KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo, Pengawasan Pemda ke Kapal Wisata Dipertanyakan

15 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyesalkan insiden kecelakaan kecelakaan KM Putri Sakinah di Selat Padar, Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo. ASITA lantas menyorot pengawasan pemilik usaha hingga pemda setempat.

Kapal ini membawa keluarga pelatih tim wanita B Valencia CF, Fernando Martín Carreras. Hingga saat ini upaya pencarian terhadap korban yang hilang masih dilakukan.

ASITA menegaskan, keselamatan wisatawan adalah prioritas utama dan mutlak dalam industri pariwisata.

"Peristiwa ini menjadi keprihatinan serius bagi industri pariwisata nasional, khususnya sektor wisata bahari di destinasi super prioritas," katanya.

Perketat Pengawasan dan Perkuat Peringatan Cuaca Ekstrem

ASITA NTT meminta pemerintah dan otoritas terkait untuk memperketat pengawasan dan inspeksi rutin kapal wisata. Pemerintah dan otoritas terkait juga perlu memperjelas alur tanggung jawab keselamatan wisata bahari di destinasi prioritas.

Pemerintah juga perlu menguatkan sistem peringatan dini cuaca ekstrem yang terintegrasi dengan pelaku industri. Peristiwa ini perlu pembenahan serius demi menjaga keselamatan wisatawan, kepercayaan dunia internasional, dan reputasi pariwisata Indonesia.

"Perlu adanya penerapan kesamaan standar di lapangan yang tersentral dan diatur oleh authorities terkait jadi tidak ada standard ganda. Perlu ada pengawasan yang rutin ter-schedule dan prioritas pada keselamatan setelah aturan dibuat. Tidak ada ruang sekecil apapun untuk tawar menawar jika itu menyangkut faktor safety atau keselamatan wisatawan," jelasnya.

Pelaku Usaha Harus Evaluasi Total

ASITA NTT mengimbau seluruh pelaku usaha wisata bahari yaitu operator kapal, travel agent, dan mitra terkait untuk evaluasi menyeluruh standar keselamatan kapal, termasuk kelayakan mesin, struktur kapal, dan alat keselamatan.

Para pelaku usaha juga harus memastikan kapal hanya beroperasi sesuai kondisi cuaca dan peringatan resmi otoritas maritim.

"Utamakan keputusan menunda atau membatalkan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak aman," ujarnya.

Cek Izin Operasional

Kemudian terhadap para operator kapal wisata wajib memiliki izin operasional yang sah dan aktif, mengoperasikan kapal dengan awak bersertifikasi dan berpengalaman, dan memberikan briefing keselamatan yang jelas kepada wisatawan sebelum berlayar.

Sementara terhadap travel agent dan tour operator agar lebih selektif dalam memilih mitra operator kapal, juga tidak semata-mata mempertimbangkan harga, tetapi keselamatan, legalitas, dan rekam jejak operator.

ASITA sendiri siap berkolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan standar keselamatan wisata bahari secara berkelanjutan.*

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |