Perbaiki Kinerja Keuangan, Emiten FITT Akuisisi Perusahaan Tambang

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) menargetkan perbaikan kinerja keuangan melalui langkah transformasi bisnis dengan mengakuisisi PT Venturi Tambang Perkasa (VTP). Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis perhotelan dan memperluas sumber pendapatan dari sektor jasa pertambangan.

Direktur PT Hotel Fitra International Tbk, Ou Yang, mengatakan akuisisi VTP diharapkan mampu menjadi titik balik bagi kinerja Perseroan. Menurutnya, perubahan model bisnis ini akan menggeser fokus FITT dari perusahaan hotel menjadi investment holding yang bergerak di sektor jasa pertambangan.

“Kami berharap melalui akuisisi ini terjadi pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan,” kata Ou Yang dalam Paparan Publik, Jumat (26/6/2026).

VTP sendiri menjalankan bisnis jasa penunjang pertambangan dan penggalian dengan skema business to business (B2B). Pendapatan perusahaan berasal dari volume produksi wet metric ton (WMT) melalui kontrak jangka menengah hingga panjang, dengan area operasional di Luwuk, Sulawesi Selatan.

Tercatat pada tahun 2025, VTP berhasil membukukkan pendapatan sebesar Rp 128,7 miliar dengan laba operasional sekitar Rp 36 miliar. Perusahaan juga memiliki total aset Rp 169 miliar dan memproduksi nikel sebanyak 742.321 ton atau lebih dari 700 ribu WMT.

Divestasi Anak Usaha dan Strategi Ekspansi Jangka Panjang

Adapun guna merealisasikan akuisisi tersebut, FITT terlebih dahulu melepas kepemilikan pada dua anak usahanya. Perseroan menjual 99,99% saham BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo (BBS) senilai Rp 21,9 miliar dan 99,96% saham FAW kepada PT Pratama Global Sevindo (PGS) senilai Rp 46,9 miliar. Dari transaksi tersebut, FITT memperoleh dana sekitar Rp 67,9 miliar.

Sebagian besar dana, yakni Rp 46,5 miliar, akan digunakan untuk membeli 50% saham VTP dari PT Sheng Yue Hengli, sedangkan sisanya dialokasikan untuk restrukturisasi utang Perseroan.

Setelah proses akuisisi rampung, FITT akan bertransformasi menjadi investment holding company yang berfokus pada sektor pertambangan. Perseroan juga menyiapkan strategi pengembangan bisnis secara bertahap untuk memperkuat portofolio di industri sumber daya mineral. Pada tahap awal selama satu hingga dua tahun, fokus utama diarahkan pada integrasi bisnis dan penataan struktur perusahaan.

Ekspansi dan Diversifikasi Usaha

Selanjutnya, dalam periode tiga hingga lima tahun, FITT akan melakukan ekspansi dan diversifikasi usaha, termasuk membuka peluang meningkatkan kepemilikan saham di VTP menjadi lebih dari 50% apabila dinilai sejalan dengan strategi investasi. Dalam jangka panjang, atau setelah lima tahun, Perseroan menargetkan konsolidasi ekosistem bisnis pertambangan agar mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

“Melalui strategi ini, FITT menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan terbuka yang adaptif terhadap transformasi industri dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang serta peningkatan nilai bagi pemegang saham,” pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |