Bahaya Mengintai Usai Gempa Gunung Karangetang Mereda

19 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat untuk tidak lengah terhadap aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Meskipun tingkat kegempaan menunjukkan tren penurunan dibandingkan pekan sebelumnya, potensi bahaya runtuhnya kubah lava lama yang dapat memicu awan panas guguran sewaktu-waktu masih sangat tinggi.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh hingga periode akhir April 2026, tingkat aktivitas gunung api aktif ini masih bertahan pada Level II atau status Waspada. Petugas pos pengamatan terus merekam tingginya intensitas embusan gas dari kawah utama maupun kawah utara, yang mengindikasikan adanya tekanan magma yang masih dinamis di dalam tubuh gunung.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menjelaskan, dalam periode evaluasi pertengahan hingga akhir April tersebut, instrumen seismik merekam aktivitas kegempaan yang cukup padat, didominasi oleh gempa embusan sebanyak 111 kali. Selain itu, terekam pula delapan kali gempa tremor nonharmonik, dua kali gempa tornillo, tiga kali gempa hybrid atau fase banyak, 50 kali gempa vulkanik dangkal, 27 kali gempa vulkanik dalam, 28 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala I MMI, serta 189 kali gempa tektonik jauh.

Lana Saria menegaskan bahwa penurunan jumlah gempa tidak serta-merta menghilangkan ancaman bahaya di permukaan kawah. Menurutnya, karakteristik Gunung Karangetang sangat dipengaruhi oleh akumulasi material di puncak yang rentan tidak stabil.

"Kami mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mewaspadai adanya awan panas guguran di mana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava. Karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang ini memang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur atau longsor," ujar Lana Saria dalam laporan resmi yang diterima di Manado, Selasa (19/5/2026).

Secara visual, kawah utama atau kawah selatan tidak menunjukkan adanya kejadian guguran maupun erupsi efusif, dengan tinggi asap maksimum mencapai 400 meter di atas puncak disertai suara gemuruh yang sesekali terdengar. Namun, kondisi berbeda terpantau di kawah utara. Di area kawah dua tersebut, teramati asap putih dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 400 meter, lengkap dengan pancaran sinar api pada kolom asap yang mencapai ketinggian hingga 30 meter di atas puncak kawah.

Lana Saria menambahkan bahwa potensi ancaman tidak hanya datang dari puncak kawah langsung, melainkan juga dari material aliran yang mengarah ke lembah-lembah sungai. Pihaknya meminta warga bersiap terhadap segala kemungkinan buruk, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Sitaro.

"Sangat penting bagi warga untuk mewaspadai terjadinya luncuran lava dari kawah utara menuju arah barat daya hingga selatan, serta potensi kejadian lahar di waktu hujan deras di puncak gunung," tambah Lana Saria memperingatkan.

Merespons potensi ancaman ini, Badan Geologi telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan bersama. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, hingga para pendaki dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara). Sterilisasi wilayah juga diperluas hingga radius 2,5 kilometer pada sektor barat daya dan selatan dari kawah utama yang menjadi jalur bukaan kawah.

Selain pembatasan jarak aman, warga yang bermukim di sekitar lereng Gunung Karangetang dianjurkan untuk segera menyiapkan masker penutup hidung dan mulut sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya gangguan saluran pernapasan jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu. Sementara itu, bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dari ancaman bencana sekunder berupa lahar hujan dan banjir bandang yang dapat datang secara tiba-tiba saat intensitas hujan meningkat.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |