Liputan6.com, Jakarta - Kopi menjadi pintu masuk bagi Ramli Usman dan Ismail Al Farizi untuk membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya harga kopi yang diterima petani, keduanya perlahan mengembangkan komoditas tersebut menjadi gerakan yang menyentuh sektor pendidikan, sosial hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Perjalanan itu bermula ketika Ramli dan Ismail melihat kesenjangan harga kopi Sinjai dengan kopi dari daerah lain. Saat itu, kopi basah atau ceri di tingkat petani hanya dihargai sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter, sedangkan kopi dari daerah lain yang mereka kenal sudah memiliki nilai jual jauh lebih tinggi.
Pengalaman tersebut membuat keduanya mulai serius memikirkan potensi kopi di kampung halaman. Sekitar 2016, Ramli yang baru pulang dari Jakarta kembali melihat perkebunan kopi milik keluarga Ismail di Patongko, Sinjai Tengah. Setahun kemudian, mereka memutuskan mengelola kebun tersebut sekaligus belajar lebih jauh mengenai budidaya dan pengolahan kopi.
"Ini ada juga kopi di Sinjai. Kenapa kita tidak kembali ke Sinjai?" kata Ramli mengenang titik yang kemudian mengubah arah perjalanan hidupnya.
Pada 2017, keduanya mulai merawat kebun yang saat itu memiliki sekitar 1.000 pohon kopi di lahan yang luasnya kurang dari 1 hektare. Hasilnya belum banyak, tetapi pada 2018 produksi mulai menunjukkan perkembangan. Ramli yang sebelumnya aktif di dunia entertainment dan menjadi pembawa acara kemudian perlahan meninggalkan pekerjaannya di kota untuk fokus mendampingi petani.
Keputusan itu semakin kuat setelah Ramli bertemu dengan salah satu amil Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang juga merupakan adik kelasnya. Dari pertemuan tersebut, mereka mulai berdiskusi mengenai pemberdayaan masyarakat. Visi yang dinilai sejalan kemudian mempertemukan Ramli dan Ismail dengan program-program Dompet Dhuafa.
Dukungan itu berkembang secara bertahap hingga pada 2020 Dompet Dhuafa mulai memberikan dukungan secara lebih resmi terhadap pengembangan kopi, antara lain melalui bantuan fasilitas penjemuran, mesin kopi, dan greenhouse untuk proses pengeringan. Pengembangan kemudian berlanjut hingga mendorong perluasan wilayah pemberdayaan dari Patongko.
Menurut Ramli, perluasan tersebut penting karena lahan yang mereka kelola terbatas. Dari awalnya hanya mendampingi sekitar lima petani, jumlahnya terus bertambah menjadi tujuh, 10, 15, 22, 45 hingga kini sekitar 120 petani yang didampingi secara personal.
Dampak pemberdayaan juga mulai terlihat dari sisi harga. Kopi yang sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp1.500 hingga Rp2.500 perlahan dapat dinaikkan menjadi Rp5.000, kemudian Rp6.000 hingga Rp7.500. Bagi Ramli, kenaikan tersebut bukan sekadar angka, tetapi bentuk penghargaan terhadap kerja keras petani.
"Sebuah harga yang jika dibandingkan dengan harga sebelumnya, ini sangat menghargai keringat petani," ujarnya.
Di saat pengembangan kopi berjalan, perhatian Ramli dan Ismail juga meluas kepada anak-anak petani. Mereka menemukan sejumlah anak petani yang hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA dan kesulitan melanjutkan ke perguruan tinggi. Keduanya kemudian membantu mencarikan informasi kampus dan peluang beasiswa.
Upaya tersebut kemudian mendapat kembali dukungan melalui program Youth Excellence Scholarship dari Dompet Dhuafa. Program tersebut memberikan beasiswa sejak anak-anak petani berada di kelas 12 SMA sebagai persiapan menuju perguruan tinggi.
Hingga kini, sebanyak 51 anak petani telah dijembatani pendidikannya melalui Kawasan Madaya Sinjai, baik melalui pendampingan personal dari Ramli dan Ismail maupun melalui program beasiswa Dompet Dhuafa.
"Beasiswa itu merupakan program di tingkat nasional," kata Ramli.
Perjalanan pemberdayaan itu kemudian berkembang menjadi lebih luas. Ramli mengatakan, mereka tidak hanya berfokus pada kopi, tetapi juga berupaya merespons berbagai persoalan sosial di sekitar kawasan. Di antaranya membantu anak yatim piatu, mendukung kebutuhan masjid, hingga menghadirkan tempat pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak.
Dalam perkembangannya, pemberdayaan yang semula bernama Pemberdayaan Kopi Patongko kemudian diubah menjadi Pemberdayaan Kopi Sinjai. Perubahan nama itu dilakukan agar gerakan tersebut tidak terkesan hanya dimiliki masyarakat Patongko, melainkan dapat menjadi gerakan yang lebih inklusif.
Pada 2023, Kawasan Madaya Sinjai kemudian hadir sebagai bagian dari pengembangan program pemberdayaan Dompet Dhuafa. Kawasan tersebut mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari ekonomi berbasis kopi, pendidikan, sosial, kesehatan hingga lingkungan.
Ramli menggambarkan perubahan kawasan tersebut sebagai salah satu capaian penting dalam perjalanan pemberdayaan. Lahan yang sebelumnya merupakan bagian belakang rumah keluarga dan dipenuhi sampah serta limbah rumah tangga kemudian disulap menjadi kawasan yang representatif dan memiliki potensi sebagai ruang kunjungan serta wisata edukasi.
"Saya selalu bilang begini, di belakang rumah itu sebenarnya surga. Tapi orang tidak melihat itu," ujarnya.
Bagi Ramli, dukungan Dompet Dhuafa membuat berbagai gagasan yang sebelumnya hanya berada dalam pikirannya dapat diwujudkan secara lebih terstruktur. Ia menyebut dukungan tersebut seperti sebuah jalan pintas yang mempertemukan gagasan lokal dengan sumber daya dan jejaring yang lebih luas.
Ramli menilai keberhasilan pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari meningkatnya harga kopi. Menurut dia, kopi hanyalah pintu masuk untuk membangun perubahan yang lebih panjang, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga petani.
"Kopi secara ekonomi hanya berdampak pada jangka pendek. Tetapi anak-anak yang kuliah itu merupakan investasi jangka panjang," katanya.
Ia menyebut kopi di Kawasan Madaya Sinjai sebagai jalan menuju "1.001 kebaikan". Melalui kopi, berbagai pihak dapat bertemu, membangun silaturahmi, bertukar pengetahuan, hingga membuka peluang kolaborasi di bidang lain.
"Dari sebuah komoditas, kopi kemudian menjadi sebuah ekosistem pemberdayaan," ujar Ramli.
Perjalanan tersebut kini menjadi bagian dari HeartVenture Sewindu Kopi Madaya Sinjai yang digelar Madaya Sinjai bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan pada 4-6 September 2026 di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Mengusung tema "Merayakan Sewindu Pemberdayaan, Menguatkan Masa Depan Kopi Sinjai", kegiatan ini menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan pemberdayaan sekaligus memperkuat ekosistem kopi Sinjai.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai perjalanan yang mempertemukan petani, komunitas kopi, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media dan masyarakat umum. Rangkaian kegiatan meliputi HeartVenture Hulu Trip, sharing session tentang perjalanan Kopi Patongko menjadi Kopi Sinjai, Festival Kopi Sinjai, pentas seni dan budaya hingga Konser Sewindu Kopi Madaya Sinjai.
Ramli mengatakan perjalanan 8 tahun tersebut menjadi bukti bahwa komoditas lokal dapat menjadi pintu masuk untuk membangun perubahan yang lebih luas ketika dikelola melalui kolaborasi. Ia juga mengakui capaian tersebut tidak mungkin terwujud tanpa kepercayaan dan dukungan berbagai pihak, khususnya Dompet Dhuafa.
"Tanpa saya dan Kak Ismail diberikan kepercayaan oleh Dompet Dhuafa, apa yang kami lakukan tidak akan pernah sampai di sini," tuturnya.
Kini, pemberdayaan yang berawal dari persoalan harga kopi di tingkat petani telah berkembang menjadi sebuah ekosistem. Dari peningkatan mutu dan nilai jual kopi, gerakan tersebut merambah pendidikan anak petani, penguatan sosial masyarakat hingga pengembangan kawasan wisata edukasi.
Bagi Ramli, perjalanan itu pada akhirnya bukan semata-mata tentang kopi, melainkan tentang bagaimana sebuah komoditas dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kopi itu hanya jalan," katanya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342540/original/076918000_1788773838-WhatsApp_Image_2026-09-07_at_4.31.20_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342397/original/049591500_1788768338-IMG-20260907-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342283/original/001126700_1788763775-1001639563.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342261/original/028235200_1788762631-Wisuda_Nusa_Putra_University.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342131/original/003483000_1788753920-IMG-20260907-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342120/original/018421400_1788752991-Video_asusila_kepala_sekolah_dengan_guru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342107/original/079118600_1788751341-1100752.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341683/original/080893900_1788673632-Menkes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321824/original/056409200_1786505831-pal4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341484/original/095216700_1788629571-20260904_150936.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341356/original/080911000_1788604857-IMG-20260903-WA0122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341352/original/070991900_1788603464-IMG-20260905-WA0057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341329/original/063762000_1788600190-1001067214.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340935/original/091770900_1788535432-IMG-20260904-WA0115.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340920/original/024916700_1788532075-IMG-20260904-WA0089.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340915/original/003561100_1788531022-IMG-20260904-WA0148.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332112/original/006592600_1787635574-ker2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339849/original/030610500_1788430615-IMG-20260903-WA0029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339440/original/090863100_1788415528-1091800.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333055/original/030187300_1787729635-352711.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310792/original/035626400_1785346701-IMG-20260729-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309998/original/043490200_1785301794-WhatsApp_Image_2026-07-29_at_11.54.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315672/original/088287600_1755166530-Screenshot_2025-08-14_171432.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338034/original/084901500_1788275345-pustaka_limbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6826820/original/016446300_1779615644-nangoma.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7181507/original/098633100_1779977160-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.56.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1692442/original/028926200_1503805348-20170827-Samsat-Keliling-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2235854/original/054820800_1527992767-samsat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746057/original/080206900_1778645048-20260513_103916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8389686/original/021582800_1782269835-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_9.43.27_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6580965/original/049295400_1779423319-cropped-1b394bcb-e86d-42e4-ae70-4c2954af339e.jpg)