Mercedes-Benz Pilih Tunda Program L3 Drive Pilot, Mau Fokus ke Hal Ini

3 weeks ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Produsen mobil mewah asal Jerman mengambil langkah strategis penting dalam arah pengembangan teknologi kendaraan otonom. Perusahaan mengumumkan bahwa sistem Level 3 Drive Pilot yang sebelumnya memungkinkan pengemudi melepaskan pandangan dari jalan pada kondisi terbatas akan dihentikan sementara pada model terbaru mulai S-Class 2026 dan beberapa model lainnya.

Keputusan ini merupakan sebuah respons atas kombinasi biaya tinggi, keterbatasan penggunaan di kehidupan nyata, dan minat konsumen yang relatif rendah terhadap fitur tersebut.

Sistem Drive Pilot pertama kali diperkenalkan pada 2023 sebagai salah satu upaya pertama di dunia untuk menghadirkan Level 3 autonomous driving dalam kendaraan produksi, termasuk pada model S-Class dan EQS.

Level 3 sendiri merupakan kategori otomatisasi yang memungkinkan kendaraan mengendalikan steering dan braking, serta membebaskan driver dari pengawasan langsung terhadap jalan dalam kondisi tertentu. Sayangnya, kemampuan itu hanya bisa digunakan dalam kondisi yang sangat spesifik, seperti kecepatan rendah di jalan tol dengan cuaca bersih dan adanya kendaraan di depan.

Dilansir arenaev.com, Selasa (20/1/2026), Mercedes-Benz menyatakan bahwa meskipun pencapaian teknologi ini signifikan, pemakaian nyata yang terbatas serta biaya sensor seperti LiDAR yang tinggi, pernah membuat beberapa kemitraan pemasok berpulang termasuk dengan berakhirnya kerja sama dengan pemasok LiDAR Luminar pada 2024 yang menjadikan sebuah faktor penentu dalam keputusan ini.

Selain itu, pelanggan harus tetap membayar biaya langganan tahunan yang relatif tinggi untuk tetap bisa menggunakan Drive Pilot yang tidak sebanding dengan manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari di jalan umum.

Fokus ke Teknologi Driver Assist yang Lebih Praktis

Alih-alih dengan terus mempertahankan teknologi Level 3 yang operasionalnya terbatas, Mercedes-Benz kini memusatkan upaya pada pengembangan sistem MB.Drive Assist Pro yang disebut sebagai Level 2++.

Teknologi ini masih mewajibkan pengemudi untuk tetap menjaga tangan di kemudi dan mata pada jalan, namun mampu menyediakan bantuan yang lebih luas dan berguna dalam menyetir sehari-hari termasuk pada navigasi di jalan kota, belokan, dan transisi dari area parkir ke rute tujuan.

Sistem Level 2++ ini akan hadir pertama kali di model Mercedes-Benz CLA terbaru yang menggunakan kombinasi sensor seperti kamera, radar, dan sensor ultrasonic untuk mengatasi beragam kondisi lalu lintas.

Dengan beralih dari LiDAR berbiaya tinggi ke sensor yang lebih terjangkau, Mercedes berharap pada sistem ini dapat lebih mudah diadopsi oleh konsumen luas, serta mampu memberikan bantuan berkendara yang lebih nyata dalam berbagai skenario.

Bukan Akhir untuk Level 3, Tapi Penyesuaian

Mercedes-Benz menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti era Level 3 autonomous driving berakhir secara permanen. Pabrikan tersebut menyarakan bahwa rencananya untuk terus mengembangkan teknologi otomasi yang lebih canggih, termasuk pada kemungkinan fitur yang dapat bekerja pada kecepatan lebih tinggi dan dalam kondisi cuaca yang lebih bervariasi.

Namun untuk saat ini, perusahaan memilih untuk mengoptimalkan driver assist yang dapat digunakan secara lebih realistis oleh pengemudi dalam kehidupan sehari-hari di jalan umum.

Keputusan Mercedes-Benz untuk menunda sementara sistem Level 3 Drive Pilot menggarisbawahi bahwa tantangan nyata yang masih dihadapi oleh teknologi pengendara otonom, termasuk biaya pengembangan yang tinggi, ketergantungan sensor mahal, dan keterbatasan penggunaan di dunia nyata.

Dengan fokus baru pada teknologi Level 2++ yang lebih praktis, Mercedes berharap dapat menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih nyata dan bermanfaat bagi para konsumen saat ini, sambil tetap berinvestasi dalam invoasi untuk masa depan otomasi berkendara.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |