Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Kebakaran Panti Jompo di Manado, Termasuk Pemilik Oma Olva Sumual

3 days ago 12

Liputan6.com, Manado - Aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) melakukan proses lidik dan sidik terkait kasus kebakaran Panti Werdha Damai Manado yang terjadi pada Minggu 28 Desember 2025. Sudah 10 orang saksi diperiksa, termasuk Ketua Panti Jompo tersebut Oma Olva Sumual.

"Kami melakukan proses lidik dan sidik, sudah dilakukan olah TKP, Tim Labfor juga sudah turun," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol AP Hasibuan saat jumpa pers di RS Bhayangkara Manado pada, Selasa (30/12/2025) siang.

Dia mengatakan, proses lidik saat itu yaitu melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Pihaknya juga menunggu hasil Labfor terkait dengan asal dan penyebab kebakaran.

"Untuk saksi sudah diperiksa sebanyak 10 orang yang terdiri dari penghuni sebagai saksi melihat asal api. Keterangan yang kami terima asal api dari dapur," terang AP Hasibuan.

Meski demikian, dia mengatakan, pihaknya masih menunggu Labfor. Apakah ada unsur kelalaian, kesengajaan, atau karena kondisi.

"Untuk pengurus panti, kemarin sudah pemeriksaan. Tapi karena dalam kondisi lemah, hari ini dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Ketua Panti Oma Olva Sumual," papar AP Hasibuan.

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap Oma Olva dilakukan juga dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Apalagi, Oma Olva sudah berusia 76 tahun.

"Kita juga lakukan pemeriksaan dengan dasar kemanusiaanm," kata AP Hasibuan.

Kebakaran hebat melanda sebuah panti jompo di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Minggu, 28 Desember malam. Peristiwa tragis ini menewaskan 16 warga lansia penghuni panti. Selanjutnya, Aktris legendaris Prancis, Brigitte Bardot, menghembuskan napas ter...

Akan Dalami Unsur Kelalaian

AP Hasibuan kembali menegaskan, dalam proses lidik sidik itu, pihaknya akan mendalami apakah ada unsur kelalaian, kesengajaan, atau lainnya. Selanjutnya akan mendapat kesimpulan apabila sudah terkumpul semua hasil pemeriksaan.

"Termasuk juga nanti ada saksi ahli terkait dari Dinas Sosial, prosedur dari pengelolaan dari sebuah panti. Akan dilakukan pemeriksaan pendalaman," tandas dia.

Diketahui, Panti Werdha Damai yang terletak di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2 itu terbakar pada Minggu malam 28 Desember 2025, sekitar pukul 20.40 Wita. Akibat kebakaran itu, 16 penghuni panti jompo itu tewas terbakar.

Hingga Selasa (30/12/2025) siang, Tim DVI Polda Sulut telah berhasil mengidentifikasi 4 dari 16 jenazah korban kebakaran.

Sebelumnya, empat dari 16 jenazah korban kebakaran Panti Werdha Damai Manado yang terjadi pada, Minggu, 28 Desember 2025 malam berhasil teridentifikasi. Masih ada 12 jenazah lainnya dalam proses pencarian identitas, termasuk melalui tes DNA.

"Bahwa dari korban yang meninggal dunia ada 16 orang, sudah teridentifikasi sebanyak empat korban," ungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol AP Hasibuan saat menggelar jumpa pers fdi RS Bhayangkara Manado pada, Selasa (30/12/2025).

15 Orang dari Pihak Keluarga Korban Sudah Melaporkan

Hasibuan memaparkan, dari 16 korban meninggal dunia, ada sebanyak 15 orang dari pihak keluarga yang sudah melaporkan.

"Untuk korban atas nama Oma Chirstiani Saropa, hingga kini keluarganya belum melapor. Harapan kami kepada keluarga bisa mendatangi RS Bhayangkara ke Posko Ante Mortem untuk diambil sampel pembanding," tutur Hasibuan.

Dari 15 pihak keluarga korban yang sudah melapor, ada 11 DNA yang akan dikirim ke Pusdokkes Jakarta. Bersamaan dengan itu, dibawa pula 13 sampel korban.

"Untuk satu keluarga akan diambil sampelnya di Jakarta, karena ada satu korban yang keluarganya berada di Jakarta," tutur Hasibuan.

Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr Tasrif menambahkan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan pada dua Posko Ante Mortem dan Post Mortem. Disusul rapat rekonsiliasi untuk mencocokan data Ante Mortem yang didapatkan dari keluarga, dan data Post Mortem hasil pemeriksaan jenazah korban di kamar jenazah.

"Untuk jenasah yang sisanya masih 12, masih dalam proses identifikasi. Pada beberapa korban masih akan dilaksanakan pemeriksaan DNA baik itu korban maupun pembanding dari keluarga," ujar Tasrif.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |