Tanda-Tanda Ban Mobil Harus Ganti, Jangan Abaikan demi Keselamatan

2 months ago 48

Liputan6.com, Jakarta - Ban merupakan salah satu komponen paling vital pada kendaraan. Tidak hanya berfungsi sebagai penggerak, kondisi ban sangat berpengaruh terhadap kenyamanan sekaligus keselamatan berkendara. Sayangnya, banyak pengendara yang kerap abai hingga ban digunakan melebihi batas pakainya.

Agar tidak menimbulkan risiko di jalan, penting untuk mengenali tanda-tanda ban mobil yang sudah harus diganti dan memahami cara memilih ban baru yang tepat.

Disitat dari laman resmi Suzuki Indonesia, Kamis (25/9/2025) terdapat beberapa kondisi berikut menjadi indikator bahwa ban mobil sebaiknya segera diganti:

1. Muncul Benjolan pada Permukaan Ban

Benjolan menandakan kawat penguat ban putus. Kondisi ini melemahkan daya tahan ban terhadap tekanan udara dan berpotensi menyebabkan pecah ban saat digunakan.

2. Tapak Ban Menyentuh Tread Wear Indicator (TWI)

Setiap ban dilengkapi indikator batas keausan. Jika kembang ban sudah sejajar dengan tanda TWI, maka ban dianggap aus dan tidak aman dipakai, terutama di jalan basah.

3. Menempuh Jarak Lebih dari 40.000 Kilometer

Setelah melewati jarak ini, elastisitas ban berkurang meskipun secara fisik masih terlihat utuh.

Ban menjadi keras dan grip berkurang, sehingga lebih mudah tergelincir.

4. Usia Ban Lebih dari Tiga Tahun

Meski jarang dipakai, ban yang sudah berusia tiga tahun akan kehilangan elastisitas alaminya. Karet cenderung mengeras dan lebih rentan retak.

5. Ban Gundul, Retak, atau Terlalu Banyak Tambalan

Ban yang gundul, mengalami retakan, atau sudah terlalu sering ditambal tidak lagi memiliki kekuatan optimal.

Kondisi ini sangat berbahaya ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Tips Mengganti Ban Mobil dengan Tepat

Jika ban mobil sudah menunjukkan tanda-tanda keausan, lakukan penggantian dengan memperhatikan hal-hal berikut:

1. Utamakan Ban Belakang

Bila belum memungkinkan mengganti seluruh ban, dahulukan penggantian pada ban belakang. Ban ini berperan penting sebagai penggerak roda sekaligus penyeimbang kendaraan.

2. Perhatikan Ukuran Sesuai Velg

Pilih ban sesuai ukuran velg yang direkomendasikan pabrikan. Ban yang terlalu besar atau kecil dapat memengaruhi kenyamanan berkendara dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

3. Pilih Tapak Ban Sesuai Kebutuhan

Setiap jenis ban dirancang untuk kondisi jalan berbeda. Ban dengan tapak Highway Terrain cocok untuk penggunaan sehari-hari di jalan aspal halus, sementara Mud Terrain lebih pas untuk area berlumpur atau off-road.

Jika mobil digunakan di dua kondisi sekaligus, ban dengan tapak All Terrain bisa menjadi pilihan terbaik.

4. Konsisten dengan Merek yang Terbukti

Setelah menemukan merek ban yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan, sebaiknya tidak sering bergonta-ganti.

Ban dari merek yang sudah teruji kualitasnya biasanya lebih konsisten dalam hal performa, daya cengkeram, dan ketahanan.

5. Lakukan Rotasi Ban secara Berkala

Untuk menjaga keausan ban tetap merata, lakukan rotasi ban setiap 10.000 kilometer atau sesuai rekomendasi pabrikan.

Rotasi ini membantu memperpanjang usia ban sekaligus menjaga stabilitas kendaraan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |