Agenda ketiga yang dibawa Gus Rozin adalah memperkuat NU sebagai kekuatan masyarakat sipil.
Dalam gagasan tersebut, NU tidak hanya dipandang sebagai organisasi keagamaan yang mengurus kebutuhan internal jam'iyah, tetapi juga sebagai kekuatan masyarakat sipil yang memiliki peran strategis dalam kehidupan kebangsaan.
Posisi tersebut dinilai penting karena NU memiliki sejarah panjang dalam pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penguatan pesantren dan pembangunan kehidupan sosial.
Jaringan pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, lembaga sosial dan komunitas warga NU menjadi modal yang dapat dikembangkan untuk memperluas kontribusi organisasi.
NU juga didorong memiliki peran lebih kuat dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, kebudayaan hingga tantangan global.
Dalam bidang pendidikan, Gus Rozin menawarkan penguatan ekosistem yang menghubungkan pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, pendidikan profesi dan kaderisasi.
Sementara dalam kaderisasi, sistem yang lebih terencana, berjenjang, profesional dan berbasis kompetensi dinilai diperlukan agar NU memiliki kader yang mampu mengisi berbagai ruang pengabdian strategis.
Penguatan ulama dan pesantren juga menjadi bagian penting karena keduanya ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama keberlanjutan NU.
Perhatian terhadap pesantren diarahkan pada peningkatan mutu, penguatan tradisi keilmuan, kaderisasi ulama, kesejahteraan serta perluasan jejaring pesantren.
Gagasan tersebut kemudian dirangkum melalui visi berdaulat, bermartabat dan bermanfaat.
“Berdaulat dalam mengelola organisasi, bermartabat dalam memimpin, dan bermanfaat dalam khidmah,” menjadi rumusan yang ditekankan dalam visi tersebut.
Untuk menjalankan visi itu, Gus Rozin menempatkan lima prinsip kepemimpinan sebagai landasan, yakni akhlakul karimah, musyawarah, keadilan, khidmah dan maslahah.
“Memimpin dengan akhlak, bermusyawarah dalam mengambil keputusan, menegakkan keadilan dalam mengelola amanah, berkhidmah kepada jamaah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” demikian rumusan prinsip kepemimpinan tersebut.
Gagasan kepemimpinan itu menempatkan seorang pemimpin sebagai pemegang amanah yang bertugas menjaga organisasi, bukan sebagai pihak yang menjadikan jabatan sebagai tujuan.
Dalam perjalanan menuju Muktamar, pengalaman Gus Rozin juga menjadi salah satu bagian yang ditawarkan kepada warga NU.
Putra KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal tersebut tumbuh di lingkungan pesantren Kajen, Pati, Jawa Tengah, sebelum kemudian menempuh perjalanan pendidikan dan organisasi di berbagai tempat.
Pengalaman pendidikannya antara lain bersentuhan dengan Pesantren Fathul Ulum Kediri, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, STAI Al-Akidah Jakarta, Monash University Australia dan UIN Walisongo Semarang.
Di lingkungan organisasi NU, Gus Rozin pernah mengemban sejumlah amanah mulai dari organisasi kepemudaan hingga posisi strategis di tingkat wilayah dan PBNU.
Ia antara lain pernah menjadi Wakil Ketua LP Ma'arif PBNU, Ketua RMI NU Jawa Tengah, Ketua RMI PBNU, Mustasyar PCNU Kabupaten Pati, Katib Syuriah PBNU dan Ketua PWNU Jawa Tengah.
Pengalamannya juga bersentuhan dengan ruang kenegaraan melalui sejumlah amanah di pemerintahan, lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan.
Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari gagasan bahwa kepemimpinan NU membutuhkan pengalaman organisasi sekaligus kemampuan memahami perubahan sosial yang berkembang di masyarakat.
Bagi Gus Rozin, Muktamar ke-35 NU tidak seharusnya hanya dilihat sebagai momentum pergantian kepemimpinan.
"Muktamar adalah momentum menentukan arah NU lima tahun ke depan, karena itu, pilihan harus didasarkan pada kepentingan jam'iyah, bukan kepentingan kelompok," katanya.
Pandangan itu menempatkan Muktamar sebagai momentum untuk menentukan arah kebijakan, tata kelola dan prioritas pengabdian NU selama lima tahun mendatang.
Di titik inilah gagasan persatuan kembali menjadi penting karena kontestasi kepemimpinan diharapkan tidak meninggalkan polarisasi berkepanjangan setelah forum selesai.
Poros Tengah kemudian ditawarkan sebagai ruang temu bagi berbagai kekuatan agar seluruh unsur NU dapat kembali bekerja bersama setelah keputusan Muktamar ditetapkan.
"Poros Tengah bukan untuk memenangkan satu pihak, Poros Tengah adalah ikhtiar agar setelah Muktamar, tidak ada lagi kubu-kubu, yang menang adalah Nahdlatul Ulama," demikian penegasan dalam gagasan tersebut.
Dengan tiga agenda besar berupa persatuan, kemandirian dan penguatan NU sebagai masyarakat sipil, Gus Rozin menawarkan arah kepemimpinan yang tidak berhenti pada kontestasi figur.
Muktamar nantinya memang akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin PBNU, tetapi tantangan terbesar justru berada pada pekerjaan setelah keputusan itu diambil.
Pesantren harus terus diperkuat, kader harus disiapkan, pendidikan harus dikembangkan, ekonomi jamaah harus diberdayakan dan pelayanan sosial NU harus semakin luas.
Karena itu, gagasan Gus Rozin pada akhirnya menempatkan Muktamar bukan sebagai garis akhir sebuah kompetisi, melainkan sebagai awal dari pekerjaan panjang untuk membawa NU semakin solid, mandiri dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/901016/original/086405800_1434337417-NU-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331866/original/068972800_1787575793-IMG-20260822-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331640/original/033981300_1787555280-WhatsApp_Image_2026-08-24_at_1.39.07_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331376/original/043306400_1787540015-Polisi_bongkar_produsen_uang_palsu_di_Tangsel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330766/original/053196600_1787442298-IMG_20260822_231508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3934854/original/013210600_1644918542-20220215-PENCAIRAN-JHT-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330648/original/075433100_1787397279-IMG_20260822_161428.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330062/original/067993100_1787312152-1787310519564.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330040/original/014810600_1787309719-1001027842.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329427/original/076277500_1787280216-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_08.48.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329198/original/011587300_1787225059-Screenshot_2026-08-20_182030.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328571/original/074584300_1787201025-WA_1787199598628.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/947433/original/013810300_1438830910-ahwa-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328384/original/053599600_1787192285-318611.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328307/original/018046900_1787179635-IMG-20260819-WA0053.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327621/original/003407400_1787116701-IMG-20260819-WA0025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4731224/original/041843900_1706691977-lansia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327212/original/033346900_1787060593-abe7bf27-220c-4e96-bfc7-34514cbbcf96.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326717/original/093601300_1787034267-1001569232.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326670/original/067785900_1787031583-Demo_UI_Persiapan_1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310792/original/035626400_1785346701-IMG-20260729-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579918/original/027229900_1778120519-cropped-8fbe8aee-1b0d-48d4-be01-fbc2871c6822.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569394/original/029521400_1777440710-_Superbank__Key_Visual_-_Superbank_Catat_Laba_Sebelum_Pajak_Rp100_Miliar_di_Kuartal_I_2026.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315672/original/088287600_1755166530-Screenshot_2025-08-14_171432.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579958/original/098151500_1778121900-IMG-20260507-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2235854/original/054820800_1527992767-samsat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2388579/original/010281700_1540094871-2018021-Bayar-Pajak-Kendaraan-Sambil-Berolahraga-di-Kawasan-CFD--angga-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1692442/original/028926200_1503805348-20170827-Samsat-Keliling-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1816143/original/048909400_1514544768-20171229-ISHG-AY5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413818/original/069965300_1763198004-mou_himbara_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6826820/original/016446300_1779615644-nangoma.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)