Keluar dari Pakem, Tesla Mulai Uji Penggunaan Apple CarPlay

1 week ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Tesla, perusahaan mobil listrik terbesar asal Amerika Serikat tampaknya memulai sebuah gebrakan terbaru. Pasalnya, merek tersebut tengah menguji Apple CarPlay pada mobilnya. 

Sebuah hal yang mengejutkan banyak orang di industri otomotif, dikarenakan selama bertahun-tahun, Tesla menolak untuk menambahkan fitur populer ini pada kendaraannya.

Tesla memang lebih suka membiarkan pengemudi menggunakan perangkat lunaknya sendiri. Namun, sekarang, tampaknya produsen mobil tersebut berubah pikiran. 

Seperti dilansir Arenaev, Tesla sedang menguji fitur Apple CarPlay secara internal. Hal tersebut bertujuan untuk melihat kelayakan fitur yang berfungsi dengan baik bila digunakan dalam mobil. 

Proyek ini memang masih dirahasiakan oleh Tesla, tetapi jika pembaruan ini terealisasikan, keluhan besar di antara para pengemudi mobil tersebut akan teratasi. 

Lebih lanjut, tampaknya perubahan ini cukup ironis. Pasalnya, sekitar sepuluh tahun lalu, CEO Tesla Elon Musk mengatakan ingin menambahkan fitur mirroring ponsel ke mobilnya. 

Ia menyebut Android Auto dan Apple CarPLay secara spesifik. Namun, janji itu pudar, begitu juga dengan janji lainnya. 

Tesla justru fokus membangun sistemnya sendiri. Perusahaan menginginkan kendali penuh atas layar pada kendaraannya.

Mereka membangun sistem dengan peta dan perintah suara yang baik. Namun, sistem tersebut tak pernah terhubung ke ponsel seperti CarPlay.

Suatu hal yang berbeda dilakukan pada dunia otomotif lainnya. Pasalnya, perusahaan seperti General Motors menghapus CarPlay dari kendaraan listrik baru mereka. 

Perusahaan tersebut tampaknya ingin meniru Tesla melalui sistem buatannya sendiri dengan mengendalikan data dan layar. Namun, ketika para perusahaan lain mulai meniru strategi tersebut, Tesla mulai bergerak berlawanan arah.

CarPlay Dapat Terhubung ke Ponsel Pengemudi

Secara tampilan, Tesla berencana menggunakan Apple CarPlay versi standar. Perusahaan tak akan menggunakan versi ultra yang lebih baru. Pasalnya, pada versi ultra, sistem akan mengambil alih seluruh dasbor, termasuk speedometer dan kontrol iklim. 

Namun, alih-alih tertarik akan berbagai fungsi tersebut, Tesla tetap tidak menggunakannya. 

Sebagai gantinya, CarPlay akan ditampilkan sebagai jendela di layar besar, yang sesuai dengan antarmuka Tesla saat ini. Pengemudi tetap dapat melihat data mobil saat menggunakan aplikasi ponsel mereka. 

Detail penting lainnya adalah terkait koneksi yang tidak menggunakan kabel. Sebuah kabar baik karena memudahkan pengemudi untuk langsung masuk dan ponselnya otomatis terhubung dengan sistem, tidak ada kabel yang berantakan di kursi depan. Hal tersebut membuat fitur Apple Music atau Google Maps sangat mudah digunakan. 

CarPlay adalah fitur yang wajib dimiliki oleh banyak pembeli mobil karena menyederhanakan segalanya. Orang-orang tahu betul cara kerja iPhone miliknya dan ingin sensasi tersebut ada di dalam mobil mereka. 

Tesla memiliki sistem suara ke teks yang sangat baik, bahkan lebih baik daripada yang lainnya. Namun, beberapa pengemudi tampaknya lebih menyukai Siri dari iPhone, asisten virtual yang dapat diajak berbicara untuk melakukan berbagai tugas. 

Namun, tidak ada kepastian bahwa ini akan benar-benar terwujud. Laporan tersebut memberi peringatan bahwa Tesla berpotensi untuk membatalkan inisiatif ini kapan saja. 

Mereka mungkin melakukan pengujian, berkesimpulan bahwa inisiatif tersebut tidak memenuhi standarnya, dan kemudian menghentikannya. 

Situasi serupa telah terjadi sebelumnya. Jadwal menunjukkan bahwa inisiatif ini bisa saja diluncurkan dalam hitungan bulan jika segala sesuatunya berjalan baik, tetapi hingga ada pembaruan resmi, pemilik Tesla harus menunggu dan mengamati perkembangan yang ada.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |