Kontroversi Kebijakan Trump Batalkan Standar Efisiensi Bahan Bakar CAFE

1 month ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Dunia otomotif global, khususnya di Amerika Serikat, baru-baru ini sedang diguncang oleh keputusan politik yang sangat kontroversial. Pemerintahan Presiden Donald Trump, melalui lembaga Environmental Protection Agency (EPA) dan Department of Transportation (DOT), secara resmi telah mengumumkan pembatalan besar-besaran terhadap standar efisiensi bahan bakar (Corporate Average Fuel Economy/CAFE) yang sebelumnya sudah ditetapkan administrasi yang terdahulu.

Rencana agresif untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar rata-rata armada kendaraan baru secara tahunan, pada keputusan ini menandai sebuah pergeseran arah kebijakan yang tajam, menjauh dari akselerasi wajib kendaraan listrik (EV) dan kembali memprioritaskan mesin pembakaran internal ICE(Internal Combustion Engine) dan truk besar.

Dilansir thedrive.com, keputusan rollback ini segera diumumkan dan mulai diterapkan pada regulasi tahun fiskal mendatang. Tujuan utama dari pembatalan kebijakan ini  adalah untuk mengurangi beban regulasi yang dianggap terlalu mahal dan menekan industri otomotif, serta memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen yang masih menginginkan SUV dan truk bertenaga bensin.

Kebijakan ini secara efektif melonggarkan persyaratan peningkatan efisiensi tahunan dari tingkat yang sangat ketat (seperti 5 persen per tahun) menjadi persentase yang lebih santai. Hal ini segera memicu gelombang kritik dari aktivis lingkungan, yang menilai rollback ini merupakan pukulan telak bagi upaya global untuk memitigasi perubahan iklim.

Di sisi lain, beberapa pabrikan mobil dan serikat pekerja menyambut baik keputusan ini, berharap dapat memangkas biaya produksi dan menawarkan harga jual kendaraan yang lebih terjangkau di tengah inflasi. Secara fundamental Rollback ini mampu mengubah insentif pasar, yang berpotensi mampu memperlambat momentum transisi EV yang sudah dibangun di AS.

Perubahan Angka dan Target yang Dibatalkan

Inti dari rollback ini adalah untuk perubahan yang signifikan pada angka target efisiensi. Regulasi era sebelumnya menuntut tentang peningkatan efisiensi tahunan yang sangat agresif, hal ini secara efektif memaksa produsen mobil untuk mempercepat peluncuran model-model listrik.

Pembatalan ini secara dramatis menurunkan target peningkatan efisiensi tahunan tersebut. Keputusan ini mampu mempengaruhi target yang menjadi lebih longgar, pabrikan kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menjual kendaraan konvensional yang lebih besar, seperti SUV dan pickup truck, yang notabenenya merupakan segmen yang paling menguntungkan di pasar AS.

Keputusan ini memberi ruang bernapas bagi produsen mobil tradisional yang masih berjuang untuk menyeimbangkan antara investasi EV yang masif dan profitabilitas jangka pendek dari penjualan ICE.

Reaksi Berseberangan dari Industri Otomotif dan Lingkungan

Pengumuman rollback standar CAFE memecah belah opini di Amerika. Di satu sisi, kelompok advokasi lingkungan dan sejumlah pabrikan yang sudah berinvestasi besar di EV menyatakan penentangan keras.

Mereka berpendapat bahwa di dunia manapun, kebijakan seperti ini akan memperlambat adopsi teknologi bersih dan merusak kredibilitas AS dalam upaya global memerangi pemanasan.

Sebaliknya, beberapa pabrikan besar dan asosiasi industri otomotif menyambut bahwa hal ini positif pelonggaran aturan tersebut. Mereka mengklaim bahwa regulasi yang terlalu ketat telah menaikkan biaya produksi dan harga jual mobil baru. Dengan standar yang lebih longgar, mereka berharap dapat menawarkan kendaraan yang lebih terjangkau kepada konsumen, terutama di segmen truk dan SUV yang permintaannya tetap tinggi.

Hal ini menciptakan dilema antara profitabilitas jangka pendek industri dan tanggung jawab lingkungan jangka panjang.

Implikasi Jangka Panjang pada Konsumen dan Pasar EV

Dampak dari pembatalan standar CAFE ini bersifat jangka panjang dan kompleks. Bagi konsumen, harga mobil baru berpotensi turun sedikit atau setidaknya tidak naik secepat yang diperkirakan, khususnya untuk model ICE.

Namun, di sisi lain konsumen mungkin akan kehilangan insentif kuat untuk beralih ke EV yang bisa memperlambat perkembangan infrastruktur pengisian daya.

Kebijakan ini berisiko memperpanjang masa pakai kendaraan bensin dan diesel di AS, yang pada akhirnya akan meningkatkan emisi gas rumah kaca secara kumulatif. Bagi pasar EV, rollback ini memaksa produsen untuk mengandalkan permintaan pasar murni (tanpa dorongan regulasi) untuk menjual EV, yang bisa saja melambatkan laju inovasi elektrifikasi di AS, berbeda dengan Tiongkok atau Eropa yang terus memperketat standar emisinya.

Keputusan rollback standar CAFE oleh pemerintahan Trump merupakan langkah kontroversial yang memprioritaskan kepentingan ekonomi dan industri otomotif konvensional. Dampaknya akan terasa pada tren penjualan mobil, harga, dan, yang paling penting, pada laju transisi energi di sektor transportasi AS.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |