalam upaya mengalihkan penggunaan komponen dari China untuk lini produksi di Amerika Serikat. Sejumlah pemasok telah berhasil menggantikan beberapa komponen China dengan alternatif dari negara lain, meski Tesla sudah menetapkan target ambisiusnya yaitu seluruh komponen untuk produksi AS harus berasal dari luar China dalam satu hingga dua tahun mendatang.

GM juga sudah menetapkan kebijakan yang serupa, namun dengan rentang waktu lebih luas. Perusahaan tersebut sudah mematok 2027 sebagai batas akhir bagi pemasok untuk menghentikan penggunaan bagian buatan China.

Intruksi ini pertama kali disampaikan pada akhir 2024 dan kembali ditegaskan kembali pada musim semi 2025 sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan biaya dan perubahan kebijakan perdagangan global.

Faktor Utama Tentang Tarif Tinggi dan Risiko Geopolitik

Ketidakpastian biaya akibat tarif impor China menjadi faktor utama mendorong perubahan yang strategis kedua perusahaan. Fluktuasi tarif yang berasal dari perang dagang antara AS dan China membuat biaya komponen tidak stabil dan sulit diprediksi, sehingga menggangu perencanaan anggaran serta produksi.

Selain persoalan tarif, kekhawatiran akan risiko geopolitik juga terus meningkat. Tesla mulai gelisah setelah muncul soal ketegangan China dan Belanda terkait chip otomotif.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pasokan chip, salah satu komponen paling penting dalam kendaraan listrik bisa terdampak sewaktu-waktu. Karena itu, Tesla dan GM merasa perlu untuk mengamankan operasional mereka dengan mengurangi ketergantungan pada satu negara pemasok.

Paradoks Tesla dan Ketergantungan Besar di China

Meskipun Tesla sudah berusahan untuk menghilangkan komponen buatan China dari produksi AS, kondisi berbeda dengan di pabrik Shanghai. Fasilitas tersebut sangat bergantung pada pemasok lokal, dengan lebih dari 95 persen komponennya berasal dari produsen asal China. 

Tesla bahkan sudah memiliki lebih dari 400 pemasok aktif di negara tersebut, dan lebih dari 60 di antaranya adalah pemasok kunci dalam jaringan global perusahaan.

Paradoks ini menjelaskan bahwa upaya diversifikasi rantai pasokan bukan perkara mudah. Meski Tesla sudah mengurangi jejak China dalam produksi AS, ketergantungan tinggi mereka terhadap pemasok di China tetap menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari operasi global perusahaan.

Industri otomotif China pun masih memegang peran dominan dalam ekosistem produksi Tesla.

Gerakan Tesla dan GM untuk melepaskan ketergantungannya pada komponen buatan China mencerminkan perubahan besar dalam arah rantai pasokan otomotif global. Diversifikasi menjadi strategi penting untuk menghadapi risiko geopolitik dan fluktuasi biaya.

Namun, langkah ini juga memperlihatkan betapa kuatnya posisi industri China dalam peta produksi global sehingga upaya untuk benar-benar melepaskan diri darinya jauh dari kata sederhana.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |