Liputan6.com, Jakarta - Ajung masih terus berdiri menanti pembeli. Di belakangnya ada tenda 3x3 meter berisi penuh pakaian bergambar tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ajung spesialis jualan baju di kegiatan NU, baginya muktamar adalah waktunya meraup untung.
"(Pembeli) masih lebih ramai waktu di Lampung," katanya mulai bercerita.
Saat Muktamar di Lampung, kata Ajung, para pedagang disebar di beberapa titik, seperti di alun-alun, di sekitar tempat muktamar, dan lain sebagainya. Sementara di Jombang ini, penjual dipusatkan di satu titik Lokasi, sehingga banyak penjual baju yang lokasinya berdekatan, dan itu memengaruhi pendapatannya.
Saat ditanya soal omzet harian, Ajung belum bisa memastikan karena muktamar belum sampai pada puncaknya. Hanya saja dirinya mengaku sudah keluar uang Rp 10 juta hanya untuk menyewa tenda ukuran 3x3 meter di dua titik.
Apa yang dialami Ajung menjadi gambaran perputaran perekonomian saat digelarnya Muktamar ke-35 di Jombang. Ajung akan mendapat keuntungan dari berjualan baju, sementara warga di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, ketiban rezeki dengan menyewakan halaman rumah mereka untuk dijadikan lapak para pedagang.
Ini menjadi cerminan bahwa muktamar menjadi semacam pemicu perputaran ekonomi kerakyatan yang masih bagi masyarakat setempat. Betapa tidak, diperkirakan lebih dari 50.000 warga Nahdliyin tumpah ruah di Jombang, yang akan menciptakan efek berganda dan langsung menyentuh ekonomi akar rumput.
Berkah Muktamar NU juga dirasakan betul oleh Ahmad Arif Alwan, warga Perum Denanyar Indah, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, yang memiliki usaha konveksi. Sejak Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas resmi ditunjuk jadi tuan rumah muktamar, usahanya langsung banjir pesanan.
Saking banyaknya pesanan, suara mesin produksi nyaris tak berhenti terdengar dari tempat usaha konveksinya. Tumpukan kain, kaos, tas, handuk, dan jersey silih berganti masuk ke meja produksi.
Sebagian sudah selesai dikerjakan, lainnya masih menunggu proses sablon, jahit, hingga pengepakan.
Bagi Alwan, kesibukan tersebut menjadi pemandangan berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Sejak Muktamar ke-35 NU semakin dekat, pesanan merchandise bertema muktamar berdatangan hampir tanpa jeda.
"Alhamdulillah, menjelang Muktamar ke-35 NU ini pesanan meningkat cukup signifikan. Omzetnya bisa mencapai sekitar Rp150 juta," ucap Alwan.
Usaha yang dirintisnya sejak 2016 itu mendadak memasuki masa paling sibuk. Aktivitas produksi bahkan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Sebanyak 11 pekerja kini ikut berjibaku menyelesaikan pesanan. Mereka mengerjakan beragam produk, mulai kaos, tas, handuk, hingga jersey yang dipesan untuk kebutuhan peserta, maupun masyarakat yang ingin memiliki buah tangan dari perhelatan akbar NU di Jombang.
Salah satu produk yang paling banyak dipesan adalah kaos. Bahkan empat hari sebelum muktamar dibuka, Alwan menyebut sekitar 2.000 kaos bertema Muktamar ke-35 NU telah diproduksi.
Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena pelaksanaan muktamar baru akan berlangsung beberapa hari lagi. "Kalau dibandingkan hari biasa, omzet sekarang bisa naik sekitar tiga kali lipat. Momentum Muktamar ini sudah cetak 2 ribu kaos. Padahal Muktamar masih satu pekan lagi," katanya.
Harga produk yang dikerjakan Alwan relatif beragam. Kaos dipasarkan sekitar Rp70 ribu per potong. Sedangkan produk lainnya berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp120 ribu, menyesuaikan jenis dan spesifikasi pesanan.
Lonjakan permintaan membuat rutinitas produksi berubah. Jika sebelumnya pekerjaan dapat dilakukan dengan ritme yang lebih longgar, kini setiap pesanan harus dikejar agar selesai tepat waktu.
Alwan bukan pemain baru di dunia konveksi. Hampir satu dekade ia membangun usahanya secara bertahap sejak 2016. Namun, Muktamar ke-35 NU memberikan momentum yang berbeda.
Perhelatan organisasi Islam terbesar itu tidak hanya menghadirkan peserta dan penggembira dari berbagai daerah ke Jombang. Kebutuhan terhadap berbagai produk pendukung juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
Bagi Alwan, kesempatan tersebut terasa semakin istimewa karena ia merupakan alumni santri Tambakberas.
Ada kebanggaan tersendiri ketika usaha yang dibangunnya ikut mengambil bagian dalam menyambut agenda besar, yang digelar di lingkungan pesantren tempat ia pernah menimba ilmu.
"Alhamdulillah, sebagai alumni santri Tambakberas kami ikut bangga. Semoga muktamar berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang terbaik," tuturnya.
Selain kuliner dan fashion, perputaran ekonomi juga terjadi di bisnis akomodasi. Mendadak rumah warga berubah menjadi homestay yang disewakan untuk muktamirin dari berbagai daerah. Bukan tanpa sebab, pasalnya hotel di sekitar Jombang penuh, kalau pun ada jumlah roomnya tak banyak, sehingga warga dengan senang hati mengungsi terlebih dahulu dan menyewakannya rumah mereka kepada muktamirin dengan harga yang bagus. Harga sewa rumah bahkan bisa lebih mahal jika lokasinya dekat dengan Lokasi pusat muktamar.
"Sehari bisa satu juta yang banyak kamar," kata seorang warga.
Bahkan ada muktamirin yang menyewa lebih dari lima rumah warga dengan harga puluhan juta selama muktamar belangsung.
Itu juga yang dialami Ibnu Al-Farabi atau yang akrab disapa Cak Obi. Warga Jombang yang menyewakan rumahnya untuk para peserta muktamar. Dirinya mengaku bukan hanya mendapatkan rezeki lebih dari menyewakan rumah, tapi juga ingin mendapatkan keberkahan dari kedatangan muktamirin.
"Rumah saya disewa oleh penyewa dari Surabaya. Rencananya digunakan sebagai basecamp untuk sekitar 10 sampai 15 orang," katanya.
Lokasi rumah Cak Obi di Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, Kecamatan Jombang disewakan senilai Rp10 juta. Dari uang sewa tersebut, Cak Obi bersama warga lain yang menyewakan rumah telah bersepakat memberikan kompensasi Rp500 ribu untuk kepentingan lingkungan, terutama untuk mendukung keamanan, kenyamanan, dan suasana kondusif selama para tamu muktamar berdatangan.
Sejatinya, rumah ini ditempati sehari-hari bersama keluarganya. Ia mulai bersiap meninggalkan rumah pada 24 Agustus 2026 dan dibersihkan agar siap digunakan.
Selama rumahnya disewakan, dirinya bersama keluarga tinggal sementara di rumah kedua miliknya di Peterongan, Jombang.
Bukan hanya mengharap untung, Cak Obi juga ingin melayani muktamirin yang sudah jauh-jauh datang ke Jombang.
"Karena kegiatan muktamar itu padat, saya berusaha membuat rumah senyaman dan se-homey mungkin. Bisa untuk istirahat, nongkrong, ngopi, sekaligus menjadi basecamp," katanya.
Kisah Cak Obi sebagai cara warga Jombang menyambut Muktamar NU ke-35 sebagai tuan rumah yang menjamin kenyamanan para tamu. Warga sekitar rela menjadikan ruang pribadinya untuk sementara dimanfaatkan selama sepekan.
Cara penawaran rumah-rumah warga sekitar Tambakberas beragam. Mulai dari menitipkan informasi ke petugas perumahan maupun media sosial.
Seperti pengalaman Cak Obi yang mendapatkan penyewa dari media sosial setelah membuat konten fasilitas rumahnya. Respons pun mulai berdatangan. Sejumlah calon penyewa dari Jakarta dan Jawa Tengah sempat menghubunginya karena hendak datang ke Jombang untuk mengikuti dan memeriahkan muktamar.
"Mereka ingin berkhidmat dan memeriahkan Muktamar di Tambakberas. Yang akhirnya cocok dan langsung jadi menyewa adalah dari Surabaya," katanya.
Bagi Cak Obi, momen ini bukan sekadar tentang menyewakan rumah dan mendapatkan tambahan penghasilan. Ada cara sederhana yang bisa dilakukan warga untuk menyambut tamu dan ikut menyukseskan hajatan besar NU di Jombang.
Selama beberapa hari, rumah tersebut akan menjadi saksi kecil dari hiruk-pikuk muktamar.
"Dari ruang keluarga, tempat ngopi hingga kamar untuk beristirahat, rumah warga ikut mengambil peran dalam menyambut ribuan orang yang datang ke Jombang," ungkapnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334485/original/004924500_1787846741-1001044571.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333724/original/013917600_1787804600-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_10.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333413/original/057415000_1787754659-1001040623.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332883/original/014826100_1787721604-1001600226.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332456/original/066924300_1787700616-IMG-20260825-WA0068.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322677/original/093611100_1786557522-WhatsApp_Image_2026-08-13_at_00.50.56__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314627/original/058111000_1675653463-Nahdlatul_Ulama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332292/original/028121600_1787646244-IMG-20260824-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332186/original/080017300_1787638888-yogi_gilang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332015/original/003728200_1787625684-bakal_calon_ketum_pbnu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331984/original/027662800_1787613401-IMG-20260825-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331979/original/000545700_1787611894-433209.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/901016/original/086405800_1434337417-NU-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331866/original/068972800_1787575793-IMG-20260822-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331682/original/003098900_1787558723-IMG-20260823-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331640/original/033981300_1787555280-WhatsApp_Image_2026-08-24_at_1.39.07_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331376/original/043306400_1787540015-Polisi_bongkar_produsen_uang_palsu_di_Tangsel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330766/original/053196600_1787442298-IMG_20260822_231508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3934854/original/013210600_1644918542-20220215-PENCAIRAN-JHT-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310792/original/035626400_1785346701-IMG-20260729-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579918/original/027229900_1778120519-cropped-8fbe8aee-1b0d-48d4-be01-fbc2871c6822.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315672/original/088287600_1755166530-Screenshot_2025-08-14_171432.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579958/original/098151500_1778121900-IMG-20260507-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2235854/original/054820800_1527992767-samsat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2388579/original/010281700_1540094871-2018021-Bayar-Pajak-Kendaraan-Sambil-Berolahraga-di-Kawasan-CFD--angga-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309998/original/043490200_1785301794-WhatsApp_Image_2026-07-29_at_11.54.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6826820/original/016446300_1779615644-nangoma.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1692442/original/028926200_1503805348-20170827-Samsat-Keliling-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413818/original/069965300_1763198004-mou_himbara_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1816143/original/048909400_1514544768-20171229-ISHG-AY5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7181507/original/098633100_1779977160-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.56.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)