Mengintip Harta Kekayaan Plt Sekda Pati Riyoso

3 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta Kepemimpinan Bupati Pati Sudewo yang terkesan arogan dengan gaya komunikasi yang kaku, tampaknya menjadi boomerang baginya. Ucapan bernada 'menantang' dan tak gentar didemo gegara kebijakan yang tak populer, kini justru dibalas tantangan oleh warganya.

Warga yang merasa tersinggung langsung geram dengan ucapan orang nomor satu di Kabupaten Pati Jawa Tengah ini. Warga menggalang dukungan dengan mendirikan posko donasi.

Kehadiran posko di depan Kantor Bupati Pati ini, sebagai persiapan unjuk rasa besar-besaran menolak kebijakan kenaikan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada 13 Agustus mendatang.

Keberadaan posko itu ternyata mengusik ketenangan Bupati Pati Sudewo. Dia tampaknya menginstruksikan PLT Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati, Riyoso, untuk memindahkan posko penggalangan logistik unjuk rasa.

Alih-alih ingin menertibkan, upaya Riyoso justru mendapat perlawanan sengit sejumlah warga yang berjaga di posko tersebut. Atas kejadian yang sempat terjadi baku hantam, sosok Riyoso menjadi viral.

Keberanian Riyoso untuk pasang badan mengamankan kebijakan Bupati Pati itu, menyita perhatian masyarakat. Sebab Riyoso sempat terekam dalam video yang beredar sedang adu mulut dengan koordinator donasi unjuk rasa.

Banyak masyarakat dibuat penasaran oleh sosok Riyoso yang terkesan mati-matian membela atasannya, yakni Bupati Sudewo.

Profil Riyoso

Dari penelusuran informasi yang dihimpun Liputan6.com yang tertuang pada dokumen Daftar Informasi Publik Pimpinan dan PNS di Lingkungan Pemkab Pati Periode September 2022, berhasil menyajikan rekam jejak Riyoso selama menjadi PNS.

Pejabat kelahiran Kabupaten Pati pada 20 November 1971 ini, menyandang gelar Sarjana Sosial dan Magister Manajemen. Saat bersekolah, Riyoso dikenal pelajar yang aktif di sejumlah organisasi skolah. Yakni sebagai pengurus OSIS SMA Negeri 1 Pati.

Riyoso juga sempat aktif sebagai anggota Manggala Pati Praja periode 1991-1994. Pada tahun 1992 hingga 1994, Riyoso menjadi pengurus Bintalroh Praja. Serta pengurus IKDIKPP (2000), bendahara FKPP Jawa Tengah (2007), dan Ketua IARMI Kabupaten Pati (mulai 2021).

Dari laman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati, mencantumkan riwayat pendidikan Riyoso. Dia bersekolah di SD Ngemplak Kidul 01 tahun 1979-1985, SMP Negeri 6 Pati tahun 1985-1988) dan SMA Negeri 1 Pati tahun 1988-1991.

Usai lulus dari SMA, Riyoso berhasil diterima sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 1991-1999. Sedangkan gelar pasca sarjana, dia peroleh saat kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta pada tahun 2001-2003)

Karir Riyoso setelah diterima menjadi PNS, diawali sebagai PJ Sekretaris Lurah 2001 sampai dengan 2003. Berkat kepiawaianya memimpin, dia sempat ditunjuk sebagai Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Margoyoso selama tahun 2003-2006.

Karier Riyoso sebagai PNS pun makin moncer. Dia sempat menjabat Sekretaris Camat Cluwak tahun 2010, Camat Dukuhseti 2010-2012 dan Camat Margorejo 2012-2013. Selanjutnya dia diangkat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Pati tahun 2013-2021 dan Plt Kepala Satpol PP tahun 2018.

Harta Kekayaan

Sebagai pejabat di daerah, kekayaan Riyoso bisa dibilang cukup besar. Dari penelusuran di laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Riyoso melaporkan kekayaanya pada 13 Februari 2025 saat menjabat Kepala DPMPTSP.

Riyoso mempunyai aset tak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp5 miliar. Perinciannya 7 properti dengan luas berbeda-beda, yang seluruhnya berada di wilayah Kabupaten Pati.

Riyoso juga melaporkan aset kendaraan berupa satu unit mobil Toyota Fortuner senilai Rp 555.100.000. Tak ketinggalan, Riyoso juga melaporkan harta bergerak sebesar Rp 181 juta serta kas dan setara kas sebanyak Rp205 juta. Kemudian dikurangi utang, harta kekayaan Riyoso mencapai Rp4 miliar lebih, tepatnya Rp4.560.967.387.

Adik Kandung Mantan Ketua DPRD Pati

Informasi lainnya, Riyoso adalah adik kandung dari mantan Ketua DPRD Pati Sunarwi. Sang kakak sempat menjadi politikus PDIP. Kemudian meloncat ke Partai Hanura.

Kakak Riyoso ini juga sempat mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Pati pada tahun 2011 lalu. Namun ambisi Sunarwi yang berpasangan dengan Tejo sebagai wakil bupati, kalah dengan pasangan Cabup Haryanto-Budiono pada putaran kedua.

Kini, Sunarwi diberikan mandat oleh Bupati Pati Sudewo sebagai Plt Ketua Badan Amil Zakat dan Shodaqoh (BAZNAS). Sosok Sunarwi kala itu juga menjadi bagian Timses Pemenangan Pasangan Sudewo dan Risma Ardhi Chandra saat kampanye Pilkada Pati 2025-2029.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |