China Resmi Batasi Ekspor Mobil Listrik Mulai 2026, Ini Alasannya

1 month ago 50

Liputan6.com, Jakarta - China akan memperketat aturan ekspor mobil listrik mulai 1 Januari 2026. Semua produsen diwajibkan mengajukan lisensi ekspor sebelum mengirimkan kendaraan ke luar negeri.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga kualitas, mencegah perang harga, sekaligus membangun kepercayaan konsumen global.

Berdasarkan laporan Carscoops, Selasa (30/9/2025), keputusan ini juga menanggapi keluhan dari berbagai negara yang merasa dibanjiri mobil listrik murah asal China tanpa layanan purna jual yang memadai.

Pemerintah China menegaskan, aturan baru ini berlaku untuk seluruh mobil penumpang listrik murni. Mekanismenya mirip dengan izin ekspor yang sebelumnya sudah berlaku bagi kendaraan hibrida maupun berbahan bakar konvensional.

Tujuannya bukan hanya menertibkan jalur distribusi resmi, tetapi juga memastikan konsumen di luar negeri mendapatkan layanan purna jual yang layak.

Selama ini, banyak mobil diekspor secara tidak resmi tanpa dukungan teknis maupun jaringan servis yang jelas.

Dengan adanya lisensi ekspor, pemerintah berharap reputasi produsen mobil listrik China semakin kuat dan terhindar dari kesan “jual putus” yang sering dikeluhkan pasar internasional.

Eksportir Mobil Terbesar Dunia

Langkah ini dilakukan tidak lama setelah China menyalip Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia. Menurut South China Morning Post, pertumbuhan ekspor kendaraan dari China diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China, Cui Dongshu, bahkan menyebut dalam lima tahun ke depan, China bisa mengirim hingga 10 juta mobil ke pasar global setiap tahunnya.

Sementara itu, pasar domestik tetap menjadi penopang utama. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, penjualan mobil di dalam negeri bisa mencapai 30 juta unit per tahun.

Pasar Domestik Masih Luas

Meski sudah mendominasi pasar global, potensi pasar dalam negeri China ternyata masih jauh dari titik jenuh. Menurut Cui, daerah pedesaan dan wilayah barat-tengah masih punya ruang pertumbuhan besar.

Saat ini, tingkat kepemilikan mobil di China hanya sekitar satu unit per 1.000 penduduk. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan Eropa yang mencapai 641 unit per 1.000 orang, atau Amerika Serikat yang berada di level 860 unit per 1.000 orang.

Perbedaan mencolok ini menjadi peluang besar bagi produsen mobil lokal, sekaligus alasan pemerintah memperketat ekspor agar kendaraan listrik buatan China semakin dipercaya konsumen global.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |