Jangan Tunggu Mesin Jebol! Kenali 4 Tanda Motor Matic Minta Ganti Oli

21 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Tanda motor matic telat ganti oli mesin menunjukkan sejumlah ciri khas yang tidak boleh diabaikan. Perawatan rutin ini merupakan aspek terpenting dalam menjaga kinerja dan umur panjang sepeda motor. 

Namun dalam fakta yang sering terjadi, masih banyak pemilik motor yang sering mengabaikan hal ini yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada usia komponen mesin saja, tetapi juga dapat menimbulkan sejumlah gejala yang bisa dirasakan langsung ketika sedang berkendaraa.

Mengetahui ciri-ciri motor matic yang telat ganti oli mesin menjadi sebuah langkah penting agar pemilik dapat mengambil tindakan cepat sebelum masalah berkembang menjadi kerusakan yang serius dan akan memakan banyak biaya.

Dilansir ibid.astra.co, Selasa *3/2/2026), tanda motor matic yang sudah melewati jadwal pergantian oli mesin, mulai dari perubahan suara mesin hingga efek pada performa dan kenyamanan berkendara.

Gejala-gejala ini sering kali muncul bertahap dan bisa menjadi sinyal bagi pemilik motor bahwa mesin membutuhkan perhatian lebih, termasuk penggantian oli baru. Dengan memahami ciri-ciri tersebut, pengendara dapat mencegah kerusakan komponen internal mesin yang lebih fatal serta mempertahankan performa motor secara optimal sepanjang waktu.

Menunda-nunda dalam pergantian oli mesin bukan hanya soal jadwal servis yang terlewat, tetapi juga meningkatkan risiko gesekan antara komponen mesin. Oli yang sudah lama dipakai akan kehilangan kemampuannya sebagai pelumas dan pendingin, sehingga kerja mesin menjadi kurang efisien dan berpotensi mempercepat keausan.

Edukasi soal ciri motor yang telat ganti oli penting dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki motor matic sebagai kendaraan harian. Pemahaman yang baik akan ciri-ciri tersebut dapat membantu pemilik motor mengantisipasi efek buruk sebelum mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Suara Mesin Berubah, Tanda Oli Tak Bekerja Maksimal

Salah satu ciri yang paling awal terasa oleh pengendara ketika oli mesin sudah telat diganti adalah perubahan pada suara mesin. Mesin yang biasanya halus dan tenang bisa terdengar lebih kasar atau bersuara lebih berisik saat dinyalakan maupun saat berakselerasi.

Hal ini terjadi karena oli yang sudah melewati masa pakai akan kehilangan daya pelumasan yang optimal, sehingga gesekan antara komponen internal mesin meningkat.

Suara yang timbul biasanya bukan sekadar suara normal mesin, tetapi lebih terdengar seperti klik-klik atau dengungan yang tidak biasa, menjadi alarm awal bahwa pelumasa mesin sudah mulai tidak efektif.

Ketika oli kehilangan kualitasnya, fungsinya sebagai peredam gesekan menurun. Akibatnyaa, komponen seperti piston, silinder, dan bantalan mesin bekerja dalam kondisi kurang dilumasi dengan baik.

Hal ini bukan hanya meningkatkan kebisingan, tetapi juga dapat mempercepat keasusan pada bagian mesin tersebut. Bagi pengendara motor yang sering menggunakan mesin dalam kondisi stop-and-go atau sering berada di lalu lintas padat, perubahan suara ini bisa menjadi indikator penting bahwa oli mesin perlu segera diganti.

Performa Mesin Menurun dan Tarikan Berat

Selain perubahan suara mesin, motor matic yang telat ganti oli mesin kerap menunjukkan penurunan pada performa secara umum yang paling terasa saat melakukan akselerasi.

Mesin yang sebelumnya responsif kini terasa lebih lambat dan terikan terasa berat, terutama ketika mesin motor diminta untuk berakselerasi dari kondisi diam atau saat menanjak. Kondisi ini terjadi karena oli yang sudah tua tidak lagi mampu memberikan pelumasan optimal pada komponen mesin yang bergerak, sehingga tenaga yang dihasilkan mesin tidak disalurkan secara efisien.

Pertubahan performa ini bisa berdampak pada kenikmatan berkendara, terutama saat pengenara ingin menyalip kendaraan lain atau ketika membawa beban tambahan. Selain itu, konsumsi bahan bakar bisa meningkat karena mesin bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama seperi sebelumnya.

Ventilasi Mesin Cepat Panas dan Risiko Overheat

Motor matic yang telah ganti oli juga bisa mengalami kondisi di mana mesin cepat panas bahkan saat berkendara normal. Oli mesin tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga membantu menjaga suhu kerja mesin tetap pada level yang optimal.

Ketika oli sudah kehilangan karakteristiknya, fungsi ini ikut menurun sehingga mesin cenderung menghasilkan panas lebih cepat.

Kondisi mesin yang cenderung akan lebih cepat panas ini bukan hanya berdampak pada kenyamanan pengendara, tetapi juga berpotensi yang dapat merusak komponen internal mesin seperti silinder, piston, dan gasket.

Jika dibiarkan terus menerus tanpa tindakan perbaikan seperti penggantian oli, mesin bisa berada pada risiko overheat yang pada akhirnya memicu kerusakan konstruksi mesin yang lebih serius.

Ciri Oli Mesin Keruh dan Warna yang Berubah

Memeriksa oli mesin secara visual melalui dipstick merupakan langkah sederhana yang bisa membantu pemilik motor untuk mengetahui apakah oli sudah telat diganti atau belum.

Oli yang masih layak biasanya berwarna lebih jernih atau kuning keemasan, sedangkan oli yang sudah dipakai lama cenderung berubah menjadi lebih gelap atau keruh. Perubahan warna ini menandakan bahwa oli sudah banyak terkontaminasi oleh partikel sisa pembakaran dan kotoran lain dari ruang mesin.

Kondisi oli yang keruh bukan hanya sekadar tanda kotor, tetapi juga pertanda bahwa kemampuan pelumasan oli sudah jauh menurun. Oli yang tercampur kotoran tak lagi dapat bekerja secara efektif, sehingga komponen mesin berada dalam kondisi kerja yang kurang ideal.

Pemeriksaan warna oli secara berkala dapat membantu pengendara mengambil keputusan tepat untuk melakukan penggantian oli sebelum ciri-ciri buruk lain muncul.

Dampak Jangka Panjang: Komponen Mesin Lebih Mudah Aus

Jika motor matic terus dipakai tanpa penggantian oli mesin yang tepat waktu, komponen internal mesin akan mengalami keausan lebih cepat. Oli yang sudah tidak efektif sering kali menyebabkan gesekan antar komponen meningkat, dan gesekan inilah yang pada akhirnya mempercepat degradasi bagian mesin seperti piston, ring piston, dan dinding silinder.

Keausan komponen ini tidak hanya mempengaruhi performa mesin, tetapi juga bisa memicu biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

Komponen yang mulai aus memiliki toleransi kerja yang berubah, sehingga mesin bisa kehilangan efisiensi dan menimbulkan gejala-gejala lain yang lebih serius, termasuk suara kasar yang menetap atau bahkan penurunan kompresi mesin secara drastis.

Tips Menghindari Telat Ganti Oli Mesin

Agar motor matic Anda tetap dalam kondisi optimal, penting untuk mencatat interval waktu dan jarak tempuh yang direkomendasikan untuk penggantian oli mesin sesuai panduan pabrikan.

Pemilik motor bisa menandai di buku servis, aplikasi pengingat di ponsel, atau kalender bengkel rutin sebagai pengingat agar tidak terlambat dalam melakukan penggantian oli.

Penggantian oli secara rutin menjaga mesin tetap licin, mencegah gejala-gejala buruk muncul lebih cepat, dan memperpanjang usia pakai mesin secara keseluruhan. Selain itu, oli baru juga membantu mempertahankan performa mesin tetap maksimal sehingga pengalaman berkendara tetap nyaman

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |