Motif Pembunuhan Driver Taksi Online di Sumut

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatra Utara membongkar tabir gelap di balik kasus perampokan berdarah yang merenggut nyawa seorang pengemudi taksi online bernama Riyan Alamsyah (25).

Di balik aksi keji tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa kedua pelaku tega menghabisi nyawa korban semata-mata demi memuaskan kecanduan mereka terhadap narkotika jenis sabu.

Kasus ini bermula ketika aparat kepolisian meringkus dua orang tersangka berinisial AP (27) dan GPM (29). Keduanya tak berkutik saat diringkus tim kepolisian di sebuah penginapan OYO yang terletak di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (14/8/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Penangkapan ini menjadi titik terang atas misteri hilangnya nyawa Riyan yang ditemukan tewas di kawasan perkebunan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak, membeberkan bahwa malapetaka tersebut berawal dari aktivitas terlarang yang dilakukan kedua tersangka di sebuah warung internet.

Saat itu, AP dan GPM menghabiskan waktu bersama untuk mengonsumsi sabu. Namun, masalah pelik muncul tatkala pasokan narkotika tersebut habis, sementara hasrat mereka untuk terus menggunakannya masih membara di tengah ketiadaan modal finansial.

Kondisi terdesak akibat kantong kering inilah yang kemudian melahirkan niat jahat dalam pikiran keduanya untuk mencari uang dengan cara merampok pengemudi taksi online. Cornelius menjelaskan secara terperinci latar belakang tindakan brutal tersebut kepada awak media di Markas Polda Sumut.

“Jadi motifnya adalah tersangka AP dan GPM ini, karena mereka kan awal mulanya sedang nyabu. Kemudian karena kehabisan bahan sabunya, sementara mereka masih punya keinginan untuk melanjutkan nyabunya dan mereka tidak memiliki uang, jadi motif yang paling utama adalah mencari uang, mengambil uang si korban dengan cara melakukan pembunuhan,” ujar Cornelius di Mapolda Sumut, Kamis (27/8/2026).

Rencana jahat itu langsung dieksekusi oleh AP yang mengajak GPM untuk memesan transportasi daring melalui aplikasi ponsel pintar. Dalam catatan investigasi polisi, gelagat mencurigakan sempat terlihat ketika mereka membatalkan pesanan pertama karena menilai sang pengemudi memiliki postur tubuh yang terlalu tegap untuk ditaklukkan.

Tak patah arang, mereka kembali memesan kendaraan lain hingga akhirnya mendapatkan mobil Daihatsu Ayla yang dikemudikan oleh korban, Riyan Alamsyah.

Berdasarkan pembagian peran yang telah dirancang, AP bertindak sebagai otak kejahatan sekaligus eksekutor utama yang menjerat leher korban menggunakan sehelai ikat pinggang. Sementara itu, GPM berperan melakukan pemesanan melalui aplikasi serta membantu melancarkan aksi kekerasan fisik terhadap korban hingga tak berdaya.

Usai menghabisi nyawa korban di dalam kendaraan, kedua tersangka membawa jasad Riyan ke kawasan perkebunan tebu di Jalan Segitiga, Dusun 22, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, lalu membuangnya begitu saja di lokasi sepi tersebut.

Setelah meninggalkan jasad korban, kedua pelaku kabur membawa mobil Daihatsu Ayla milik Riyan. Kendaraan hasil kejahatan itu kemudian dijual kepada pihak penadah seharga Rp 17 juta di kawasan Belawan. Pergerakan cepat aparat kepolisian tidak hanya berhenti pada penangkapan AP dan GPM, tetapi juga berhasil mengamankan dua orang terduga penadah yang kini turut berurusan dengan hukum.

“Lokasinya di Belawan. Belawan, ya,” kata Cornelius saat mengonfirmasi lokasi tempat transaksi penjualan mobil curian tersebut.

Meski jaringan penadah telah disentuh, Cornelius menegaskan bahwa dalam kasus pembunuhan tersebut, pelaku hanya dua orang. Penyelidikan mendalam memastikan bahwa tidak ada aktor intelektual lain di luar AP dan GPM yang ikut serta merencanakan atau mengeksekusi pembunuhan tersebut.

“Jadi, tersangka untuk kasus pembunuhan ini hanya dua orang ini saja, yaitu AP dan GPM. Tidak ada tersangka lain dalam kasus pembunuhan,” tegas Cornelius.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |