Wisata Berujung Petaka, Pria Asal Lampung Utara Hanyut Diterjang Ombak Pantai Pesisir Barat

3 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Wisatawan bernama Rizal Wahyudi (29) dilaporkan hanyut terseret ombak saat berwisata di Pantai Mandiri, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat kejadian, korban diketahui tengah berenang di perairan pantai sebelum akhirnya terseret arus laut dan menghilang. Polda Lampung pun angkat suara menyikapi insiden tersebut.

Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan kejadian tersebut. Yuni mengatakan korban merupakan warga Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, dan hingga kini masih dalam pencarian.

“Korban atas nama Rizal Wahyudi, usia 29 tahun. Saat ini Polres Pesisir Barat telah berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian,” ujar Yuni, Minggu (4/1/2026).

Menurut Yuni, proses pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan sejumlah unsur. Tim SAR dibagi ke dalam beberapa regu untuk menyisir area laut serta garis pantai di sekitar lokasi kejadian.

“Ada tim yang melakukan penyisiran di perairan laut dan ada juga yang menyusuri sepanjang pantai. Fokus pencarian masih di sekitar Pantai Mandiri dan wilayah sekitarnya,” jelasnya.

Dia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama saat beraktivitas di kawasan pantai yang tengah dilanda cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, dan arus laut. Jika situasi tidak memungkinkan, sebaiknya hindari aktivitas berenang demi keselamatan,” pintanya

Hingga berita ini diturunkan, nasib korban masih belum diketahui, sementara tim SAR terus berjibaku menyisir laut yang dikenal memiliki ombak besar di kawasan Pesisir Barat.

Kronologi Korban Tewas Tenggelam

Kapolsek Pesisir Tengah, AKP Hadly Nasution mengungkapkan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.10 WIB, saat korban masih berada di laut meski sebagian rekannya telah naik ke darat.

“Korban berenang bersama tiga orang rekannya. Namun ketika ombak besar datang, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terseret arus ke tengah laut. Sementara tiga rekannya berhasil selamat,” ujar Hadly kepada Liputan6.com, Minggu (4/1/2026).

Dari keterangan sejumlah saksi, dijelaskan AKP Hadly, rombongan wisatawan asal Kabupaten Lampung Utara itu tiba di Pantai Mandiri sekitar pukul 15.00 WIB. Setengah jam kemudian, Rizal bersama rekan-rekannya memutuskan berenang di sekitar pantai.

"Sekitar pukul 16.30 WIB, sebagian dari rombongan memilih menghentikan aktivitas berenang dan membersihkan diri di kamar mandi umum. Namun Rizal bersama salah satu saksi, Husni Nur Wahit (17), masih bertahan di laut," jelasnya.

Nahas, sekitar pukul 17.10 WIB, ombak besar datang secara tiba-tiba. Rizal terseret arus kuat dan tenggelam di tengah laut. Upaya pertolongan tidak berhasil dilakukan karena derasnya arus dan tingginya gelombang.

AKP Hadly menegaskan, sebelum kejadian pihak kepolisian telah memberikan peringatan kepada para pengunjung untuk tidak berenang di Pantai Mandiri, terutama pada sore hingga malam hari karena gelombang laut cenderung meningkat.

“Imbauan sudah kami sampaikan. Kondisi ombak di Pantai Mandiri pada sore hari memang berbahaya untuk aktivitas berenang,” tegasnya.

Hingga kini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. Pihak kepolisian berharap korban segera ditemukan dan mengimbau wisatawan agar selalu mematuhi peringatan keselamatan demi menghindari kejadian serupa.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, dan arus laut. Jika situasi tidak memungkinkan, sebaiknya hindari aktivitas berenang demi keselamatan,” pintanya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |